Kamus Bahasa Walikan Malang Lengkap

Perjalanan survey game center ke kota Malang bulan lalu memberikan ide untuk tulisan artikel mengenai kamus bahasa Walikan (osob kiwalan) yang umum digunakan oleh penduduk lokal, baik tua maupun muda tanpa terkecuali. Menarik bahwa bahasa ini memiliki garis sejarah yang berpangkal pada jaman perjuangan melawan penjajah berpuluh-puluh tahun yang lalu. Seperti apa kisahnya?

Sejarah Bahasa Walikan Malang

Pada masa Agresi Militer II, yaitu sekitar tahun 1948-1949, banyaknya mata-mata yang bekerja untuk pihak Belanda membuat para pejuang di wilayah Malang dan sekitarnya yang tergabung dalam Gerilya Rakyat Kota memutar otak. Seperti diketahui, informasi merupakan harta yang paling berharga, apalagi di masa konflik atau perang. Kehilangan atau kebocoran informasi bisa berakibat fatal bagi perjuangan melawan penjajah saat itu.

Untuk menjamin kerahasiaan pesan yang beredar, maka dicetuskanlah ide untuk membuat bahasa yang sedikit berbeda dan tidak mudah dipahami oleh orang awam. Adalah seorang pejuang bernama Suyudi Raharno yang pertama kali mengutarakannya. Dan hasilnya memang terbukti efektif. Selain mampu menjadi media komunikasi yang terjaga kerahasiaannya, juga berfungsi ganda sebagai pengenal identitas antara kawan dan lawan. Oknum yang menyusup sudah pasti tidak memahami bahasa walikan, sehingga dengan mudah teridentifikasi sebagai mata-mata Belanda.

Bahasa walikan sendiri pada dasarnya adalah bahasa yang dibalik (walikan dalam bahasa Jawa berarti kebalikan). Konsepnya sederhana, tinggal membaca dari belakang sebuah kata yang sudah ada. Umumnya bersumber dari kata dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa, hampir sama seperti bahasa Bali. Walau pada perkembangannya juga terdapat beberapa kata baru atau serapan.

Sebagai contoh, kata “main” dalam bahasa Indonesia sepadan dengan kata “niam” dalam bahasa walikan.

Pun begitu, karena ada sebagian kata yang akan sulit dibaca pada saat dibalik, maka dilakukan sedikit penyesuaian terhadap kata-kata tersebut.

Sebagai contoh, kata “malang” dalam bahasa walikan adalan “ngalam”, bukan “gnalam”. Atau “mahasiswa” yang disesuaikan menjadi “awasiham”, bukan “awsisaham”.

Sejak saat itu, osob kiwalan terus digunakan hingga kini menjadi bahasa pergaulan sehari-hari di kalangan masyarakat kota Malang.

Kamus Bahasa Walikan Malang Lengkap

Berikut ini adalah tabel kamus bahasa walikan Malang yang umum atau sering digunakan dalam percakapan sehari-hari beserta terjemahannya atau padanannya dalam bahasa Indonesia. Daftar kata di bawah masih belum dirapikan / diurutkan dengan baik, jadi mohon gunakan fasilitas atau fitur pencarian dari perambah web (web browser) yang teman-teman gunakan untuk mempermudah dalam mencari dan mengetahui arti kata walikan tertentu. Jika ada yang salah atau perlu ditambahkan bisa langsung disampaikan melalui kolom komentar, ya.

Bahasa Walikan Bahasa Indonesia
Adapes; adapes rotom sepeda; sepeda motor
Ambek dengan
Apais siapa
Amrin pacar
Aranjep penjara
Arema Arek Malang
Arodam / Arudam Madura
Asaib biasa
Asrob minum
Atrakaj Jakarta
Atret mundur
Aud dua
Agit tiga
Ayabarus Surabaya
Ayas saya
Ayem melempem
Ayak kaya
Anjag / genjes ganja
Arados saudara
Awasiham mahasiswa
Analet celana
Abakron narkoba
Astep pesta
Asales selasa
Aisur / airus Rusia
Alanet celana
Aranet tentara
Amalatok kota lama (nama daerah di Malang)
Balbalan sepak bola
Balon / Nolab pelacur
Bes ebes
Cik ungkapan 'betapa' atau 'lebih'
Cikno biarkan
Ciwe weci
Dewor wedok, wanita, perempuan
Dhulin main
Dhudhuk bukan
Disjam masjid
Ebes ebes (bapak / ibu)
Ebes kanal (nganal) bapak
Ebes kodew ibu
Enem enam
Embong jalan
Ewed sendiri
Ewedan sendirian
Ewag untuk
Etak kate (akan)
Ewus lama
Ewul lapar
Emar ramai
Elawes sebelas
Etas sate
Gak tidak
Gak neam tidak beres, tidak becus
Genaro orang
Ganok / genok tidak ada
Gelek sering
Gocik penakut
Halak kalah
Hailuk kuliah
Halokes sekolah
Hamur rumah
Hamur tikas rumah sakit
Hantum muntah
Hedeg besar
Helob boleh
Helos soleh
Helum pulang
Hewod bibir tebal (ndoweh)
Holopes / hulupes sepuluh
Helom pulang
Hebak semua
Henem lagi
Hangates setengah
Hawas sawah
Haliuk / haikul kuliah
Hitup putih
Ibar nikah (rabi)
Idrek pekerjaan singkatan dari Kerja Rodi era Belanda
Iko itu
Ilep alat kelamin laki-laki (p3nis)
Imblak baju, pakaian
Itreng paham
Ipes sepi
Ibab babi
Ipat tapi
Irub belakang
Ingeb malam
Itor; itor ngirek roti; roti kering
Igel manis
Igur rugi
Ires seri
Ipok kopi
Isak; diisaki beri; diberi
Isruk kursi
Ispurok korupsi
Ilab Bali
Ikejer rejeki
Iwak Gunung Kawi
Ijak Haji (kaji)
Inareb berani
Itreng mengerti, paham
Ja'ik penekanan kata-kata
Jancik umpatan agak halus
Jancok umpatan kasar
Jes panggilan ke teman
Kawab; dikawab bawa; dibawa
Kadit tidak
Kadit reken biarin
Kadit nes (nice) tidak enak, sombong, gaya
Kampes celana dalam
Kana anak
Kanyab banyak
Kanyab tulum banyak omong
Kawapan PSK
Keat tai (taek)
Kelem; keleman terjaga; bersama teman tidak tidur
Kendho bodoh (kendor)
Kenthu ML (s3x)
Ker panggilan teman, rek, arek
Kera arek (orang)
Ketam mati (matek)
Kewut tua (tuwek)
Kimpet kelamin wanita
Kipa baik
Kiwal balik
Kiwalan walikan (terbalik)
Kodew perempuan
Kodew kawaban wanita bawaan
Koen kamu
Koleng mabuk
Koyes menipu
Kubam mabuk
Kunam burung, alat kelamin laki-laki (p3nis)
Kenob bonek
Kilab balik (pulang)
Kendep pendek
Kanyup punya
Kane enak
Kapes olab sepak bola
Katab Batak
Katub botak
Kolem ikut
Kopram rampok
Komes semok (bahenol)
Kida adik
Kemblas hilang
Kojop pojok
Ketep ayam
Kombet tembok
Kojom mojok
Kopit; kopitan cipok, cium; berciuman
Kotrik perempuan, wanita
Kowab bawok, alat kelamin wanita
Kusam masuk
Ladub berangkat
Landas sandal
Lancap tenang, mengayuh sepeda
Lanek kenal
Latab batal
Lajeg jegal
Lawed / lawet jual
Langgat tanggal
Laham mahal
Lab-laban bermain sepakbola
Lecep pecel
Lentip pentil
Leket memegang
Ledom; ledome gaya; gayanya
Leges / lego jual
Lesek capek, menyebalkan (untuk orang)
Lekes kaki
Legot togel
Libom mobil
Licek kecil
Likis kaki
Lites / setil keren
Lop pol (penuh)
Londem mendol
Lokop / lukup pukul, tempeleng
Lotob botol
Lontok alat kelamin pria
Lip pil
Lip nates pil setan
Lukim mikul
Lubak cabul
Main bermain, becus
Meleg mau
Menclek gila
Mengong bego, gila
Memes mama, ibu
Nahelop Polehan (nama daerah di Malang)
Nenjap Panjen (nama daerah di Malang)
Neam main, becus
Nema ngamen
Nakam / naskim makan
Nakaman makanan
Nawak kawan
Nawak ewed kawan sendiri
Nawak letek kawan dekat
Naisak kasihan
Nokat bertanya
Nayamul lumayan
Nangkus segan, sungkan
Najat jajanan, makanan ringan
Ngalam Malang
Ngalup pulang
Nganal laki-laki
Nganem menang
Ngarames Semarang
Ngayambes sembahyang, sholat
Ngarambes terserah
Ngentit mencuri
Ngetem hamil (meteng)
Ngesop pusing, jengkel, kesal
Ngingub bingung
Ngoceb bencong (waria)
Ngokob bokong
Nolek kelon, tidur bareng
Niliki mencicipi
Nisak Kasin (nama daerah di Malang)
Nyelang meminjam
Nuwus Terima kasih
Ngenem diam
Ngenes seneng
Nesep pesen
Ngirip piring
Nekapan pakaian
Nalub bulan
Najad jajan
Nakus sungkan
Ngincek kencing
Ngerom marah
Ngerom-ngerom marah-marah
Ngotop potong
Norak koran
Ngerog goreng
Ngatu utang
Ngurus dorong
Ngudeg gedung
Nendes bersandar
Nendes kombet bersandar pada tembok
Namulis siluman
Ngabul lubang
Nolab pelacur
Naragod juragan
Ngilam maling
Ngipok minum kopi
Nijar rajin
Ngombos sombong
Ngendeg gila
Neha-neha aneh-aneh
Niwak kawin
Narapas sarapan
Narawep perawan
Narubuk kuburan
Nes enak
Oplok kelapa
Odop sama-sama
Oges nasi
Ojir uang
Ojob suami, istri, pacar
Ojrit iya
Omil lima
Ongis singa
Onosogrem Mergosono (nama daerah di Malang)
Odhnol londho
Osed desa
Onet / onit Cina
Orip berapa
Oskab bakso
Osob bahasa
Osob kiwalan bahasa terbalik
Osi bisa
Oker rokok
Otos soto
Otop Foto
Owik kiri
Owod panjang
Oyi iya
Ocom membaca
Ongul pergi
Ongos sembilan
Onosogrem Mergosono
Orapes separuh
Okoren neraka
Odum telanjang
Odiar radio
Opos siapa
Ogum-ogum moga-moga
Papat empat
Plembungan balon
Prei libur, tidak mau
Rajajowas Sawojajar (nama daerah di Malang)
Raijo uang
Rudit tidur
Rabak kabar
Rontak kantor
Rikip pikir
Reneb benar
Regeg geger, bertengkar
Rekem Mikir
Rinjab banjir
Rasap pasar
Ratig gitar
Runcap campur
Rubus subur
Rintep pintar
Raseb besar
Randub bundar
Raulek keluar
Rayab bayar
Rambag gambar
Rayub buyar, selesai
Rayup terjual, laku
Rebung mengejar
Randab udad bandar dadu
Randab legot bandar togel
Rukus bersyukur
Racap pacar
Ringgip pinggir
Reskon konser
Ranya baru
Rondes janda
Rubub bubur
Rulet telur
Rasak kasar
Sam kakak laki-laki / laki-laki yang lebih tua
Saleb sebelas
Saleg gelas
Sedeb monyet
Silup polisi
Sinam manis
Sanap panas
Surungep pengurus
Sak nyuk(an) sebentar
Sulem mulas
Senjem menjes
Setak pepaya
Seweng Ngewes, mabuk-mabukan
Sutar ratus
Singan nangis
Simak / simek kamis
Sunim minus
Salek kelas
Sagutep petugas
Sicrak karcis
Semlohe sexy (sintal)
Sareb beras
Sotam matos
Soak baju kaos
Sibun habis
Sikim pisau
Tahes sehat
Tahil / tail lihat
Takis ambil, rebut
Tenyom monyet
Teles dubur
Tewur ruwet (kacau)
Tarus surat
Tarus rabak surat kabar
Tukis; tukis-tukisan sikut; sikut-sikutan
Talarem melarat
Tapuk; tapukan kupat; kupatan
Toper repot
Tungteng ngentut (kentut)
Tikas sakit
Tekok dari
Tenclem / tencrem mencret
Tenges buang air besar (BAB)
Tukat takut
Tanus sunat
Tanggim minggat
Tidem pelit
Tilep curi, kikir
Tawasep pesawat
Todep putus
Tendem Wendit
Tekes seket (lima puluh)
Todes Sedot
Tumbej rambut kemaluan
Ubab babu, pembantu rumah tangga (PRT)
Ublem masuk
Ujut tujuh
Uklam; uklam-uklam berjalan; jalan-jalan
Ukut beli
Umak kamu
Unyap punya
Utem metu
Ujep Sp3rma
Utas satu
Utab Batu
Uhat tahu
Uhat sitep tahu petis
Ujab baju
Ulem / umel gemuk
Umel kendep gemuk pendek
Unggim Minggu
Ubir ribu
Utup cucu
Uya ayu
Urab baru
Urug guru
Ujam maju
Umli ilmu
Uanis belajar
Utapes sepatu
Usus susu
Ukub buku
Uleng pusing
Uyap sudah terjual, laku
Wanyik dia, kata ganti wanita
Wanyok dia, kata ganti pria
Wancik kata umpatan
Wahdoh terlanjur terjadi
Wolu delapan

Semoga bermanfaat!

kamusbahasa walikan malang

4 Comments

  1. Sri murni

    Nglopos artine opo

  2. Yudhan

    Sopir lombokan opo bahasa ngalame??

  3. Mulyono

    Basa Malangan harus dijaga kelestariannya jangan sampai punah. Basa Malang an merupakan salah satu bahasa khas Malang.

  4. M.fadhil

    Ra ndue pacar yoben, wong kene stay halal og titisan

Leave a Reply