Tips Memilih Earphone Baru Yang Berkualitas

Saya sedang mencari earphone baru. Bukan untuk di dalam rumah. Selain di depan komputer atau laptop dan / atau dengan menggunakan headset, saya sama sekali tidak menggunakan earphone saat tidak sedang kemana-mana. Berbeda dengan pada kala berjalan-jalan. Berhubung saya termasuk golongan kaum minoritas budget traveler yang lebih mengandalkan kaki ketimbang harus merogoh kocek, plus terkadang melakukan trekking, mau tidak mau saya butuh earphone yang berbandrol terjangkau, namun tetap bagus dan berkualitas.

Lalu kenapa saya butuh earphone yang baru? Terus terang selama ini saya belum pernah membelinya. Saya selalu menggunakan yang ‘gratisan’. Entah paketan atau bonus dari pembelian handphone. Atau hasil tukar tiket arcade di game center. Alhasil tentu saja, kualitasnya pas-pasan.

Soal keluaran suara mungkin standard. Yang menjadi masalah bagi saya adalah soal kenyamanan. Kembali lagi ke saat traveling, saya bisa menggunakan earphone selama berjam-jam dalam sehari. Dan beberapa yang selama ini saya gunakan selalu punya efek samping yang tidak nyaman. Bikin telinga terasa sakit.

Lebih lanjut tentang traveling dan earphone ini nanti saya bahas di artikel terpisah.

Tampilan earphone baru. Bukan punya saya sih

Yah, pada dasarnya, saya memang harus mencari yang baru dengan tingkat kualitas (dan kenyamanan) yang lebih bagus.

Dari rujukan beberapa sumber referensi terpercaya, ada beberapa kriteria dalam mencari alias memilih earphone yang berkualitas.

Ketahui Bentuknya

Ada dua bentuk earphone yang umum. Yaitu In-Ear Monitor (IEM) dan Earbud. Yang disebut pertama biasanya terbuat dari bahan karet yang masuk ke dalam lubang telinga. Selain nyaman digunakan, suara dari luar akan terhalang sehingga terasa lebih jernih.

Sementara Earbud terbuat dari bahan plastik bundar yang keras. Biasanya hanya ditempelkan di lubang telinga saja. Dengan demikian masih ada suara dari luar yang terdengar saat kita memutar musik.

Sesuaikan Dengan Kebutuhan

Tiap jenis musik memiliki karakteristik masing-masing. Pun begitu dengan earphone. Yang hendak kita beli sebaiknya memiliki kesesuaikan karakter dengan musik favorit kita atau (rencananya) akan sering kita dengarkan. Sebagai contoh, pecinta genre rock dan klasik sebaiknya menggunakan earphone dengan karakter suara bright karena mengeluarkan suara cenderung treble. Contoh lain, untuk aliran musik hip hop dan metal bisa memilih yang bertipe warm, dimana suara bass dan midrange terdengar lebih tebal.

Perhatikan Spesifikasinya

Sebagian orang kemungkinan tidak memperhatikan spesifikasi earphone saat membeli. Padahal sebenarnya ini adalah poin yang paling utama. Sama seperti membeli laptop atau handphone misalnya, kita juga harus tahu spesifikasi agar kita seperti membeli kucing dalam karung.

Tiga poin spesifikasi yang sebaiknya diperhatikan adalah rentang frekuensi, impedance, dan sensitivitas.

Angka rentang frekuensi (dalam satuan Hz, misal 15 – 27,000 Hz) menunjukkan jangkauan frekuensi keluaran suara yang bisa kita dengar. Semakin lebar jangkauan frekuensi biasanya kualitas earphone akan semakin baik. Angka pada batas bawah menunjukkan kualitas bass (semakin rendah nilainya semakin baik), sedang angka pada batas atas menunjukkan kualitas treble (semakin tinggi nilainya semakin baik).

Berikutnya ada impedance / impedansi yaitu karakter tahanan dari driver headphone. Satuannya Ω (ohm). Umumnya untuk produk kelas konsumer nilainya adalah 32 Ω, sedang untuk kelas professional di atas 100 Ω. Semakin tinggi nilainya memang semakin bagus kualitasnya, namun membutuhkan daya yang lebih tinggi. Jika sekedar untuk ditandemkan dengan ponsel atau MP3 player, pilih yang angkanya standar saja. Daripada dipaksakan akan jadi tidak optimal.

Sensitivitas atau Sound Pressure Level (SPL) memiliki satuan mili watt (mW) atau desibel (dB). Nilai ini menunjukkan volume suara dasar yang mampu dihasilkan. Semakin besar angkanya maka keluaran yang dihasilkan akan terdengar nyaring. Sebaliknya, jika angkanya kecil, maka suara yang dikeluarkan tidak terlalu keras. Untuk faktor keamanan gendang telinga, sebaiknya pilih yang memiliki sensitivitas <85dB.Selain menunjukkan besar kecilnya suara, angka sensitivitas juga berkaitan dengan kebutuhan daya. Semakin kecil angkanya maka kebutuhan dayanya semakin besar.

Awasi Budgetnya

Harga biasanya tidak pernah bohong. Semakin berkualitas suara barang, harganya juga akan sejalan. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kita membeli kaleng kaleng tapi dengan bandrol yang menjulang. Jangan malas untuk membandingkan produk yang satu dengan yang lain, baik dari segi spesifikasi maupun biaya yang harus dikeluarkan.

KW atau ori? Yah, ini pendapat saya pribadi. Saya sendiri tidak mempermasalahkan barang KW kalau memang kualitasnya tidak kalah dengan yang asli. Tapi umumnya yang tidak bisa dihindari dari barang non-ori adalah ketahanannya. Yang asli biasanya lebih awet dan tahan lama ketimbang yang KW. Jadi kembali lagi sih ke pasal kebutuhan. Apakah memang hendak dipakai dalam jangka waktu lama atau hanya seperlunya saja.


Baiklah. Itu tadi adalah 4 poin utama dalam memilih earphone yang berkualitas. Nantinya pasti akan saya terapkan saat hendak membeli yang baru. Teman-teman juga, ya 🙂

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply