Manfaat Makan Gulai Rendang Untuk Kesehatan

Sama halnya dengan pempek yang dibahas beberapa minggu lalu, rendang (atau gulai rendang) adalah salah satu makanan yang ‘bersejarah’ dalam hidup saya. Waktu kecil dulu, makan di restoran masakan padang merupakan salah satu kegiatan yang tergolong premium di keluarga saya. Biasanya hanya dilakukan saat orang tua habis gajian, hehehe. Atau di tanggal muda. Alhasil, bersama dengan gulai otak dan kikil, hidangan ini sampai sekarang terpatri di hati. Bukan saja karena memang lezat, melainkan juga sebagai pengingat pada masa lalu.

sepiring gulai rendang

Rendang (atau disebut juga randang) sendiri aslinya berasal dari Minangkabau. Secara geografis, wilayah Minang meliputi daratan Sumatra Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatra Utara, barat daya Aceh, dan Negeri Sembilan di Malaysia. Pun begitu, kebanyakan orang awam menyamakan Minangkabau dengan Padang. Itu sebabnya kemudian hidangan ini lebih identik dengan masakan padang. Dan tentu saja, kita bisa menemukannya dengan mudah di berbagai Rumah Makan Padang di seluruh penjuru Indonesia.

Termasuk di negara lain.

10 tahun yang lalu, atau tepatnya di tahun 2011, gulai rendang pernah menempati singgasana tertinggi dalam daftar 50 Hidangan Terlezat di Dunia (World’s 50 Most Delicious Foods) versi CNN International. Sayang, seiring berjalannya waktu, peringkatnya terus melorot. Saat ini berada di posisi ke-11, di antara Chicken Muamba (peringkat 10) dan Piri-Piri Chicken (peringkat 12).

Kendati demikian, popularitas randang sudah terlanjur sukses menembus batas internasional. Seperti saya sebutkan di atas, di negara lain pun kita masih bisa menemukan hidangan ini di restoran-restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia. Saya pernah menyantapnya di Thailand, Malaysia, Singapura, dan beberapa negara lain. Tapi tentu saja, yang paling pas di lidah ya yang dihidangkan di resto favorit saya, hehehe.

Apa Saja Bahan Dasar Rendang?

Bahan dasar utama pembuatan gulai rendang adalah daging sapi, santan kelapa, dan berbagai bumbu yang dihaluskan. Seperti cabai, lengkuas, serai, kunyit, jahe, bawang merah, dan bawang putih. Itu sebabnya hidangan ini memiliki cita rasa yang berlimpah. Terlebih proses memasaknya menggunakan api kecil / sedang dalam waktu lama. Kita juga harus rajin mengaduk-aduknya agar bumbu bisa meresap sempurna.

Pada perkembangannya, daging tidak lagi menjadi satu-satunya bahan utama. Sekarang sudah bisa ditemui variasi randang dengan bahan dasar daging ayam, kentang, hati sapi, daging bebek, telur, belut, kerang, paru, hingga ikan tongkol. Pun begitu, yang nanti akan kita bahas manfaatnya adalah yang umum digunakan, yaitu daging sapi.

Apa Manfaat Makan Gulai Rendang Bagi Kesehatan?

satu porsi rendang lezat

Seperti biasa, untuk membahas manfaat dari menyantap gulai rendang bagi kesehatan, terlebih dahulu kita tentukan bahan mana yang akan diurai kandungan serta khasiatnya. Di sini saya ambil dua yang baru sekali dua kali dibahas di Curcol.Co. Yaitu daging sapi dan santan kelapa.

Kandungan nutrisi dalam daging sapi adalah protein, lemak, vitamin B12 (kobalamin), vitamin B2 (riboflavin), selenium, zat besi, kalsium, seng / zink, vitamin B3 (niasin), vitamin B6 (piridoksin), fosfor, creatin, taurin, glutathione, dan asam linoleat terkonjugasi (CLA). Sementara itu, kandungan nutrisi dalam santan kelapa murni, menurut Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2019, adalah air, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, kosfor, seng / zink, zat besi, natrium, kalium, zat besi, vitamin B1 (thiamin), niasin, dan vitamin C.

Dari kandungan nutrisi di atas, dapat dilihat sekilas rendang kaya akan protein, lemak, vitamin, dan beraneka mineral. Cukup menyehatkan, bukan? Tentu saja, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Berikut penjelasannya.

Menjaga Kesehatan Sistem tulang / rangka dan gigi

Kandungan zat protein serta mineral dalam daging sapi dan santan baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, mencegah terjadinya osteoporosis, serta menopang pertumbuhan tulang dan gigi. Kalsium juga meminimalisir resiko terkena radang sendi lutut (osteoarthritis), kram, sakit pinggang, wasir, dan rematik, serta membantu proses mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi.

Menjaga Kesehatan Sistem Otot

Bagi tubuh, protein berkhasiat untuk membantu dan memelihara pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh, mendukung pembentukan massa otot, serta memperkuat dan melenturkan otot. Yang terakhir ditopang pula oleh mineral zat besi. Cocok untuk dikonsumsi oleh mereka-mereka yang sedang dalam proses pembentukan tubuh ideal.

Kalsium dan fosfor yang terkandung dalam daging sapi maupun santan melengkapinya dengan memberikan manfaat pengaturan kontraksi otot dan detak jantung.

Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah

Kalsium mampu menguatkan kesehatan pembuluh darah jantung sekaligus mengurangi resiko terkena penyakit kardiovaskular, mencegah hipertensi, mengurangi pembekuan darah, serta menyeimbangkan tingkat keasaman darah. Sementara itu, kandungan zat besi bisa meminimalisir resiko terkena anemia serta menjaga dan meningkatkan produksi hemoglobin (protein sel darah merah) dalam tubuh.

Kinerja kedua nutrisi di atas menjadi lebih optimal berkat hadirnya vitamin B3 atau Niasin dalam daging sapi dan santan. Vitamin ini berkhasiat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL, Low-Density Lipoproteins) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL, High-Density Lipoproteins) dalam darah. Sedang vitamin B2 atau Riboflavin dalam daging sapi dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah.

Menjaga Kesehatan Sistem Imun Tubuh

Dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, maka kita jadi tidak mudah terserang penyakit. Sangat berguna di masa-masa pandemi seperti sekarang ini. Untungnya, protein merupakan salah satu zat yang mampu menjaga sistem imun kita agar tetap sehat dan berfungsi optimal. Pun begitu dengan mineral senk (Zink) yang bisa bekerja sebagai antioksidan, pelindung sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Manfaat Lainnya

Selain itu, makan rendang sapi juga bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan kulit, menghindari stroke, menopang pertumbuhan janin dalam kandungan (bagi ibu hamil), menenangkan saraf, meredakan stress, mendukung proses penyembuhan luka (asal bukan luka patah hati), mencegah resiko katarak, melancarkan sistem pencernaan, mendukung fungsi otak, mengurangi resiko obesitas, meminimalisir resiko kanker, mendukung sistem metabolisme tubuh, membantu produksi hormon, dan sebagai sumber energi.

Bagaimana Contoh Resep Pembuatan Rendang?

Seperti biasa, sebagai pelengkap, saya sajikan sekalian beberapa contoh resep pembuatan gulai rendang (dan variannya) yang diambil dari sumber terpercaya. Semuanya mudah untuk diikuti dan *semoga* anti gagal, hehehe. Selamat memasak!

Resep Rendang Gulai Ayam Padang

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 1 kg ayam, potong 12 bagian
  • 2 ruas jari lengkuas
  • 2 sereh, geprek
  • 3 lembar daun salam
  • 4 lembar daun jeruk
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt micin /penyedap
  • 500 ml santan cair
  • 100 ml santan kental
  • 1/4 bungkus bumbu rendang Indofood (optional)

Bahan bumbu halus:

  • 2 ruas jari kunyit (bisa diganti dengan 2 sdm bubuk kunyit)
  • 8 buah cabe keriting
  • 2 buah cabe rawit oren
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 buah kemiri

Dan berikut langkah-langkah pembuatannya:

  • Masukkan bahan bumbu halus ke dalam blender. Tambahkan sedikit air. Proses hingga halus.

  • Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan api kecil tanpa minyak. Tumis hingga warna agak berubah.

  • Tambahkan sereh, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas. Tumis hingga layu.

  • Masukan ayam dan santan cair. Aduk hingga berbuih agar santan tidak pecah. Tambahkan garam, gula, dan micin. Aduk kembali. Rebus hingga daging empuk dan air santan menyusut dengan api sedang sambil sesekali diaduk.

  • Masukkan santan kental dan bumbu rendang indofood (jika ada). Aduk hingga rata dan mengental. Angkat.

  • Gulai rendang ayam siap dihidangkan.

Resep Rendang Kentang Kikil

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 250 gram kentang
  • 250 gram kikil yang sudah direbus
  • 1 bungkus Indofood Rendang
  • 65 ml santan kara
  • 2-3 gelas air, sesuai selera
  • 4 buah bawang putih, cincang halus
  • 4 buah bawang merah, cincang halus
  • 1 batang serai, geprek
  • 1 lembar daun salam

Dan berikut langkah-langkah pembuatannya:

  • Kupas kentang, potong-potong sesuai selera. Rendam dalam air bersih lalu goreng. Angkat, sisihkan.

  • Tumis bumbu Indofood rendang, bawang putih, bawang merah, serai, dan daun salam. Tambahkan air.

  • Masukkan kikil. Tunggu hingga mendidih, lalu tambahkan kentang dan santan.

  • Koreksi rasa. Jika sudah mendidih, angkat dan sajikan.

Resep Gulai Rendang Daging

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 1000 gram daging tanpa lemak
  • 300 ml santan kental
  • santan cair secukupnya
  • Buah pepaya muda, sebesar genggaman dewasa, belah jadi 2
  • Garam dan penyedap rasa secukupnya
  • Serai geprek
  • Daun jeruk
  • 1 buah asam kandis atau asam jawa
  • Lengkuas

Bahan bumbu halus:

  • 11 biji cabe merah, buang bijinya
  • 5 biji cabe rawit, buang bijinya
  • 7 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 ruas jahe
  • 2 ruas kunyit

Dan berikut langkah-langkah pembuatannya:

  • Bersihkan daging, lalu potong-potong seukuran 1 ruas jari. Sisihkan. Haluskan semua bahan bumbu halus, sisihkan.

  • Panaskan minyak. Tumis semua bumbu hingga harum.

  • Masukkan potongan daging. Tambahkan serai dan pepaya muda. Aduk rata dan biarkan selama kurang lebih 10 menit.

  • Masukkan santan cair. Aduk sesekali agar santan tidak pecah.

  • Tambahkan garam dan penyedap rasa. Tetap aduk sesekali hingga mendidih dan kuah menyusut (kurang lebih 30 menit). Tambahkan santan kental, aduk-aduk kembali hingga kuah berkurang (kurang lebih 10 menit). Koreksi rasa.

  • Hidangan siap untuk disajikan.

Penutup

Soal kelezatan, gulai rendang jelas sudah tidak perlu diragukan lagi. Kurang afdol rasanya jika mampir ke Rumah Makan Padang tanpa memesannya. Untungnya, selain nikmat di mulut, hidangan ini juga memberikan kenikmatan tersendiri bagi kesehatan tubuh kita. Gak ragu lagi deh untuk menyantapnya.

Namun perlu diingat, karena ada kandungan lemak yang lumayan, porsi makan maupun frekuensinya jangan terlalu bar-bar. Sewajarnya saja. Jangan dari pagi hingga malam, dari Senin sampai ketemu Senin lagi, hajar terus dengan randang. Resiko tanggung sendiri kalau itu, hehehe.

Di edisi Makanan Sehat berikutnya mungkin saya akan bahas menu Restoran Padang favorit saya yang lain. Stay tune!

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply