Review Manga Tohyo Game: One Black Ballot to You (Big Gangan, 2014)

“Tohyo Game: One Black Ballot to You” (投票げぇむ あなたに黒き一票を, Tōhyō Gēmu: Anata ni Kuroki Ippyō o) adalah manga bergenre misteri psikologi dewasa yang ditulis oleh Chihiro dan G.O. Ilustrasinya digarap oleh Tatsuhiko, yang saat ini juga sedang mengerjakan proyek “Country Girl – From TRianThology – Alice in the Land of the Three-Sided Mirror”. Chapter perdananya diterbitkan di majalah bulanan Big Gangan pada tanggal 25 April 2014. Kisahnya berakhir singkat, yaitu hanya dalam 17 chapter (3 volume) saja. Di Amerika Utara, manga ini sudah dibeli lisensinya oleh Yen Press.

Sinopsis Singkat

tohyogame

Di salah satu kelas di sebuah SMA, seorang siswa tiba-tiba saja membuat aplikasi untuk melakukan polling siswa maupun siswi terpopuler di kelas mereka. Tanpa disangka, kegiatan yang awalnya terlihat iseng tersebut berujung pada kejadian-kejadian tragis.

Penulis: Chihiro & G.O
Artis: Tatsuhiko
Publikasi: 25 April 2014 ~ 25 Agustus 2015
Serialisasi: Big Gangan
Jumlah Chapter: 17 chapter / 3 volume
Genre: Misteri, Psikologi, Adult, Seinen

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!

Sulit untuk tidak menuduh “Tohyo Game: One Black Ballot To You” sebagai penjiplak dari “King’s Game“-nya Nobuaki Kanazawa. Dari konsep hingga pelaku utamanya pun menggunakan alur yang nyaris sama persis. Pun begitu dengan bumbu adegan vulgar dan brutal. Anehnya, meski bertebaran adegan sadis, saya pribadi tidak merasa semerinding saat membaca “King’s Game”.

Kecuali dua sih. Saat ada tubuh salah satu karakternya yang terpotong menjadi dua akibat kejatuhan kaca dari atas gedung. Serta saat si tokoh utama mencongkel biji matanya sendiri. Harus diakui itu memorable banget. Bahkan meski adegan kedua tidak digambarkan secara eksplisit, tetap saja sukses bikin kebayang-bayang sampai sekarang.

Dengan alur cerita yang dejavu, perjalanan sepanjang 17 chapter terasa amat singkat. Tapi wajar. Di sini Chihiro & G.O sama sekali tidak membuang waktu untuk memperkenalkan para tokoh utama di awal. Background story yang sekiranya berkaitan mereka selipkan di tengah-tengah cerita. Dan menurut saya mereka melakukan tugasnya dengan baik.

Jujur saya tidak terlalu suka kisah flashback karakter yang berlebihan. Terkesan sebagai filler untuk menambah panjang durasi halaman saja. Biasanya langsung saya skip atau baca sekilas saja jika memang kaitannya penting dengan cerita. Cara kedua penulis melakukan cerita flashback di sini berhasil membuat saya tetap terpaku membaca lembar demi lembarnya.

Satu lagi yang saya suka adalah unsur kisah tragis yang sangat kental. Beberapa karakter punya masa lalu yang kelam, yang membuat saya bisa menerima keputusan tindakan mereka dari dalam hati kecil saya.

Secara keseluruhan, alur cerita dan twist yang nyaris sama dengan “King’s Game” mungkin akan membuat sebagian pembaca berhenti di tengah jalan. Namun saya sarankan untuk tetap melanjutkan hingga chapter terakhir karena unsur cerita (bukan alurnya ya) yang kuat bisa membuat kita lupa tentang kemiripan “Tohyo Game: One Black Ballot To You” ini dengan “King’s Game”.

Recommended!

rm tohyogame oneblackballlot

Leave a Reply