Liburan di Seoul Main Game Dimana?

Jauh jauh traveling ke luar negeri kok malah cari game center? Eits, jangan salah. Korea Selatan, terutama kota Seoul, sejak beberapa tahun lalu sudah banyak diberitakan sebagai surganya penggemar arcade. Terutama yang hobi dengan mesin capit (claw machine). Tidak kalah (katanya) dengan Jepang. Benarkah demikian? Pada saat berlibur ke Seoul bulan Juni 2019 lalu saya mencoba untuk membuktikannya. Dan inilah hasilnya.

Sekilas Tentang Seoul

Seoul adalah ibukota Korea Selatan yang menyandang status sebagai Kota Khusus. Luasnya 605.21 km2 dengan jumlah penduduk sejumlah 9.7 juta jiwa (2017). Secara administratif, kota yang saat artikel ini ditulis dipimpin oleh walikota Park Won-soon ini terbagi atas 25 gu (distrik), 522 dong, 13.787 tong, dan 102.796 ban.

Seoul menganut konsep kota kembar (twin cities) dengan kota-kota lain di berbagai belahan penjuru dunia. Ini adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk. Termasuk dengan Jakarta (Indonesia), Tokyo (Jepang), Taipei (Taiwan), Tehran (Iran), Mexico City (Mexico), Paris (Perancis), dan Roma (Italia).

Liburan di Seoul

Meski tarif pesawat terbang dari dan ke Korea Selatan semakin terjangkau, namun biaya hidup di negara tersebut tidak bisa dibilang murah. Tidak segila Hong Kong, tapi sedikit di atas Jepang. Bagi traveler solo yang dompetnya cekak, persiapkan itinerari dan budget dengan baik. Atau mungkin lebih bijak lagi untuk sekali-kali mengalah pada ego dan mencari travel mate untuk liburan ke sana.

Obyek Wisata

Seoul punya pilihan obyek wisata yang beragam. Mulai dari budaya hingga alam. Kuliner dan belanja tentu saja tidak terlupakan. Beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi jika bertandang ke Seoul di antaranya adalah Gyeongbokgung Palace, N Seoul Tower, Bukchon Hanok Village, Changdeokgung, Myeong-dong, Cheonggyecheon, Lotte World, Insa-dong, Namdaemun Market, Dongdaemun Market dan Dongdaemun Design Plaza, Deoksugung Palace, dan Banpo Bridge. Jangan lupa untuk mengunjungi istana pada jam-jam pergantian penjaga, lumayan bisa dapat tontonan prosesi upacara pergantian penjaga secara gratis, hehehe.

Penginapan Murah

Meski biaya hidup secara keseluruhan terbilang tinggi, untungnya kita masih bisa menemukan penginapan penginapan dengan tarif sewa per malam yang masuk akal. Pencarian spontan di sebuah situs reservasi hotel memberikan ongkos termurah Rp 137.000,- / malam saja untuk kamar single (bukan dormitory) di Songpa Hostel. Yang lebih suka berbaur dengan tamu lain bisa memilih Seoul Guesthouse. Mereka menawarkan tempat tidur model asrama dengan biaya Rp 130.652,- / malam.

Game Center di Seoul

Ada 3 brand jaringan arcade center yang saya temui di kota Seoul, Korea Selatan. Mereka adalah Zzang Games, Funny Land, dan Ppokki Ppokki. Kemungkinan besar ada lebih banyak lagi. Namun mengingat keterbatasan referensi (mayoritas berbahasa Korea) hanya tiga itu saja yang berada dalam jangkauan saya.

Hampir semua mesin arcade berbandrol 1000 KRW atau sekitar 11 ribu rupiah. Ada beberapa yang bisa dimainkan dengan biaya separuhnya, 500 KRW. Tidak dibutuhkan koin atau kartu khusus untuk bermain. Cukup menggunakan mata uang Korsel yang asli dan masih berlaku. Sudah tersedia mesin penukar uang jika yang kita miliki adalah uang dengan pecahan besar. Ada mesin yang hanya menerima uang koin, ada yang hanya menerima uang kertas, ada pula yang bisa menerima keduanya.

Zzang Games

Bisa dibilang inilah penguasa pasar arcade di Korea Selatan, khususnya Seoul. Setidaknya ada 10 cabang yang terdaftar di situs resmi mereka, walau saya sendiri sempat mengunjungi satu cabang lain yang tidak tercantum di situs yang sama. Ciri khas mereka adalah tembok bangunan yang dicat berwarna oranye tua. Minimal terdapat 2 lantai, dimana lantai dasar biasanya diisi oleh mesin-mesin gift redemption / claw machine, sedang lantai atas dihuni oleh mesin berjenis simulasi dan juga video game.

Meski areanya tidak luas jika dibandingkan dengan game center yang ada di Indonesia, namun pengaturan tata letak mesin acap dipadatkan. Dengan demikian, pilihan mesin yang bisa kita mainkan cukup banyak. Salah satu yang saya suka adalah opsi hadiah / souvenir dari claw machine yang beragam. Mulai dari boneka, action figure, gantungan kunci, headset, hingga flash disk.

Dari tiga cabang Zzang Games yang sempat saya datangi, tidak ada satu pun yang menyediakan mesin arcade berjenis ticket redemption. Lebih tepatnya, tidak ada counter penukaran tiket sama sekali. Jadi bagi yang hobi berburu jackpot, sementara bisa beralih profesi jadi pemburu boneka capit, hehehe.

Pembahasan yang lebih detil mengenai arcade center ini (termasuk daftar lokasi cabang mereka) bisa dibaca di https://curcol.co/zzang-games-jaringan-arcade-center-nomer-1-di-korea-selatan-17244.

Funny Land

Dari referensi awal yang saya dapatkan, jaringan arcade Funny Land tidak kalah besarnya ketimbang Zzang Games. Fakta di lapangan, saya kesulitan untuk menemukan gerai-gerai mereka. Hanya satu yang bisa saya temui. Itu pun karena kebetulan nemu POI-nya di Google Maps.

Dari segi tata letak, secara garis besar tidak jauh berbeda dengan Zzang Games. Lantai dasar diisi dengan mesin gift redemption dan lantai atas diisi dengan mesin simulasi serta video game. Mungkin saja memang ini standar pengaturan mesin di semua jaringan arcade center Korsel.

Funny Land sendiri adalah game center pertama yang saya kunjungi di Seoul. Saking girangnya, saya sampai lupa untuk mencatat mesin-mesin permainan apa saja yang ada di sana. Apalagi ada mesin basket yang sedikit berbeda dengan yang biasa ada di Indonesia. Auto main dan lupa tujuan awal untuk survey materi, hehehe.

Ppokki Ppokki

Game center yang satu ini saya temukan secara tidak sengaja. Letaknya persis berada di seberang salah satu gerai Zzang Games yang saya datangi. Uniknya, jika dua jaringan arcade yang disebut di atas semuanya punya bangunan minimal 2 lantai, cabang Ppokki Ppokki yang saya dapati hanya berupa stand kecil berukuran sekitar 1.5 m x 10 m saja. Memanjang ke dalam.

Terdapat 10 mesin permainan di sana. Semuanya berjenis claw machine, dengan hadiah bervariasi. Mulai dari boneka, handuk, sarung bantal, action figure, lampu meja, hingga sandal. Bandrol harganya disamakan, 1000 KRW per sesi. Sama seperti yang lain, sudah tersedia mesin penukar uang untuk memecah uang yang kita miliki.

Yang lebih unik lagi, karena memang areanya sangat terbatas, tidak ada karyawan sama sekali di dalam. Mungkin pegawainya stand by di luar, atau benar-benar dilepas begitu saja. Dibuka pada jam tertentu, lalu ditutup kembali pada jam tertentu. Entahlah.

Kesimpulan

Berita bahwa Korea Selatan adalah surganya arcade mungkin tidak sepenuhnya benar. Butuh ketekunan tersendiri untuk bisa menemukan gerai-gerai arcade di sana. Kendati demikian, cabang game center yang ada cukup menghibur dengan banyaknya variasi permainan gift redemption, simulasi, dan video game. Untuk pengalaman liburan di Korsel yang tidak terlalu mainstream, sempatkan deh untuk mengunjungi satu di antaranya.

Last modified on October 9, 2019 5:17 am

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.