Review Komik Wonder Woman: Dead Earth #2 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Wonder Woman (Princess Diana) terbangun di dunia yang terlihat sudah hancur (post apocalypse) akibat perang nuklir. Pertemuannya dengan Tal, Dee, serta Eddog membawa Wonder Woman bergabung dalam satu-satunya perkampungan manusia yang masih bisa bertahan hidup hingga sekarang. Sempat mendapat penolakan, serangan dari pasukan monster Haedra membuat Wonder Woman kini diterima dengan baik dan bahkan dipercaya menjadi pemimpin mereka. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang sebenarnya telah terjadi selama Wonder Woman tertidur ratusan tahun lamanya? Simak kelanjutan cerita dalam sinopsis komik Wonder Woman: Dead Earth #2 berikut, ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Wonder Woman: Dead Earth #2 (DC Comics, 2020)

Determined to give the remnants of humanity refuge on the shores of Themyscira, Wonder Woman’s hopes are dashed when she finds the island paradise a shadow of its former self, with her Amazon sisters long gone and something unimaginable in their place.

Story: Daniel Warren Johnson
Art: Daniel Warren Johnson
Color: Mike Spicer
Letter: Rus Wooton
Judul Edisi: Dead Earth Book Two
Tanggal Rilis: 19 Februari 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dalam latihan fisik bersama Nubia, tanpa sengaja Princess Diana yang tidak bisa mengkontrol kekuatannya nyaris mencelakai Nubia sekaligus dirinya sendiri. Queen Hippolyta, ibu Princess Diana, ternyata sudah mengetahui hal tersebut. Tidak sekedar tahu, melainkan sadar bahwa dirinya lah yang membuat putrinya menjadi sedemikian kuat.

Alkisah, dalam sebuah pesta, Queen Hippolyta sengaja membuat para dewa tak sadarkan diri agar ia bisa mengambil darah mereka satu persatu. Darah tersebut kemudian ia gunakan untuk menciptakan Princess Diana. Itu sebabnya Princess Diana memiliki kekuatan yang sangat besar. Queen Hippolyta sendiri melakukan hal tersebut karena tidak ingin suatu saat nanti putrinya mengalami hal sama yang pernah ia alami dari para dewa. Sayang tidak dijelaskan dengan detil hal apa yang dimaksud oleh Queen Hippolyta di sini.

Princess Diana dan Dee menemui Theyden, pemimpin lama Camp New Hope yang kini dipenjara. Setelah menceritakan rencananya untuk membawa semua orang ke tempat yang jauh lebih baik, Princess Diana mengajak Theyden untuk bekerja sama. Awalnya Theyden menolak karena ia merasa bahwa metode kepemimpinannya yang menggunakan kekerasan sangatlah efektif. Pun begitu, pada akhirnya ia setuju untuk mencoba cara baru yang ditawarkan oleh Princess Diana.

Dee mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Princess Diana terkait Theyden. Princess Diana meyakinkan, bahwa dengan pengalaman hidupnya yang telah mencapai ratusan tahun, ia percaya bahwa siapa saja bisa berubah menjadi lebih baik.

Tak lama Eddog muncul dan memberitahu Princess Diana bahwa Tal mencarinya. Diam-diam Tal ternyata telah membuatkan sebuah kapal sederhana untuk mereka, mengingat tempat baru yang menjadi tujuan mereka nanti merupakan sebuah pulau. Tal juga telah mengecek isi sabuk perlengkapan Princess Diana — yang merupakan milik Batman — dan terkagum-kagum dengan apa yang ia temukan di sana.

Perjalanan memindahkan seluruh penduduk kota menuju Themyscira pun dimulai. Hari demi hari mereka lalui. Princess Diana sempat teringat dengan gauntlet (gelang besi) yang diberikan oleh Nubia kepadanya. Gelang tersebut mampu mengontrol kekuatannya agar tidak terlalu berbahaya seperti sebelumnya. Namun untuk saat ini Princess Diana tidak ingat lagi dengan keberadaan gelang besi tersebut.

Suatu malam, rombongan mereka tiba-tiba diserang oleh satu sosok monster berukuran raksasa. Princess Diana meyakinkan para prajurit agar tidak gentar dan memimpin mereka menghadapi monster tersebut. Sayangnya, tidak mudah untuk mengalahkan si monster. Di saat pada akhirnya Princess Diana berhasil menaklukkannya, sudah berjatuhan banyak korban dari pihak prajurit penjaga.

Yang mengejutkan, setelah memeriksa tubuh si monster, Tal merasa bahwa monster tersebut memiliki struktur tubuh dan organ dalam yang mirip dengan manusia.

Princess Diana dan pengikutnya tiba di ujung daratan. Bersama dengan Tal dan Dee mereka bertiga melanjutkan perjalanan menggunakan perahu untuk terlebih dahulu mengecek kondisi Themyscira. Princess Diana langsung kaget melihat kondisi pulau yang hancur berantakan.

Setelah meminta Tal dan Dee menunggu di perahu, Princess Diana melangkah masuk ke dalam pulau. Ia sempat bertemu dengan sosok berbaju besi yang ia yakini sebagai Nubia. Tanpa berkata apa-apa, sosok berbaju besi tersebut menunjuk ke arah bangunan bawah tanah.

Mengikuti arahan dari sosok berbaju besi, Princess Diana tiba di sebuah ruangan. Siapa sangka, di hadapannya muncul sosok ibunya, Queen Hippolyta. Yang lebih membuatnya terkejut, bagian bawah tubuh ibunya telah berubah menjadi tubuh monster.

Queen Hippolyta lantas memegang kepala Princess Diana dan menunjukkan apa yang telah terjadi. Tempat tinggal mereka ternyata dulunya diserang oleh rudal nuklir oleh pihak manusia. Rudal nuklir tersebut memang tidak mampu menghancurkan Themyscira, namun tidak dengan efek yang ditimbulkan. Radiasi nuklir membuat tubuh penghuni Themyscira bermutasi menjadi monster yang mengerikan.

Untuk membalasnya, Queen Hippolyta memerintahkan monster-monster tersebut untuk menyerang pihak manusia. Termasuk monster Haedra dan monster raksasa yang sebelumnya dibunuh oleh Princess Diana. Princess Diana syok mendengarnya.

Mendadak Dee muncul dan langsung menebaskan pedang yang ia bawa ke kedua lengan Queen Hippolyta. Sesaat kemudian terlihat sosok berbaju besi sedang mengejar Tal. Princess Diana yang mencoba menyelamatkan Tal malah terkena tendangan dari si sosok berbaju besi tersebut. Tanpa membuang waktu, Tal lantas melemparkan granat yang ada di dalam sabuk perlengkapan Princess Dian ke arah Queen Hippolyta dan sosok berbaju besi.

Bersama dengan Dee, Tal membopong Princess Diana kembali ke perahu. Sayangnya, sebelum mencapai tujuan, sosok berbaju besi berhasil mengejar mereka dan membunuhnya. Dalam kondisi terpojok, Cheetah (Barbara Ann Minerva) muncul dengan menunggangi kuda pegasus. Kehadirannya mampu mencegah si sosok berbaju besi, yang ternyata benar adalah Nubia, berbuat lebih jauh pada Princess Diana dan Dee.

Setelah menurunkan Princess Diana dan Dee tidak jauh dari tempat penduduk kota berada, Cheetah berpamitan karena sadar dirinya tidak diterima oleh yang lain. Tanpa diduga, Princess Diana kemudian memutuskan untuk tidak akan lagi membantu Dee dkk dan memilih untuk ikut bersama dengan Cheetah.


Serial ini ternyata lebih gelap dari yang saya kira di awal. Begitu masa lalu Princess Diana / Wonder Woman terungkap, plus misteri hancurnya Themyscira akibat ulah manusia, *boom* cerita seperti berubah 180 derajat. Ke arah yang lebih greget dan seru pastinya. Memang belum jelas apakah Queen Hippolyta yang ditemui Diana benar adalah ibunya atau bukan. Saya sih berharap benar karena jauh lebih keren seperti itu ketimbang hanya monster biasa yang menyamar menjadi ibu Diana.

Apesnya, dengan kepergian Diana bersama Cheetah sebagai penutup cerita di edisi #2, sulit untuk menerka-nerka bagaimana kelanjutan kisahnya di edisi mendatang. Kita tunggu saja bersama-sama.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply