Review Manga Ikenie Touhyou (eYoung, 2015)

Satu lagi judul manga yang premis ceritanya tidak jauh berbeda dengan “King’s Game” maupun “Tohyo Game: One Black Ballot To You“. Yang menjadi jurang pembeda adalah hukuman yang diterima. Alih-alih kematian atau hukuman lain yang bersifat fisik, manga “Ikenie Touhyou” karangan Ryuuya Kasai ini mengangkat fenomena hukuman sosial yang marak terjadi di masyarakat semenjak berbagai layanan media sosial hadir. Lalu seperti apa ceritanya? Apakah layak untuk dibaca?

Sinopsis Singkat

Review Manga Ikenie Touhyou (eYoung, 2015)

Hari-hari Minato di sekolah berjalan biasa saja, hingga sebuah aplikasi bernama “Sacrificial Ballot” tiba-tiba saja terinstall di ponsel miliknya dan seluruh teman sekelasnya. Aplikasi tersebut meminta semua orang untuk memilih satu orang dari kelas mereka yang akan dikorbankan. Siapa pun yang terpilih akan menerima “social death” dimana ia akan dipermalukan di depan publik melalui rahasia terdalamnya.

Mengira aplikasi tersebut hanyalah sebuah prank, siswa siswi kelas 2-C mengikuti pemilihan yang diminta. Tanpa disangka, hukuman sosial yang dimaksud benar-benar terjadi dan itu hanyalah awal dari rangkaian peristiwa yang mengerikan.

Penulis: Ryuuya Kasai
Artis: Edogawa
Publikasi: 18 Desember 2015 ~ ???
Penerbit: e Young Magazine
Genre: Psychological, Supranatural, Adult, Mystery, Drama
Status: Completed

Review Singkat

Ryuuya Kasai seperti berusaha keras untuk membuat “Ikenie Touhyou” berbeda dengan manga serupa yang sudah sudah, namun sepertinya ia salah jalan. Bukannya jadi menarik, keseluruhan cerita dalam manga ini malah menjadi tidak jelas dan sulit dipercaya. Adalah unsur supranatural yang terselip di dalamnya, dimana aplikasi “Sacrificial Ballot” bisa berkomunikasi dengan pemilik ponsel layaknya manusia biasa. Bagi saya ini menjadi blunder karena cerita menjadi jauh dari kata realistis.

Begitu pula dengan sikap atau respon siswi siswi kelas 2-C yang mayoritas seperti orang bodoh. Tidak terlihat panik, namun juga tidak terlihat berusaha berpikir jernih. Yang ini penilaiannya agak subyektif dimana saya pribadi paling ilfil dengan karakter yang mudah menyerah / pasrah / asal menerima keadaan / tidak mau berusaha.

To be fair, tidak semuanya buruk. Sisi baiknya, cerita dalam “Ikenie Touhyou” terdiri dari 2 bagian. Yang pertama adalah saat si karakter utama, Minato, masih bersekolah. Dan yang kedua saat ia sudah lulus kuliah dan menjadi guru pengajar di sebuah SMA. Sayangnya, kebangkitan aplikasi “Sacrificial Ballot” di saat Minato sudah dewasa tersebut malah membuatnya makin absurd.

Oh iya, hampir lupa. Rahasia-rahasia yang terbongkar sebagian besar sama, berkaitan dengan hubungan s3ksual. Dari yang normal hingga yang terlarang. Tapi intinya sih sama saja. Alhasil jadi terasa membosankan dan minim elemen kejutan.

Total ada 69 chapter yang dibukukan menjadi 7 volume. Semuanya punya ilustrasi yang memuaskan hasil goresan tangan Edogawa. Namun dengan cerita yang kualitasnya berbanding terbalik, sulit bagi saya untuk merekomendasikan manga ini.

Not recommended!

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply