Review Komik Year Zero Vol. 2 #4 (AWA Studios, 2021)

Di cerita sebelumnya, Hallie Ragnar hendak berlabuh untuk mencari perlengkapan memperbaiki kapalnya yang rusak. Rencananya gagal karena dermaga dipenuhi zombie. Tak lama terlihat sebuah kapal pesiar tak jauh dari tempat mereka berada. Sementara itu, El Topo mengetahui bahwa Gabriel diam-diam menemui Manuel. Dengan sadis ia memasukkan keduanya ke kandang cheetah. Tidak jauh berbeda dengan nasib Tina Pumper. Pria yang masuk ke dalam mall ternyata hanyalah kroco dari gang bermotor yang sudah standby di depan mall. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak jawabannya dalam sinopsis komik Year Zero Vol. 2 #4 berikut ini.

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sinopsis Komik

Upshot’s hit series Year Zero returns with four new harrowing tales of survival from around a post apocalyptic world: A grizzled Norwegian sea captain and her two young grandchildren navigate an ocean teeming with undead while eluding the relentless pirates on their trail. A Colombian cartel boss indulges all of his most sadistic whims unaware that a threat far greater than zombies is headed toward his jungle fortress. A Rwandan doctor must overcome the crippling fear that has plagued him all his life as he stumbles through the African bush. And a pregnant woman barricaded in an American big box store discovers that the greatest threat to her life – and her unborn child’s – might not be undead.

Story: Benjamin Percy
Art: Juan Jose RYP
Color: Frank Martin JR
Letter: Andworld Design
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 24 Februari 2021

Di luar pesisir Norwegia. Hallie dan dua cucunya berurutan masuk ke dalam kapal pesiar. Sejauh ini sama sekali tidak terlihat tanda-tanda kehidupan di sana. Mereka bahkan menemukan dapur yang penuh berisi bahan makanan. Saking girangnya, Frans, salah seorang cucu Hallie, berharap mereka bisa tinggal di sana saja. Tanpa mereka sadari, perompak yang sebelumnya menyerang mereka mulai memasuki kapal pesiar. Sekoci yang sebelumnya digunakan Hallie juga sudah mereka buang.

Hallie dan cucunya lanjut memeriksa ruangan demi ruangan. Mereka kemudian tiba di ruang kontrol. Ada mayat sang kapten kapal di sana dengan sepucuk surat wasiat di tangannya. Dari surat tersebut, terungkap bahwa kapten kapal sengaja membunuh seluruh penumpang dan kru sebelum akhirnya membunuh dirinya sendiri. Semua ia lakukan agar mereka tidak terinfeksi virus dan berubah menjadi zombie.

—-

Di Kolombia, tentara dari Amerika mulai menembaki El Topo dan anak buahnya. Momen tersebut dimanfaatkan oleh Manual dan Gabriela untuk meloloskan diri dari kandang cheetah. Manuel mengajak Gabriela untuk bersembunyi. Gabriela menolak, ia sudah jenuh melakukan hal tersebut. Setelah memperoleh senapan milik salah seorang anak buah El Topo yang tewas, Gabriela menembaki satu per satu pintu kandang binatang buas koleksi El Topo. Dan sekelompok harimau, beruang, gorilla, dan lain-lain kini mulai bergerak ke arah mansion El Topo.

Di Rwanda, Ishmael Achebe pergi menuju dusun tempat tinggal orang yang sebelumnya mendatanginya. Ia mencoba menguatkan diri meski harus bertemu dengan berbagai binatang liar di tengah perjalanannya. Hingga pada akhirnya ia tiba di dekat dusun yang dimaksud. Apes, karena mengenakan kulit singa sebagai penyamaran, dada Ishmael justru terkena tombak salah seorang warga dusun tersebut. Ishmael pun berusaha menjelaskan bahwa ia datang untuk menolong mereka.

Di Phoenix, Arizona. Bradley, pria yang menyusup masuk ke mall dan ditangkap oleh Tina, memberitahu bahwa ada 19 orang anggota gang di luar mall. Ia mengaku diberi waktu 30 menit untuk mengintai kondisi di dalam. Jika setelah 30 menit ia tidak kembali maka mereka akan masuk ke dalam.

Tidak mau begitu saja menyerahkan ‘rumahnya’, Tina mengajak Bradley ke suatu tempat sembari memintanya menjelaskan segala sesuatu tentang gang tersebut. Tak lama Tina dan Bradley tiba di sebuah ruangan yang penuh dengan senjata. Tahu gang tersebut membawa truk tangki, dengan menggunakan sebuah senapan Tina lantas menembaki truk tersebut dari atap. Truk tersebut meledak dan membakar hampir semua anggota gang yang berada di dekatnya.

Satu yang bertahan hidup, sepertinya adalah pemimpinnya, kini berdiri tegak dengan tatapan tajam ke arah mall.


Di luar alur cerita Hallie yang mungkin sudah bisa ditebak arahnya, saya salut dengan twist yang dihadirkan dalam ketiga cerita lainnya. Terutama cerita Tina Pumper. Agak anti-klimaks sih. Sudah ngebayangin serunya doi habis-habisan perang melawan para anggota gang, eh cuma sekali serangan saja hampir seluruh anggota gang tewas. Keputusan Gabriela melepaskan binatang-binatang buas dari kerangkeng juga sama sekali tidak terduga. Tinggal menyisakan pertanyaan soal tentara Amerika yang menyerbu kediaman El Topo. Tokoh protagonis atau antagonis, kah?


rk yearzero2 4 3

Leave a Reply