Review Komik Vindication #1 (Image, 2019)

Isu rasis memang menjadi batu sandungan bagi persatuan dan kedamaian dimana-mana. Tidak di luar negeri, tidak di dalam negeri. Tapi saya tidak mau membahas terlalu detil, takut ada yang tersinggung dan tidak terima. Komik anyar dari Image Comics ini adalah salah satu yang membahas tentang hal tersebut. Penulisnya, MD Marie, memasukkan unsur pihak berwajib ke dalamnya. Di sini kita dijanjikan untuk menyaksikan batasan yang tipis antara pemikiran yang rasis dengan pola pikir / hasil analisa yang cerdas. Dari episode perdananya sih lumayan seru. Penasaran, kan? Simak langsung deh sinopsis komik dari Vindication #1 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Vindication #1 (Image, 2019)

In turbulent times, when cops are often portrayed as the enemy of the people, Detective Chip Christopher maneuvers the blurred blue line between racism and due diligence in order to do his job. And right now it’s his job to investigate Turn, a young black man with a sketchy past—who was previously exonerated of a similar murder.

Story: MD Marie
Art: Dema Jr. (Inker) / Carlos Miko (Penciller)
Color: Thiago Goncalves
Letter: Troy Peteri
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 6 Februari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di sebuah pengadilan. Turn Washington divonis penjara seumur hidup atas tuduhan sebuah pembunuhan. Ia tidak berkata apa-apa, hanya menatap ke arah 10 orang juri yang ada.

10 tahun kemudian. Turn dibebaskan dari penjara. Pihak pengadilan rupanya membatalkan vonis terhadapnya dan membebaskannya dari segala tuduhan.

Di luar penjara Washington ‘disambut’ oleh detektif Chip Christopher yang dulu menangkapnya. Chip meyakini bahwa orang seperti Turn pasti tidak akan lama-lama menghirup udara segar. Pada saatnya nanti ia akan mengulangi perbuatannya yang dulu.

Turn yang sejak awal merasa tidak bersalah menjadi kesal. Ia merasa pernyataan Chip bersifat rasis, mengingat ia adalah pria berkulit hitam. Adu argumen di antara keduanya berujung pada Chip yang emosi dan lantas mendorong Turn hingga terjatuh. Tanpa sengaja ia juga menyobek selembar kain dari baju yang dikenakan Chip.

Tindakan Turn tersebut tertangkap oleh kamera TV yang memang sudah menunggu proses Turn keluar dari penjara. Pengacara Turn yang bergegas menghampiri mereka memastikan pada Turn bahwa Chip akan menerima balasannya.

Beberapa hari kemudian. Chip memegang amplop milik Turn yang tertinggal saat mereka bertengkar sebelumnya. Ada foto Turn bersama seorang wanita bernama Lisa di dalamnya. Di balik foto tersebut ada pesan yang mengajak Turn bertemu, lengkap dengan nomer telpon seseorang.

Usaha awal Chip untuk menyelidiki nomer tersebut menemui jalan buntu. Belum sempat ia melanjutkan, kapten polisi memanggilnya. Ia ternyata memperkenalkan Chip pada detektif Maggie Cruz, partnernya yang baru. Meski enggan, Chip tidak bisa menolak karena itu adalah perintah dari atasan.

Chip dan Maggie mendatangi TKP kasus pertama mereka. Ada seorang wanita yang ditemukan tewas terbunuh di dalam sebuah rumah. Tanpa disangka, wanita itu adalah Lacy Turner, satu dari 10 juri yang memutuskan Turn bersalah.

Saat memeriksa halaman, Chip menjatuhkan foto yang berisi nomer telpon milik Turn. Maggie melihatnya dan memberitahunya bahwa nomer tersebut adalah nomer ponsel Lacy. Maggie hendak menyerahkannya pada CSI tapi Chip berkeras akan menyerahkannya sendiri. Dengan sedikit curiga Maggie akhirnya mengalah.

Chip menyerahkan foto tersebut pada Mulroney, rekan di bagian CSI. Ia meminta Mulroney untuk menganalisa dan memberitahukan hasilnya langsung kepadanya.

Di kantor, tanpa diduga kapten melepaskan Chip dan Maggie dari kasus tersebut. Selain berkaitan dengan Turn, saat ini bagian IA (Internal Affair) juga sedang mengawasi Chip terkait dengan insiden yang terjadi dengan Turn beberapa hari sebelumnya. Chip kesal dengan hal itu.

Beberapa waktu kemudian, sebuah telpon misterius memberitahu Chip akan adanya sebuah paket untuknya di kursi belakang mobilnya. Ada sebuah foto yang menunjukkan Turn dan pengacaranya sedang keluar dari pintu sebuah rumah. Sepertinya rumah yang jadi TKP kasus pembunuhan Lacy. Selain itu ada pula sebuah CD. Saat Chip melihat isi CD tersebut, ia tersenyum dan berkata pada dirinya sendiri bahwa kali ini Turn sudah tertangkap basah.


Premisnya menarik. Tentang (kemungkinan) vonis terhadap orang tak bersalah hanya karena masalah warna kulit yang berbeda. Hingga sekarang isu rasisme memang masih marak di Amerika Serikat, lokasi yang menjadi latar cerita dalam Vindication. Sayangnya, bagian ‘barang’ dengan nomer telpon dan pesan untuk bertemu amat sangat membingungkan. Tidak jelas apakah itu tertulis di balik lembaran foto atau di helai kain yang terobek tanpa sengaja dari pakaian Turn. Lihat saja, penggambarannya berubah-ubah di beberapa frame.

Di luar itu, saya pribadi tidak sabar untuk menunggu kelanjutan ceritanya. Dengan rencana keseluruhan edisi yang hanya berjumlah 4 jilid, semoga saja penerbitannya tidak terputus di tengah jalan seperti komik tentang rasis dari Image sebelumnya, Power Lines.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply