Cara Mengisi SPT 1770 PPh Final 1% Bagi Pebisnis Online

Tinggal 10 hari maka batas waktu penyerahan SPT (Surat Pemberitahuan) Pajak tahun 2016 akan ditutup. Bagaimana, gaes? Sudah menyerahkan SPT sesuai dengan kewajiban masing-masing atau belum? Kalau belum buruan gih, mumpung masih belum terlalu padat antriannya. Tadi pagi saya mengantri hanya menunggu 40 nomer saja kok, gak sampai 15 menit sudah dipanggil, hehehe.

Bagi temen-temen yang baru pertama kali mau menyerahkan SPT Pajak dan belum tahu cara mengisinya, khususnya buat temen-temen sesama pebisnis online nih, seperti janji saya dulu, kali ini saya akan menginformasikan bagaimana cara mengisi formulir SPT 1770 yang digunakan oleh pengusaha khususnya non-karyawan, baik yang berkecimpung di bidang UMKM maupun bisnis online. Dan karena tulisan ini diperuntukkan bagi pebisnis internet, maka jenis pajak yang dibayarkan adalah PPh Final 1% yah. Disamakan dulu nih persepsinya, karena cara mengisinya pun bakal berbeda antara yang menggunakan PPh Final atau bukan.

Berikut ini langkah-langkah mengisi SPT 1770 untuk PPh Final 1% sesuai PP 46 Tahun 2013:

  1. Siapkan terlebih dahulu lembar daftar peredaran usaha kotor untuk tahun pajak yang bersangkutan. Untuk contoh formatnya dapat dilihat di sini. Siapkan juga bukti pembayaran setoran pajak bulanan yang sudah Anda lakukan, baik melalui bank / kantor pos (lembar SSP rangkap 3) ataupun melalui ATM / internet banking (print out bukti transfer).

  2. Isi bagian identitas dan tahun pajak dari setiap lembar formulir 1770. Sudah cukup jelas yah, hanya tinggal mengisi nomer NPWP, nama, dan sebagainya. Untuk jenis usaha, isi saja dengan “bisnis online”, sedang untuk KLU dapat dikosongi. Untuk tahun pajak jangan lupa, jika misal Anda mengisi laporan pada bulan Maret 2016, berarti yang Anda laporkan adalah pajak periode 2015, jadi cantumkan periode 0115 hingga 1215.

    Bagian identitas WP dan tahun pajak

    Bagian identitas WP dan tahun pajak

  3. Pada lampiran 3 (1770 – III) bagian A (Penghasilan Yang Dikenakan Pajak Final Dan/Atau Bersifat Final) poin 16, masukkan total penghasilan kotor selama 1 tahun dan total jumlah pajak yang sudah dibayarkan. Silahkan mengacu pada lembar daftar peredaran usaha kotor yang telah disiapkan sebelumnya.

    Penghasilan kena pajak 1%

    Penghasilan kena pajak 1%

  4. Done! Gampang, kan? Untuk bagian lain hanya perlu diisi apabila Anda juga bekerja sebagai karyawan atau memiliki suami / istri yang bekerja dan terkena wajib pajak. Jika tidak, misalnya murni mencari nafkah dari bisnis online, atau belum menikah, maka tugas Anda sudah selesai. Untuk bagian lain dapat dibiarkan kosong atau dicoret (tahun lalu saya diminta mencoret kolom yang kosong, sedang untuk tahun ini dibiarkan saja).

Membayar dan melaporkan kewajiban pajak kita kepada negara sudah tidak serumit dan seribut tahun-tahun lalu. Bahkan, meski untuk tahun ini keberadaan drop box dan pojok pajak sudah berkurang, proses pelaporan SPT di KPP Pratama justru semakin nyaman dan teratur. Jika tahun lalu (saat menemani kedua orang tua saya) membutuhkan waktu hampir 1 jam, kini saya hanya menghabiskan waktu 15 menit saja mulai dari ambil nomer antrian hingga mendapatkan bukti penyerahan berkas SPT. Mangtaps, kan?

Untuk lebih jelasnya, berikut ini langkah-langkah penyerahan SPT di KPP Pratama yang saya jalani hari ini (2016). Untuk prosedur atau SOP di pojok pajak sepertinya agak berbeda karena jelas tidak menggunakan nomer antrian (setahu saya). Oh ya, bagi yang tidak bisa menyerahkan SPT Pajak secara langsung, jangan khawatir, ada beberapa alternatif opsi yang bisa dipilih. Baca selengkapnya di sini.

Langkah Penyerahan SPT di KPP Pratama

Langkah Penyerahan SPT di KPP Pratama

Ayo, jangan tunda lagi. Ingat, mulai tahun ini peraturan pajak bakal lebih diketatkan lagi. Selain bakal disahkan aturan untuk transparansi finansial individu (lupa nama aturannya) yang berlaku secara global (tidak hanya di Indonesia saja), juga proses hukuman penjara bagi yang ketahuan menunggak bakal lebih digiatkan lagi. Jangan sampai deh kita menikmati bermalam di hotel prodeo hanya gara-gara malas menyisihkan 1% dari penghasilan kita untuk negara. Kalau di sana kena hap kan berabe 😀

29 Comments - Add Comment

Reply