Review Komik Wonder Woman: Dead Earth #1 (DC Comics, 2019)

Saya bukan penggemar serial komik Wonder Woman. Sejarahnya pun hanya tahu seperlunya saja. Tidak sampai yang detil. Anehnya, begitu membaca sekilas komik anyar imprint DC Black Label yang satu ini, kok rasanya gatel kalau tidak mengikutinya sampai selesai. So here we go, sinopsis dan review singkat dari komik Wonder Woman: Dead Earth #1. Selamat membaca!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Wonder Woman: Dead Earth #1 (DC Comics, 2019)

The celebrated creator of Murder Falcon and Extremity and artist of The Ghost Fleet, Daniel Warren Johnson brings bold sci-fi chops to his DC debut with a harrowing vision of Wonder Woman unlike anything you’ve ever seen. Princess Diana of Themyscira left paradise to save Man’s World from itself. When Wonder Woman awakens from a centuries-long sleep to discover the Earth reduced to a nuclear wasteland, she knows she failed. Trapped alone in a grim future, Diana must protect the last human city from titanic monsters while uncovering its secret of this dead Earth-and how she may be responsible for it.

Story: Daniel Warren Johnson
Art: Daniel Warren Johnson
Color: Mike Spicer
Letter: Rus Wooton
Judul Edisi: Dead Earth Book One
Tanggal Rilis: 18 Desember 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Cerita dibuka dengan potongan masa lalu Wonder Woman (Princess Diana). Tentang ibunya yang memberitahu Diana bahwa ia menciptakan Diana dari lumpur. Tentang sebuah pesawat yang terjatuh di hutan dekat kerajaan tempat tinggal Diana dan Diana bertemu dengan pilot pesawat tersebut yang berhasil selamat. Tentang adanya bom-bom nuklir yang meluluhlantakkan bumi.

4 orang remaja sedang menyusuri sebuah hutan. Mereka adalah Tal, Dee, Eddog, dan Jonesy. Tiba-tiba muncul monster Haedra tak jauh dari tempat mereka berada. Sempat bersembunyi, Dee tanpa sengaja menginjak ranting pohon dan membuat Haedra berlari menyerang mereka.

Tiba di mulut sebuah gua, Tal terlebih dahulu tersandung dan terjungkal ke dalam mulut gua. Dee dan Jonesy ragu untuk melompat ke dalam, namun melihat Eddog yang mati-matian menghadapi Haedra hingga terluka membuat keduanya akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam gua.

Sempat mengira mereka sudah selamat, tanpa disangka Haedra ikut menyusul. Lompatan Haedra membuat pijakan mereka ambruk dan mereka pun meluncur jatuh ke atas sebuah pesawat. Saat sudah pasrah, muncullah Diana yang mencegah monster Haedra menghabisi Dee, Jonesy, dan Tal.

Sayangnya Haedra tidak mudah untuk dikalahkan. Ia menyerang balik dan mampu memojokkan Diana. Jonesy lantas menusukkan pisaunya ke kaki Haedra untuk membantu Diana. Apes, hal tersebut membuat Haedra marah dan menyabetkan kuku panjangnya ke perut Jonesy. Diana lalu memanfaatkan kesempatan yang diberikan Jonesy untuk membunuh Haedra.

Sesaat kemudian, Diana terlihat kebingungan. Ia heran kenapa baju perangnya tidak ada di tubuhnya. Begitu pula dengan kekuatannya yang jauh menurun, tidak seperti biasanya. Sementara itu, Jonesy akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Dee.

Saat berjalan keluar, Diana baru menyadari bahwa saat itu mereka sedang berada di dalam Bat Cave. Tidak itu saja. Ia bahkan melihat dengan mata kepalanya sendiri jasad Batman yang seperti hancur karena terkena efek bom nuklir.

Eddog yang selamat bergabung dengan mereka bertiga. Dee lalu menceritakan mengenai bumi yang telah lama hancur karena ledakan besar dari bom atom. Dunia jadi rusak dan muncul monster-monster hasil mutasi seperti Haedra. Setelah sebelumnya mengambil utility belt milik Batman, Diana kemudian meminta diijinkan untuk ikut dengan Dee dkk kembali ke tempat tinggal mereka.

Waktu berlalu, mereka akhirnya tiba di Camp New Hope, yang diklaim sebagai kota terakhir yang ditinggali oleh manusia. Tanpa disangka, Eddog dan Dee tiba-tiba membius Diana karena tidak ingin Theyden, pemimpin Camp New Hope, marah dengan mereka yang kembali tanpa membawa apa-apa.

Keputusan mereka tepat. Theyden tampak puas dengan apa yang dibawa oleh Dee dkk. Namun saat hendak berbuat yang tidak-tidak, Diana keburu tersadar dan langsung mencoba melawan. Kalah jumlah, anak buah Theyden bisa menangkap kembali Diana, yang lantas dijebloskan ke penjara untuk menerima hukumannya.

Dee menemui Diana di penjara. Ia meminta maaf karena semua itu ia lakukan demi bisa bertahan hidup. Diana tidak mempermasalahkannya. Ia bahkan menyatakan rasa cintanya pada Dee, yang dianggapnya mirip dengan orang yang pernah ia temui di masa lalu. Orang yang dimaksud adalah pilot pesawat tempur yang ditemui oleh Diana di hutan.

Dee terkaget-kaget mendengarnya. Ia tidak percaya bahwa Diana bisa semudah itu memiliki perasaan cinta terhadapnya. Namun urusan mereka terpotong dengan hadirnya anak buah Theyden yang hendak membawa Diana ke gelanggang.

Gelanggang yang dimaksud ternyata sudah penuh oleh penonton, yang tentu saja adalah penduduk Camp New Hope. Dan hukuman yang harus diterima oleh Diana adalah bertarung melawan seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Cheetah (Barbara Ann Minerva).

Sementara Diana mencoba menyadarkan Cheetah, pasukan monster Haedra menyerbu Camp New Hope. Jumlah mereka yang tidak sedikit membuat pasukan penjaga kewalahan. Di saat-saat terakhir, Diana yang sudah berhasil menyadarkan Cheetah muncul dan membantu pasukan Camp New Hope melawan pasukan Haedra. Hasilnya sesuai yang diharapkan, para Haedra bisa dibunuh.

Melihat aksi heroik Diana, para prajurit dan penduduk Camp New Hope langsung mengelu-elukannya. Perayaan mereka sempat terhenti dengan munculnya Cheetah yang mengejar Theyden. Ia seperti punya dendam tersendiri terhadapnya. Prajurit Camp New Hope hendak menyerang Cheetah, namun Diana mencegahnya. Ia lalu mencoba berbicara dengan Cheetah dan akhirnya bisa membuatnya tenang.

Dengan suara lantang, Diana menyatakan bahwa dirinya akan membantu penduduk Camp New Hope. Tidak hanya untuk bertahan hidup, melainkan juga untuk menemukan tempat tinggal yang jauh lebih baik dari tempat mereka berada sekarang. Semua penduduk beserta prajurit setuju.

Diana lantas meminta Eddog untuk memasukkan Theyden ke sel. Sayangnya, Cheetah masih belum sepenuhnya bisa menghilangkan dendamnya sehingga ia memilih untuk pergi meninggalkan Diana. Kepada Dee Diana lalu memberitahukan niatnya untuk membawa mereka semua ke Themyscira.


Begitu membuka lembar pertama saya yakin yang paling mencolok adalah artworknya. Banyak yang tidak suka dengan model artwork semacam ini. Saya sendiri tidak masalah. Yang saya permasalahkan justru penggambaran wajah Wonder Woman / Princess Diana yang terlihat terlalu imut seperti anak-anak. Auto kebayang tiba-tiba serial ini berhenti di tengah jalan gara-gara penulis sekaligus desainernya terkena kasus pedophile.

Dari ceritanya sendiri cukup lumayan. DC Comics sepertinya memang sedang hobi mengeksplor hal-hal yang berbau apocalypse atau kehancuran dunia. Sebut saja DCeased dan Batman: Last Knight On Earth. Meski tidak berhubungan satu sama lain, tapi nuansa yang dihadirkan nyaris sama.

Semoga saja ada penjelasan yang masuk akal tentang bagaimana Wonder Woman bisa survive selama berpuluh-puluh tahun lamanya dan baru tersadar saat ini. Mengingat ia ada di dalam Bat Cave, mungkinkah Wonder Woman diselamatkan oleh Batman?

Apapun itu, Wonder Woman: Dead Earth sepertinya bakal mampu menjaga standar kualitas dari DC Black Label. Bravo, DC Comics!

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply