Blog Talk 170318: Film Horor dan Manga

Setelah ngebut menyiapkan materi postingan dalam beberapa hari terakhir, akhirnya beres juga sekumpulan artikel yang sudah dijadwalkan untuk rilis hingga akhir bulan. Termasuk tentang drama Korea, drama Jepang, dan review komik. Halaman utama kategori Kamus Bahasa sudah ditambahkan deskripsi dan sudah ada dua kamus terjemahan bahasa daerah yang siap tayang. Yaitu kamus bahasa manado (tanggal 18) dan cirebon (tanggal 31). Apabila ditambahkan dengan bahasa Aceh yang dipublikasikan awal bulan ini, maka di akhir bulan kita sudah punya 7 materi kamus bahasa di situs ini.

Di luar itu, ada dua seri konten yang mulai saya hadirkan di bulan Maret ini.

Yang pertama adalah pembahasan atau review film-film horor lokal. Pada bulan Januari dan Februari lalu, review semacam itu saya jadikan kompilasi dan baru dipublikasikan setiap akhir bulan dalam bentuk Movie Talk. Nah, mulai bulan ketiga di tahun 2019, artikel Movie Talk memang masih ada, tapi lebih kepada semacam perbandingan secara keseluruhan untuk film horor yang rilis di bulan bersangkutan serta tambahan opini saya seputar dunia film.

Sebagai awal, sudah bisa disimak review dari film “Reva Guna Guna” dan juga “The Sacred Riana: Beginning“.

Konten anyar yang kedua adalah pembahasan mengenai manga. Untuk ke depannya saya belum bisa memastikan akan dibawa kemana konten ini, yang jelas, di awal, saya akan fokus pada manga-manga dengan tema favorit saya. Yaitu life survival. Bisa yang bentuknya terlempar ke alam lain, lompat ke masa depan, tersesat, atau terjebak di dunia yang penuh dengan zombie. Yah, bisa dikira-kira lah seperti apa.

Saat ini sudah dipublikasikan artikel tentang manga “Dr. Stone” dan “The Drifting Classroom”. Entah kebetulan atau apa, dua-duanya sama-sama punya cerita yang menakjubkan. Yang disebut duluan bercerita tentang umat manusia yang tiba-tiba berubah menjadi patung batu. Saat ada yang berhasil pulih, waktu sudah berlalu ribuan tahun lamanya dan kondisi dunia yang lama terbengkalau menjadi kembali seperti di era jaman batu. Sedangkan yang kedua berkisah tentang satu sekolah dasar yang terlempar ke masa depan. Masalahnya, kondisi masa depan saat itu digambarkan sudah benar-benar hancur. Berupa lautan pasir dan dikuasai oleh makhluk-makhluk mutan. Nah loh.

Menyusul akan ada pembahasan mengenai manga “Let’s Lagoon” dan “Mouryou no Yurikago”. Keduanya punya premis serupa, tentang insiden kapal laut. Bedanya, yang satu berkaitan dengan time rift (celah waktu) sedang yang satu lagi berkaitan dengan zombie.

Ditunggu saja.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply