Review Komik Vindication #2 (Image, 2019)

Di cerita sebelumnya, detektif Chip Christopher (berkulit putih) terobsesi dengan seorang mantan narapidana yang bernama Turn Washington (berkulit hitam). Ia yakin bahwa pembatalan penahanan Turn adalah keputusan yang salah dan Turn benar-benar bersalah. Ia pun mencoba mencari celah untuk bisa menangkap kembali Turn. Benarkah niat detektif Chip murni demi menegakkan hukum? Atau karena terpengaruh soal rasis? Simak yuk kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Vindication #2 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Vindication #2 (Image, 2019)

After Turn’s release, a murder occurs—and it’s almost identical to the one he was convicted of committing. To protect his job and his reputation, Detective Christopher will have to defy his captain and Internal Affairs in order to prove that Turn Washington is guilty. But was it luck that brought him to the evidence that ties Turn Washington to the new murder scene—or something else?

Story: MD Marie
Art: Dema Jr. (Inker) / Carlos Miko (Penciller)
Color: Thiago Goncalves
Letter: Troy Peteri
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 6 Maret 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dalam CD yang dikirimkan oleh seseorang sebelumnya, terdapat video yang memperlihatkan Lacy Turner, wanita yang diketemukan tewas, sedang memegang sebuah kartu memori. Detektif Chip memutuskan untuk kembali ke TKP untuk mencari kartu memori tersebut. Alih-alih menemukannya, ia malah memergoki Turn juga sedang berada di sana.

Detektif Chip mencoba mengejarnya, namun Turn berhasil meloloskan diri. Ia ternyata juga sedang mencari kartu memori milik Lacy.

Detektif Chip sedang berada di ruangannya saat rekannya, detektif Ar-Rahmad, masuk ke dalam. Ar-Rahmad memberitahu Chip bahwa partnernya sedang meminta agar Chip ditangguhkan dari pekerjaannya sampai kasus kekerasan yang Chip lakukan terhadap Turn sebelumnya tuntas. Ar-Rahmad mengingatkan agar Chip berhati-hati dan bersiap atas segala konsekuensi yang mungkin bakal ia hadapi.

8 tahun yang lalu. Ar-Rahmad ternyata pernah menjalin hubungan asmara dengan Chip. Kisah mereka berakhir saat Ar-Rahmad dipindahtugaskan ke bagian Internal Affair karena akan beresiko pada jabatan mereka masing-masing.

Satu malam setelah perpisahan itu, Chip dan partnernya mengkonfrontir sebuah perampokan. Pelakunya pria berkulit hitam, keturunan Afrika Amerika. Insiden tersebut menewaskan partner Chip.

Chip menghubungi rekannya, Carl, dan meminta bantuan untuk mencari seseorang bernama Ronald Evans a.k.a Ron E. Ia sering terlihat bersama Turn sebelumnya.

Sesaat kemudian, sebuah telpon masuk dari seseorang yang mengaku bernama Carmine Jensen. Ia menanyakan perkembangan kasus pembunuhan Lacy. Karena curiga, Chip tidak menjawabnya. Tanpa basa basi Carmine menutup telponnya.

Turn menemui sahabatnya seorang detektif swasta bernama Lisa Watson. Kartu memori yang ada di tangan Lacy ternyata adalah milik Turn, berisi bukti kejadian pembunuhan yang sebenarnya. Ia minta bantuan pada Lisa untuk menemukan kembali kartu memori tersebut sebelum sampai di tangan Chip.

Lisa menduga bahwa Turn tidak membantah saat dituduh membunuh karena ia hendak melindungi kakaknya. Turn membantahnya namun tidak mau memberitahu alasan yang sebenarnya.

Kenney bertemu dengan Ron E. Ia minta bantuannya untuk aksi kriminal yang hendak ia lakukan esok malam. Tahu Kenney melakukan hal itu demi ibunya, Ron E tidak menolak. Kenney juga berharap agar Turn berada jauh jauh dari mereka saat aksi tersebut berlangsung.

Carl menghubungi detektif Scope, menceritakan tentang Chip yang sedang mencari Ron E. Setelah diberitahu bahwa Chip hanya ingin berbicara dengan Ron E, Scope segera mengatur pertemuan di antara keduanya.

Dari tetangga rumah Lacy, Lisa menemukan fakta bahwa ada orang ketiga yang tampaknya mencari keberadaan kartu memori Turn. Orang tersebut memiliki perawakan gemuk pendek. Selain itu, mobil Lacy ternyata sedang dititipkan di rumah si tetangga. Lisa pun meminta ijin untuk melihatnya.

Berbekal informasi dari Scope, Chip memergoki Kenney yang hendak pergi bersama Ron E. Namun Kenney tidak hanya berhasil lolos. Ia juga sukses menghajar Chip, yang kini tergeletak dengan Kenney dan dua orang rekannya berdiri di hadapan Chip. Salah satunya sudah menodongkan pistolnya ke arah Chip.


Oke, cerita memang makin menarik dengan misteri yang satu persatu mulai terungkap. Tapi artwork kembali menjadi pengganjal utama saya bisa benar-benar menikmati komik ini. Sama halnya seperti pada edisi perdana, penggambaran yang tidak konsisten serta tidak jelas menjadi penyebabnya.

Sebut saja Lacy yang di satu frame memakai jubah mandi namun di frame selanjutnya jubah tersebut terlihat menempel di depan tubuh Lacy. Atau Lisa yang di satu frame sedang bersama Ar-Rahmad namun di frame berikutnya sudah sendirian, sedang mobil yang ia tumpangi terlihat sama persis.

Belum lagi pada adegan akhir dimana cerita menjadi tidak jelas. Yaitu saat Chip menggeberek Kenney. Bukankah yang ingin ia cari adalah Ron E. Kenapa ia malah berusaha menangkap Kenney?

Di luar itu, seperti saya sebutkan sebelumnya, alur cerita berkembang dengan baik dan terasa makin menegangkan. Ada bau-bau jebakan / adu domba di sini, walau mungkin perlu bukti-bukti lagi untuk bisa memastikannya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply