Review Komik Wyrd #2 (Dark Horse, 2019)

Di cerita sebelumnya, kita diperkenalkan pada karakter Pitor Wyrd. Manusia kebal yang tidak bisa mati. Ia sering diminta untuk melakukan tugas-tugas rahasia dari berbagai penjuru dunia. Salah satunya adalah merebut senjata biologis yang hilang di Crimea. Misi apalagi yang akan dihadapi oleh Wyrd? Bagaimana sebenarnya masa lalunya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Wyrd #2 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Wyrd #2 (Dark Horse, 2019)

Anarchy in the UK!

Wyrd is dispatched to deal with a politician endangering the international order . . . with black magic!

*A glimpse behind the curtain of Wyrd’s past.

*The second chapter of Pires/Fuso’s strange espionage epic is here!

Story: Curt Pires
Art: Antonio Fuso
Color: Stefano Simeone
Letter: Micah Myers
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 27 Februari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Oxford University. Seorang pria bernama Cameron dibawa ke sebuah gereja. Setelah memastikan bahwa Cameron siap melakukan ritual, salah seorang pendeta menggiring seekor babi besar ke hadapan Cameron. Cameron lantas berlutut di belakang si babi. Setelah menghela nafas, ia membuka celananya dan mulai menyetubuhi babi tersebut.

Wyrd tertawa terbahak-bahak mendengar cerita tersebut. Nyatanya, semenjak itu, Cameron menjadi terobsesi untuk menguasai dunia. Ia membuka niatnya dengan mengancam pemerintah negeranya untuk membocorkan dokumen-dokumen rahasia negara. Mau tidak mau Wyrd diminta untuk menyingkirkan Cameron, yang kini dijaga ketat oleh firma keamanan privat.

Wyrd tiba di Inggris. Dengan santai ia melompat keluar dari pesawat terbang dan langsung meluncur menuju kediaman Cameron, yang ternyata adalah Perdana Menteri Inggris. Dengan mudah satu demi satu tentara yang menjaga Cameron ia singkirkan.

Cameron sendiri tidak hanya memiliki obsesi menguasai dunia pasca ritual yang ia lakukan. Ia kini memiliki kemampuan untuk mengeluarkan energi listrik dari tubuhnya. Tanpa sungkan ia menggunakannya untuk menyengat Wyrd hingga hangus.

Untungnya, karena tidak bisa mati, Wyrd bisa terus melangkah mendekati Cameron, meski dengan tubuh yang berasap. Misinya pun ia selesaikan dengan cepat: membunuh Cameron dengan cara mematahkan lehernya.

Beberapa puluh tahun sebelumnya, di wilayah kekuasaan Nazi Jerman. Sepasang suami istri berangkat menuju bandara untuk meninggalkan negara tersebut. Sang istri diketahui sedang mengandung. Tanpa disangka, sebuah mobil lain menabrak mobil yang mereka kendarai. Seorang pria yang mengaku utusan Hitler keluar dan bersiap untuk membunuh suami istri tersebut. Sebelum itu terjadi, seorang pria lain muncul dan membunuh pria utusan Hitler itu.

Tahun 2049. Di sebuah rumah di wilayah Eropa bagian timur. Setiap malam, seorang pria (Wyrd) berdiri di balkon sembari meminum sebotol alkohol. Ia lantas mengeluarkan sebuah pistol dan menembakkannya ke kepalanya, berharap segalanya akan berakhir. Pistol meletus. Namun harapannya tidak pernah terwujud. Pria tersebut masih bisa berdiri tegak dan lanjut menghabiskan botol minumannya.


Alright, sepertinya benar tebakan saya di edisi lalu bahwa Wyrd adalah hasil rekayasa genetik. Di sini sudah ada petunjuk bahwa *sepertinya* kedua orang tua Wyrd diperalat oleh pihak Nazi untuk mengikuti semacam program kehamilan yang sebenarnya merupakan ajang eksperimen genetik. Seharusnya cerita yang lebih detil bisa kita dapatkan di edisi ketiga bulan depan.

Untuk cerita utamanya sendiri sebenarnya belum terlalu greget. Di dua edisi yang sudah hadir, karakter Wyrd hanya menghadapi musuh yang terbilang biasa-biasa saja untuk dirinya. Dan rasanya masih dalam tahap perkenalan terhadap karakter Wyrd itu sendiri. Kalau sampai di edisi #3 mendatang masih begitu begitu saja, rasanya saya harus berpikir ulang untuk melanjutkan mereview miniseri komik ini atau tidak…

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply