Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 10 & Preview Episode 11 (2016)

Di sinopsis Jealousy Incarnate episode sebelumnya, untuk memastikan Ko Jung-Won (Ko Gyung-Pyo) menikah dengan Geum Soo-Jung (Park Hwan-Hee), ibu Jung-Won menyebarkan berita publik bahwa keduanya berpacaran dan akan segera melangsungkan pernikahan. Pyo Na-Ri (Kong Hyo-Jin) yang mengetahuinya menjadi patah hati. Meski cemburu dengan kedekatan Na-Ri dengan sahabatnya, Lee Hwa-Shin (Cho Jung-Seok) yang tahu persis bahwa Jung-Won tidak mungkin mengkhianati Na-Ri mencoba untuk meyakinkan Na-Ri agar percaya pada Jung-Won. Usahanya berhasil. Dan saat Na-Ri dan Jung-Won berciuman, Hwa-Shin melangkah pergi dengan hati hancur. Apa yang kira-kira bakal terjadi di sinopsis drama korea Incarnation of Jealousy episode 10 kali ini?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 10

Na-Ri masuk ke mobil Jung-Won untuk diantarkan pulang ke dorm. Di dalam mobil, Jung-Won berterima kasih karena Na-Ri sudah mau datang menemuinya. Na-Ri lalu menceritakan bahwa ia datang diantarkan oleh Hwa-Shin dan mengaku awalnya tidak punya keberanian untuk menemui Jung-Won. Jung-Won senang mendengar sahabatnya mau melakukan hal itu untuk Na-Ri dan dirinya. Saat itu mereka tiba-tiba sadar bahwa Hwa-Shin tidak ada di sana. Jung-Won sempat mengira ia berada di mobilnya, namun saat mereka berdua mencarinya di sana ia tidak ada. Na-Ri jadi kesal karena Hwa-Shin malah keluyuran dan bukannya pergi ke rumah sakit.

Hwa-Shin sendiri masih terus berjalan dengan langkah gontai di tengah derasnya hujan. Ia bahkan tidak mempedulikan dirinya yang terkena cipratan genangan air dari mobil yang melintas. Sementara itu, Tae Ra (ibu Jung-Won kah? mukanya mirip tapi di scene ini terlihat lebih muda soalnya) datang ke restoran ‘Rak Pasta’ dan memberikan obat impoten pada Kim Rak (Lee Sung-Jae). Kim Rak kesal dengan Tae Ra yang ikut campur terhadap urusan pribadinya dan menolak menerima obat tersebut. Ia pun mengatakan bahwa saat ini ia memang sedang tidak berminat dengan wanita. Karena Tae Ra terus-terusan memaksa sembari mempromosikan obat tersebut (termasuk menjelaskan efek sampingnya yaitu mata sering berkedip), Kim Rak memilih pergi meninggalkan restoran. Sebelum keluar, Tae Ra meletakkan obat tersebut di atas lemari.

Masih di ‘Rak Pasta’, meski mengatakan tidak suka dengan kedua ibunya, Lee Bbal-Gang (Mun Ka-Young) mendengarkan siaran keduanya sekaligus — Kye Sung-Sook (Lee Mi-Sook) di TV dan Bang Ja-Young (Park Ji-Young) di radio — sambil memotong kukunya. Namun tiba-tiba ia malah menangis memanggil ayahnya.

Hwa-Shin tiba di stasiun TV dalam keadaan mobil. Saat berpapasan dengan seorang karyawati, tanpa basa-basi ia mengajaknya kencan. Karyawati tersebut langsung lari ketakutan dengan wajah jijik. Di depan lift, ia betemu dengan Na Joo-Hee (Kim Ye-Won) dan Park Jin (Park Eun-Ji). Sama seperti sebelumnya, ia mengajak mereka untuk kencan. Dan sama seperti sebelumnya, mereka pun langsung kabur, menganggap Hwa-Shin sudah mulai gila. Di lantai atas, ia bertemu dengan Sung-Sook dan lagi-lagi mengajaknya kencan. Sung-Sook mengiyakan, lalu mengingatkannya bahwa ia adalah saudara iparnya sebelum pergi berlalu.

Perjalanan mabuk Hwa-Shin membawanya ke ruang siaran. Sedang ada Hong Hye-Won (Seo Ji-Hye) sendirian di sana, berlatih membaca berita. Begitu tiba di depan meja siaran, Hwa-Shin langsung meminum kopi milik Hye-Won, sebelum akhirnya mengajaknya kencan. Tidak seperti yang lain, Hye-Won tanpa basa-basi memarahi karena sudah bertingkah seperti itu meski audisi sudah semakin dekat. Tapi namanya juga orang mabuk, usai dikata-katai panjang lebar Hwa-Shin justru memuji cacian Hye-Won yang bagus dan lanjut menghabiskan kopi miliknya.

Perhatikan kaki Hwa-Shin :D

Perhatikan kaki Hwa-Shin 😀

Jung-Won mendatangi rumah Geum Soo-Jung (Park Hwan-Hee) dan mengatakan bahwa ia tidak bisa menikahinya. Dengan tenang Soo-Jung menanyakan apakah ada orang yang disukai Jung-Won. Sebelum menjawab, Jung-Won berbalik menanyakan hal yang sama, yang dijawab tidak oleh Soo-Jung. Jung-Won akhirnya mengaku dengan menyebutkan nama Pyo Na-Ri. Soo-Jung kaget karena tidak menyangka hal tersebut. Namun ia tetap tidak marah dan bahkan meminta Jung-Won untuk tenang karena ia sendiri yang nanti akan memberitahu orangtuanya. Jung-Won senang karena mereka bisa saling mengerti satu sama lain.

Di dorm, usai berganti baju, Na-Ri mengambil kartu peserta audisinya dimana ia mendapat nomer urut 234. Ia sedang memikirkan apakah Hwa-Shin jadi datang terapi ke rumah sakit atau tidak saat orang yang dipikirkan tiba-tiba masuk ke kamarnya. Dengan cepat Na-Ri menyembunyikan kartu pesertanya ke dalam laci. Melihat Hwa-Shin dalam keadaan mabuk, Na-Ri pun memarahinya.

“Dia bilang aku mengecewakannya.” ujar Hwa-Shin pada dirinya sendiri sembari tertawa. Ia lalu bertanya pada Na-Ri, “Apa kamu kecewa karena aku?”

“Apa kamu tahu berapa lama aku dan Jung-Won tadi mencarimu?” tanya Na-Ri balik.

“Kamu hanya melihatku pada saat aku mengecewakanmu,” balas Hwa-Shin perlahan sembari menundukkan kepala.

Tanpa diduga Na-Ri tiba-tiba Hwa-Shin menanyakan apakah ia mau berkencan dengannya. Na-Ri mengiranya hanya mengigau karena sedang mabuk. Namun Hwa-Shin kembali mengulangi kata-katanya hingga dua kali. Na-Ri masih tidak percaya. Tapi karena Hwa-Shin juga mengatakan bahwa ia akan melakukan apa saja yang Na-Ri mau, Na-Ri lantas memintanya untuk menyanyikan lagu “Wrongful Meeting“. Hwa-Shin menolaknya. Namun karena Na-Ri mengancam tidak akan mempedulikannya lagi, Hwa-Shin akhirnya mau menyanyi. Dan setelah sempat dua kali salah lagu, ia pun menyanyikan lagu yang diminta oleh Na-Ri.

Na-Ri girang mendengar Hwa-Shin menyanyi untuknya. Ia bahkan mengerjainya dengan menyuruh nge-dance dan nge-rap. Berikutnya, ia meminta Hwa-Shin untuk membuatnya tertawa. Hwa-Shin pun menjulingkan kedua matanya. Kali ini Na-Ri tidak tertawa karena ternyata ia bisa menjulingkan salah satu matanya 😀 Mereka berdua pun tertawa bersama. Tapi perjuangan Hwa-Shin belum usai karena Na-Ri kembali berkali-kali memintanya untuk menari dan menyanyi. Terakhir, Na-Ri memintanya untuk kentut seperti yang pernah ia lakukan saat di rumah sakit. Hwa-Shin menolaknya, bahkan meski Na-Ri mengatakan ia selalu kepikiran suara kentut Hwa-Shin. Hwa-Shin terdiam dan menatap dalam wajah Na-Ri.

“Apakah tidak sia-sia untuk mengakhiri jatuh cintamu kepadaku setelah tiga tahun? Tidakkah kamu memikirkan tentang semua yang sudah pernah kau lakukan?” tanya Hwa-Shin.

“Tidak,” jawab Na-Ri sambil tersenyum.

“Apakah kamu dulu mencintaiku?” tanya Hwa-Shin. Na-Ri tidak menjawabnya.

“Bagaimana jatuh cinta bisa berubah?” tanya Hwa-Shin lagi, lantas tertunduk.

Hwa-Shin lalu memaksa dibuatkan mie instan. Na-Ri mencoba mencarinya namun ia ternyata tidak punya persediaan. Hwa-Shin akhirnya tertidur, sebelum sekali lagi menggumam, “Bagaimana jatuh cinta bisa berubah?”

adegan_jealousy_10b

Pyo Chi-Yeol (Kim Jung-Hyun) dan Oh Dae-Goo (An Woo-Yeon) masuk ke restoran ‘Rak Pasta’ untuk membuat mie instan. Mengira yang ada di meja adalah vitamin, Dae-Goo meminum obat impoten yang dibawakan Tae Ra 😀 Tidak lupa ia juga memberikan sebiji pada Chi-Yeol. Beberapa jam kemudian pagi menjelang. Bbal-Gang yang hendak berangkat sekolah diwanti-wanti oleh Sung-Sook untuk membawa payung karena cuaca diramalkan akan hujan. Bbal-Gang menjawab bahwa biasanya jika hujan turun, seorang ibu yang akan menjemput anaknya dengan membawakan payung. Ja-Young segera menyambar kesempatan itu dan mengatakan akan melakukan hal tersebut apabila memang hujan turun. Sung-sook lalu membahas masalah nilai Bbal-Gang di sekolah yang berada di posisi #200. Ia pun meminta Bbal-Gang untuk tidak bergaul lagi dengan Chi-Yeol dan De-Goo. Ja-Young kembali membantah Sung-Sook dan meminta Bbal-Gang untuk tetap bergaul dengan mereka, karena keduanya adalah peringkat dua besar di sekolah. Sambil berbisik, ia mengatakan pada Sung-Sook bahwa bisa jadi Bbal-Gang ada di peringkat #300 apabila ia tidak bergaul dengan mereka. Bbal-Gang hanya tersenyum melihat kedua ibunya berselisih. Ia pun pergi sekolah dengan sebelumnya mengatakan bahwa jumlah murid di sekolahnya hanya ada 200 orang 😀

Mendengar hal tersebut, mereka berdua menyusul Bbal-Gang keluar. Sung-Sook langsung memarahinya karena merasa malu terhadap nilai Bbal-Gang yang jauh berbeda dengan dirinya dulu, juga karena ayah Bbal-Gang tidak mengajarinya hal yang baik. Ja-Young menambahkan dengan mengatai kuku Bbal-Gang yang panjang dan tidak pantas bagi seorang siswi SMA. Bbal-Gang memanfaatkan hal tersebut untuk mengadu domba kedua ibunya. Namun kali ini ia yang terkena getahnya karena Ja-Young tiba-tiba menamparnya karena merasa kata-kata Bbal-Gang — yang menganggap dirinya bukan ibu — sudah tidak pantas lagi sebagai seorang anak. Sung-Sook yang kaget melihatnya mempertanyakan mengapa Ja-Young berani menampar anaknya yang berharga. Ja-Young beralasan bahwa jika tidak diberlakukan keras seperti itu maka Bbal-Gang tidak akan berubah.

Bbal-Gang terdiam sejenak lalu mulai menangis dan berkata, “Apakah kalian tahu bagaimana ayah memperlakukanku meskipun ia tidak punya uang? Aku sama sekali tidak pernah melihat Na-Ri membawakan ramalan cuaca. Jika hujan, ayah menungguku di depan sekolah dengan membawa payung. Jika cuaca dingin, ia menungguku di sana dengan membawakan jaket. Jika turun salju, ia menungguku di sana dengan kentang manis panggang. Dan aku tidak pernah sekalipun memotong kukuku sendiri, ayah yang selalu memotongnya sebelum mereka tumbuh panjang. Aku belum bisa memotongnya sendiri semenjak ayah tiada karena aku merasa ayah akan memotongkannya untukku lagi. Tapi… tapi.. siapa kalian menyuruhku untuk memotong kukuku? Ketika dia meminta maaf bahwa semua itu adalah yang bisa ia lakukan karena kita tidak punya uang, dimana kalian berada? Kalian tidak pernah sekalipun membuatkan bekal makan siang, kenapa aku harus memanggilmu ibu?”

Ja-Young dan Sung-Sook hanya bisa terdiam mendengarkan hal tersebut. Kim Rak segera mengajak Bbal-Gang untuk masuk ke mobil dan berangkat ke sekolah, bersama dengan Chi-Yeol dan Dae-Goo yang sedari tadi berdiri di sana.

Di dorm, Hwa-Shin terbangun di kamar Na-Ri dan ia langsung stress mengingat apa yang sudah terjadi semalam saat ia mabuk. Na-Ri tiba-tiba masuk dengan membawakan mie gelas sesuai permintaannya semalam. Hwa-Shin berpura-pura lupa dan mengatakan bahwa ia tidak pernah meminta dibuatkan cup noodle. Na-Ri hanya tersenyum melihat ulahnya. Ia pun menyusul Hwa-Shin yang sudah keluar lebih dulu. Saat mereka berdua menunggu lift, pintu lift terbuka dan di dalamnya *jreng jreng* ada lima wanita yang semalam ditembak untuk kencan oleh Hwa-Shin. Satu demi satu dari mereka memandang ke arah Hwa-Shin, yang hanya terpaku karena tidak tahu harus berbuat apa.

Di dalam lift, mereka semua mengerjai Hwa-Shin dan menanyakan siapa jadinya yang akan ia ajak kencan. Sung-Sook bahkan ikutan, dengan mengatakan dialah yang akan berkencan dengan Hwa-Shin. Sung-Sook lalu mengatakan, setelah sebelumnya Hwa-Shin menyatakan berkencan dengan Na-Ri, semalam ia malah mengajak semua wanita di kantor untuk berkencan. Ia pun kembali bertanya, siapa yang akan diajak kencan oleh Hwa-Shin. Hwa-Shin membalikkan badan ke arah mereka, lalu, setelah menatap ke arah Na-Ri, ia menjawab bahwa ia akan berkencan dengan Hye-Won. Semua tersenyum mendengarnya, kecuali Hye-Won sendiri.

adegan_jealousy_10c

Begitu sampai di mejanya, ponsel Hwa-Shin berdering. Ternyata agen real estate yang menghubungi, mengabarkan bahwa ia sudah menemukan tempat yang dekat dengan apartemen ‘Rak Pasta’. Hwa-Shin pun menerima tawaran tersebut dan berjanji akan segera mengirimkan deposit uang sewanya. Ia pun menuju ke parkiran mobil untuk mengurus deposit tersebut. Ia tidak menyadari layar raksasa yang terpajang di dinding kantor sedang memutar video dirinya semalam saat berada di tempat Na-Ri.

Saat mobilnya mulai melaju, tiba-tiba Na-Ri muncul dan memintanya untuk berhenti. Ia mengatakan ada hal penting yang perlu ia katakan. Hwa-Shin mengira Na-Ri akan menjawab pertanyaannya semalam, namun Na-Ri justru meminta Hwa-Shin untuk merahasiakan pada Jung-Won tentang dirinya yang pernah naksir selama tiga tahun pada Hwa-Shin. Meski kesal mendengarnya, Hwa-Shin mengiyakan permintaan Na-Ri. Ia pun kembali menjalankan mobilnya.

Jung-Won berpamitan pada ibunya untuk pergi meeting. Ibunya mengatakan bahwa menurut kekasih Jung-Won hari ini akan turun hujan. Namun ia tidak percaya karena cuaca saat itu cerah dan menganggap kekasih Jung-Won adalah pembohong. Dan karena ia sudah berbohong di TV nasional, pastinya ia juga berbohong pada Jung-Won. Jung-Won membantahnya dan mengatakan itu adalah salah awan, bukan salah peramal cuaca. Ibu Jung-Won tidak mempedulikannya dan lanjut menceritakan bahwa ayah Jung-Won baru saja menelpon untuk pertama kalinya setelah tiga tahun berlalu. Menurut ibunya, ayah Jung-Won tidak akan menceraikannya apabila ia bisa menikahkan Jung-Won dengan Soo-Jung. Jung-Won terdiam mendengarnya.

“Aku ingin ibu bahagia,” ujar Jung-Won.

“Tentu saja,” jawab ibunya sambil tersenyum.

“Baguslah kalau begitu. Ibu pasti juga ingin agar aku bahagia,” balas Jung-Won sambil berlalu meninggalkan ibunya.

Ibu Jung-Won menyusulnya dan memintanya untuk tidak mempercayai Na-Ri. Ibunya yakin wanita lain hanya akan mendekati Jung-Won untuk uangnya. Itu sebabnya ia menjodohkan Jung-Won dengan Soo-Jung, yang keluarganya lebih kaya daripada keluarga Jung-Won.

“Apakah Soo-Jung mengatakan ia menyukaiku?” tanya Jung-Won.

“Aku baru saja brunch dengannya dan ia mengatakan ia menyukaimu. Ia juga ingin agar kamu segera bertemu dengan orang tuanya.” jawab ibu Jung-Won.

Jung-Won terhenyak mendengar jawaban ibunya, tidak menyangka Soo-Jung berbuat seperti itu. Ia pun segera masuk ke mobil dan pergi meninggalkan ibunya, setelah sebelumnya mengatakan bahwa yang berbohong adalah Soo-Jung. Dalam perjalanan, geram karena ditusuk dari belakang oleh Soo-Jung, Jung-Won berjanji akan membalasnya.

adegan_jealousy_10d

Di bank, Hwa-Shin mendapat kenyataan pahit bahwa uangnya ludes gara-gara terkena voice phishing. Ia pun segera menelpon brokernya untuk menjual saham-saham miliknya. Sementara itu, di kantor, dengan menggunakan tongsis, Na-Ri diam-diam membuat video rekaman untuk keperluan audisi. Berulang kali mencoba ia masih belum bisa membuat hasil yang memuaskan karena gugup.

Tiba-tiba Ja-Young datang bersama dengan dua orang anak buahnya. Melihat Na-Ri, Ja-Young lantas meminta kedua anak buahnya untuk pergi dulu. Sepeninggal mereka, Ja-Young mengatakan bahwa ia ingin membeli gantungan loker milik Na-Ri berapapun harganya. Na-Ri tidak keberatan. Sebelum Ja-Young pergi, Na-Ri menanyakan apakah Ja-Young orang adil dan netral, karena ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan persetujuan darinya. Tidak tahu apa yang Na-Ri bicarakan, Ja-Young berlalu tanpa mengatakan apa-apa dengan wajah heran.

Ibu Lee yang sedang berbaring di rumahnya mendengar suara pengasah pisau menawarkan jasanya. Ia segera keluar sambil membawa semua pisau yang ada di rumahnya dan memintanya untuk mengasah semua pisau tersebut setajam mungkin karena ia akan membutuhkannya segera 😀 Sementara itu, Hwa-Shin menuju suatu tempat dan menunjukkan SMS khusus yang ia terima kepada orang yang ada di kasir. Seorang bodyguard berbadan besar yang berjaga di sana kemudian menyuruhnya masuk dan berganti baju. Setelah berganti baju dan menyiapkan kamera tersembunyi, Hwa-Shin pun mengikuti si bodyguard hingga masuk ke sebuah ruangan tersembunyi. Ternyata tempat tersebut adalah tempat judi ilegal dan Hwa-Shin sedang melakukan investigasi rahasia untuk keperluan berita. Walau sempat ketahuan dan dihajar penjaga di sana, Hwa-Shin berhasil kabur dan rekaman videonya berhasil ditayangkan di TV.

Na-Ri dan Jung-Won menungguinya di ruang siaran pada saat Hwa-Shin menyiarkan hasil investigasinya. Jung-Won hendak mengajaknya untuk makan bersama dengan Na-Ri. Hwa-Shin menolaknya, berdalih sudah ada janji untuk makan malam. Menganggap Hwa-Shin sengaja menolak agar ia dan Na-Ri bisa bersama, Jung-Won pun memaksanya untuk tetap ikut. Tiba-tiba Hwa-Shin kalap dan menolak dengan tegas ajakan Jung-Won, sekaligus menyatakan tidak berminat untuk masuk ke dalam hubungan mereka berdua. Jung-Won kaget melihat sikap Hwa-Shin yang tiba-tiba berubah seperti itu. Sedangkan Na-Ri, di belakang Jung-Won, memberi tanda agar Hwa-Shin meredakan amarahnya (karena selama terapi tidak boleh marah-marah). Hye-Won yang sedari tadi memperhatikan mereka tiba-tiba nimbrung dan menanyakan apakah Hwa-Shin jadi makan malam dengannya. Hwa-Shin tanggap dan mengiyakan pertanyaan Hye-Won. Ia lantas menghampiri Hye-Won dan merangkulnya, lalu pergi keluar kantor. Na-Ri lalu menceritakan bahwa sekarang Hwa-Shin berkencan dengan Hye-Won.

adegan_jealousy_10e

Saat Hwa-Shin dan Hye-Won masuk ke dalam mobil, Jung-Won yang memperhatikan dari kejauhan mengatakan pada Na-Ri bahwa wanita itu bukan tipe Hwa-Shin. Sambil mencubit kedua pipi Na-Ri, Jung-Won menjelaskan bahwa tipe Hwa-Shin sama dengan tipenya. Itu sebabnya ia menjodohkan Na-Ri dengannya. Jung-Won yakin bahwa Hwa-Shin pun menyukai Na-Ri.

Sung-Sook tiba di apartemen. Saat sedang mengeluarkan belanjaannya, Kim Rak yang juga kebetulan berada di luar membantunya. Sung-Sook mengatakan bahwa ia akan membuatkan masakan untuk Bbal-Gang. Kim Rak tiba-tiba mengedipkan sebelah matanya pada Sung-Sook. Sung-Sook kaget melihatnya. Demikian pula dengan Kim Rak yang ternyata tidak sengaja melakukan hal tersebut. Dan tanpa diduga, lagi-lagi matanya berkedip hingga Sung-Sook makin kaget. Saat masuk ke kamar, ia ge-er merasa Kim Rak sedang flirting dengannya tadi. Namun ia kembali terkejut ketika melihat ada lukisan besar foto mertuanya terpajang di dinding. Untuk menenangkan hatinya, ia membuka kulkas dan memakan pangsit yang ada di sana. Dan untuk kesekian kalinya ia kaget ternyata ada catatan dari mertuanya tertempel di kulkas, yang menyebutkan bahwa pangsit tersebut adalah milik Bbal-Gang dan ia akan membunuh siapa saja yang berani memakannya.

Ja-Young menjemput Bbal-Gang di rumah. Chi-Yeol dan Dae-Goo keluar terlebih dahulu. Ja-Young lantas menghampiri mereka dan menanyakan keberadaan Bbal-Gang. Chi-Yeol menjawab bahwa ia akan keluar sebentar lagi. Tiba-tiba matanya berkedip dan Ja-Young pun kaget melihatnya. Sama seperti Kim Rak, Chi-Yeol juga tidak menyadari hal tersebut dan ia hanya bisa terdiam sambil menganga karena malu bercampur kaget. Ia lalu meminta maaf sambil berdalih bahwa ia berharap bahwa Ja-Young adalah ibunya karena ia tidak punya ibu. Ja-Young lantas mengatakan bahwa Chi-Yeol boleh menganggapnya sebagai ibunya jika ia mau sambil mengedipkan matanya.

Kim Rak masuk ke restorannya dan mencari obat impoten yang dibawakan Tae Ra. Setelah mengingat-ngingat kembali perkataan Tae Ra, ia pun meminum obat tersebut. Sementara itu, Hwa-Shin pergi bersama Hye-Won ke tempat tinggal yang ia sewa. Ternyata tempatnya persis di sebelah ‘Rak Pasta’. Tak lama Na-Ri datang bersama Jung-Won. Turun dari mobil, Jung-Won mempertanyakan sikap Na-Ri yang jadi formal terhadapnya semenjak mereka resmi berkencan. Ternyata Na-Ri melakukan hal tersebut karena ia belum punya banyak pengalaman berkencan. Jung-Won memakluminya dan memintanya untuk santai dan menikmati saja hal-hal tersebut tanpa perlu banyak berpikir. Na-Ri senang mendengarnya. Saat Jung-Won berpamitan pulang, tanpa diduga Jung-Won Na-Ri menghampiri dan menciumnya. Ganti Jung-Won yang senang.

Baru sedikit menjalankan mobilnya, Jung-Won melihat mobil Hwa-Shin yang diparkir di sebelah ‘Rak Pasta’. Tak lama, Hwa-Shin keluar dari kamar menuju balkon. Ia mengatakan pada Hye-Won bahwa ia ingin meminjam uang kepadanya sebesar $10,000, namun ia tidak akan berkencan dengannya meskipun ia meminjamkan uang tersebut. Hye-Won lantas memanasinya agar mengungkapkan perasaannya pada Na-Ri. Hwa-Shin menolak karena Na-Ri sedang berkencan dengan sahabatnya. Hye-Won memintanya untuk merebutnya kalau begitu. Lagipula, lanjut Hye-Won, Na-Ri sudah jatuh cinta kepadanya selama tiga tahun. Ia pasti akan datang apabila Hwa-Shin menyatakan cintanya.

[socialpoll id=”2389276″]

Hwa-Shin tidak percaya mendengarnya. Hye-Won terus meyakinkannya.

“Lupakan persahabatan yang bodoh,” ujar Hye-Won, “Orang lain bahkan tidak pernah memikirkan hal-hal semacam itu.”

“Aku rasa itu mungkin. Cinta. Cinta yang paling penting.” respon Hwa-Shin.

“Tentu saja,” balas Hye-Won. “Kamu hanya akan dianggap sebagai bajingan, itu saja.”

“Bajingan?” tanya Hwa-Shin heran.

“Ya. Kamu tidak ingin menjadi bajingan?” tanya Hye-Won balik.

“Kamu menggodaku?” balas Hwa-Shin.

“Sudah tentu.” jawab Hye-Won sembari tertawa.

Na-Ri yang sedang menaiki tangga berhenti karena mendengar suara tawa Hye-Won. Hye-Won pun melihatnya, lalu memberi tanda pada Na-Ri agar diam.

“Jadi Hwa-Shin, jangan jadi bajingan dan lakukan berita jam sembilan malam bersamaku dan kencani aku dan…” Hye-Won lanjut memancing Hwa-Shin.

“Kamu pikir aku tidak bisa melakukannya?” tanya Hwa-Shin sambil tertunduk.

“Aku bisa menjadi bajingan.” ujar Hwa-Shin dengan tegas.

Semua terdiam mendengarnya. Termasuk JUNG-WON yang ternyata juga sedari tadi mendengar pecakapan Hwa-Shin dengan Hye-Won dari balik tembok.

Preview Episode 11

» Sinopsis ep 11 selengkapnya

Reply