Review Komik Wonder Woman: Dead Earth #4 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Diana mendapatkan kenyataan pahit bahwa ialah yang telah membunuh sahabatnya sendiri, Superman. Tidak itu saja, ledakan besar yang dialami umat manusia dan memusnahkan sebagian besar di antaranya adalah akibat pertarungan yang terjadi antara dirinya dengan Superman. Merasa menyesal, Diana berniat untuk berada di pihak Dee dkk untuk melawan ibunya, Queen Hippolyta. Siapakah yang akan keluar menjadi pemenang? Simak akhir kisahnya dalam sinopsis komik Wonder Woman: Dead Earth #4 di bawah ini. Gassken!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Wonder Woman: Dead Earth #4 (DC Comics, 2020)

As the biggest and deadliest Haedra converge on the final fortress of humankind, Wonder Woman prepares to make the ultimate sacrifice to save humanity from the fury of Themyscira. Don’t miss the conclusion to this critically acclaimed DC Black Label series!

Story: Daniel Warren Johnson
Art: Daniel Warren Johnson
Color: Mike Spicer
Letter: Rus Wooton
Judul Edisi: Dead Earth Book Four
Tanggal Rilis: 18 Agustus 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dengan dibantu oleh robot Superman, Batman menyegel kekuatan Wonder Woman dan memasukkan kunci pembukanya ke dalam kotak berwarna hijau. Ia berpesan agar robot Superman suatu saat nanti menyerahkannya pada seseorang yang ia anggap layak.

Untuk menghidupkan kembali Wonder Woman, Batman kemudian membawanya ke Bat Cave dan memasukkan tubuh Wonder Woman ke dalam sebuah kapsul. Setelah mengaktifkan program rekonstruksi, Batman mengambil segelas minuman beralkohol, menuju sofanya, dan meneguk minumannya.

Eddog dan Theyden bekerjasama mengatur pasukan mereka untuk menghadapi pasukan monster Haedra. Kebetulan Theyden memiliki persenjataan senjata api yang cukup lumayan. Saat ditanya oleh Eddog, Theyden mengaku yakin bahwa Diana bakal kembali untuk mereka. Dan ia berniat untuk hidup pada saat itu terjadi.

Robot Superman membekali Dee dan Cheetah dengan sebuah pesawat terbang mini yang bersenjata canggih. Wonder Woman sendiri naik kuda pegasus miliknya. Rencananya hanya satu. Menghentikan ibunya agar otomatis pasukan Haedra berhenti menyerang. Bersama robot Superman, mereka semua berangkat menuju lokasi penduduk Camp New Hope berada.

Pertarungan besar-besaran dimulai. Pasukan Haedra pimpinan Queen Hippolyta melawan penduduk Camp New Hope yang dibantu oleh Wonder Woman dkk. Theyden tersenyum melihat Diana kembali, tepat sesuai tebakannya. Tanpa banyak membuang waktu, Diana sendiri menginstruksikan agar Eddog dan pasukannya fokus menyerang ke arah Queen Hippolyta.

Sayangnya, tidak semuanya berjalan mulus. Theyden tewas di tangan Nubia saat melindungi Dee yang terjatuh dari pesawatnya. Pun begitu dengan robot Superman, hancur berkeping-keping dimangsa monster Haedra raksasa yang ditunggangi Queen Hippolyta. Wonder Woman juga ambyar, tak sadarkan diri setelah dihajar Nubia.

Melihat kondisi yang sedemikian rupa, Dee minta agar Eddog dan pasukannya membukakan jalan untuknya. Sebelumnya, robot Superman berpesan pada Dee bahwa keputusan untuk membuka kembali kekuatan Wonder Woman berada sepenuhnya di tangan Dee sebagai perwakilan dari umat manusia. Dan saat itu, Dee sudah memutuskannya.

Dengan sekuat tenaga ia berlari menghampiri Diana. Sabetan pedang yang melukai tubuhnya tidak ia pedulikan. Begitu pula dengan hantaman Nubia yang harus ia terima saat ia berhasil menggapai tubuh Diana dan mengaktifkan kekuatannya.

Begitu menyadari kekuatannya kembali seperti semula, Wonder Woman menghampiri ibunya dan meminta agar ia mmebawa mundur pasukan Haedra dari tempat tersebut. Ibunya menolak karena semua ini berawal dari ulah manusia. Ia meminta Wonder Woman memilih. Jika memang putrinya ingin berada di pihak manusia, maka ia harus mengalahkan dirinya dan juga seluruh pasukan Haedra.

Mau tidak mau Wonder Woman melakukannya. Satu demi satu monster-monster Haedra ia habisi. Termasuk Nubia. Hingga akhirnya tersisa Queen Hippolyta seorang. Wonder Woman mencoba meminta ibunya menerima bahwa ada hal-hal baik dalam diri manusia. Ibunya menolak, memilih untuk pergi meninggalkan Wonder Woman. Wonder Woman hanya bisa menatapnya sembari menangis.

Wonder Woman dan Cheetah masuk ke ruang bawah tanah Themyscira untuk mencari ibunya. Tidak ada siapapun di sana. Walau bersedih, Wonder Woman memastikan bakal terus berusaha mencari ibunya dan menyembuhkannya.

Dee siuman setelah beberapa hari tak sadarkan diri. Sudah ada Diana di hadapannya. Ia mengaku bahwa ia belum bisa sepenuhnya percaya pada Diana. Diana tidak membantah karena menyadari kesalahannya. Alih-alih, ia berjanji akan berusaha mengembalikan bumi seperti sediakala. Dan ia mengajak Dee untuk bersamanya melakukan hal tersebut.


Sebuah ending yang mengecewakan menurut saya pribadi. Bau-baunya sudah terasa sebenarnya di edisi #3 lalu. Dimana Diana / Wonder Woman merasa bersalah karena telah menghancurkan sebagian bumi saat pertarungannya dengan Superman. Ya, di satu sisi ia memang salah karena tidak bisa mengontrol emosinya. Namun di sisi lain ia seolah mengabaikan FAKTA bahwa yang lebih dulu bersalah adalah pihak manusia. Aneh ketika ujung-ujungnya Diana merasa dialah yang PALING bersalah atas segala sesuatunya.

Poin tersebut semakin tertegaskan di edisi #4 ini. Tidak hanya Diana, karakter Dee juga lumayan bikin emosi karena menutup hati bahwa pemicu perbuatan Wonder Woman sebelumnya adalah ulah manusia. Kalau Batman yah tidak perlu dibahas, dari dulu sudah seperti itu karakternya.

Terus terang saya masih tertarik untuk membaca cerita lain di jagat WW Dead Earth ini (jika ada). Asal tidak membawa ide yang sama, tentang yang bersalah HANYALAH Wonder Woman.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply