Review Komik Wyrd #4 (Dark Horse, 2019)

Di cerita sebelumnya, muncul seseorang yang sepertinya akrab dengan masa lalu Pitor Wyrd. Sayangnya, alih-alih menjelaskan secara langsung pada Wyrd, ia hanya meminta Wyrd untuk mengingat-ingatnya sendiri. Dan justru itu yang hingga sekarang menjadi masalah bagi Wyrd — sama sekali tidak bisa mengingat masa lalunya. Di edisi pamungkas ini, apakah pada akhirnya semua misteri tentang Pitor Wyrd bakal terjawab? Simak akhir ceritanya dalam sinopsis komik Wyrd #4 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Wyrd #4 (Dark Horse, 2019)

Wyrd pays the price. Everything ends, and begins anew.

Plus: Kansas City, 1938. First contact. A familiar face.

Story: Curt Pires
Art: Antonio Fuso
Color: Stefano Simeone
Letter: Micah Myers
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 4 September 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Si agen pemerintah yang menjadi penghubung Pitor Wyrd (dan hingga sekarang tidak diketahui namanya) meminta Wyrd untuk sekali lagi melakukan tugasnya. Ia berjanji setelah tugas itu beres maka mereka tidak akan berhubungan lagi dengannya. Data-data Wyrd juga akan dihapus. Wyrd yang awalnya enggan akhirnya setuju untuk melakukannya.

Di Kansas City. Tampak sebuah rumah peternakan yang sunyi. Mayat-mayat bersimbah darah bergelimpangan. Dari seragamnya, sebagian sepertinya petugas kepolisian. Sesaat kemudian, sesosok anak kecil terlihat melayang turun dari balik jendela.

Anak kecil yang mengenakan jubah merah seperti Superman itu lantas menyapa Wyrd yang berdiri tak jauh di hadapannya. Ia ternyata sudah tahu Wyrd bakal datang ke sana.

Anak kecil tersebut lalu menceritakan apa yang sebelumnya terjadi. Dimulai dari suara keras di telinganya yang memicu kekuatan supernya, keberadaan laboratorium rahasia di bawah tanah area peternakan, hingga adanya jubah merah di dalam pesawat luar angkasa di laboratorium tersebut. Jubah tersebut disebut bukanlah jubah biasa, melainkan semacam organisme hidup yang punya kecerdasan tingkat tinggi. Anak kecil tersebut menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa Wyrd dikirim bukanlah untuk membunuhnya, melainkan untuk dibunuh olehnya.

Saat anak kecil yang belakangan diketahui bernama Connor menghajar Wyrd habis-habisan, adegan flashback menunjukkan kedatangan si agen pemerintah ke tempat tersebut sebelum Wyrd datang. Connor, yang lemah terhadap batu kristal berwarna hijau, diminta oleh si agen pemerintah untuk menghabisi Wyrd.

Dan itulah yang dilakukan Connor. Setelah meremukkan semua tulang di tubuh Wyrd, Connor membawanya terbang ke angkasa, lantas melemparkan tubuh Wyrd. Sepertinya ke arah matahari. Sesaat kemudian tubuh Wyrd terlihat menghilang begitu saja, hanya menyisakan mantel yang ia kenakan sebelumnya.

Sesuatu terlihat melesat jatuh dari luar angkasa menuju bumi. Tanpa diduga, itu adalah Wyrd, yang masih bisa hidup kembali meski sudah dihancurleburkan oleh Connor. Meski terheran-heran, dengan santai Wyrd melangkah masuk ke sebuah rumah makan serta memesan secangkir kopi dan sebotol whiski.

Tahun 2049. Si agen pemerintah yang akhirnya diketahui bernama Stillman tiba di sebuah rumah yang letaknya terpencil. Ada Wyrd di sana. Stillman meminta Wyrd untuk menyelesaikan sebuah kasus yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh orang lain. Wyrd enggan karena tidak mau dikhianati kedua kalinya oleh Stillman. Namun Stillman lantas memberikan penawaran yang sulit untuk ditolak — ia berjanji akan memberitahu Wyrd bagaimana caranya untuk mati.

Agen Stillman membawa Wyrd ke sebuah tempat yang berada jauh di bawah tanah. Tidak terlalu jelas apa yang berada di sana. Yang jelas, Stillman menyebutnya sebagai Black Wheel.


Bagi penggemar komik keluaran DC Comics rasanya tidak mungkin untuk tidak menyadari kemiripan karakter Connor dalam “Wyrd” dengan karakter Conner Kent alias Superboy. Mulai dari penampilan, jubah merah, kekuatan super yang dimiliki, hingga kelemahan terhadap batu kristal berwarna hijau yang super mirip dengan kryptonite. Saya pribadi tidak mempermasalahkannya. Malah jadi terasa makin seru.

Cerita di edisi pamungkas yang dinyatakan sebagai Book One ini memang belum tuntas dan punya potensi untuk dilanjutkan lagi. Saya sendiri pesimis hal tersebut bakal terjadi. Namun jika seandainya saja benar-benar ada kelanjutannya, semoga karakter Connor bisa dimunculkan lagi.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply