Review Komik The Girl In The Bay #4 (Dark Horse, 2019)

Di cerita sebelumnya, untuk mendapatkan petunjuk apa yang sebenarnya terjadi, Kathy memutuskan untuk menemui Kenneth, suami Kathy tua. Bersama dengan Jenny, mereka bertiga lantas berjalan-jalan di taman. Tanpa disangka, Jenny tiba-tiba menghilang. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana akhir dari kisah Kathy dan Winston? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik The Girl In The Bay #4 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik The Girl In The Bay #4 (Dark Horse, 2019)

In the thrilling finale, Kathy Sartori comes face-to-face with the man who murdered her fifty years ago, discovering that Hugh Lansky is just a pawn in the hands of a dark entity that’s determined to erase her from existence. Will Kathy ultimately learn the reason for her mysterious rebirth–or will she be destined to die again?

Story: J.M. DeMatteis
Art: Corin Howell
Color: James Devlin
Letter: Clem Robbins
Judul Edisi: Chapter Four – Time’s End
Tanggal Rilis: 1 Mei 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Saat menyentuh rumah bermain tempat Jenny menghilang, Kathy tiba-tiba terbawa kembali ke masa lalu, momen dimana Hugh menusuknya dengan pisau. Anehnya, yang ia lihat adalah sosok Hugh tua. Hugh tua itu bahkan ikut tenggelam bersamanya sebelum akhirnya menghilang begitu saja. Di saat itu Kathy merasa bahwa ia tidak ingin menyerah begitu saja dan ingin untuk terus hidup.

Kembali tersadar, Kathy memberitahu Winston bahwa ia tahu dimana Jenny berada.

Sesuai perkiraan, Kathy dan Winston menemukan Jenny di rumah Hugh. Dari monster yang mendampingi Hugh, Kathy akhirnya mengetahui bahwa tekadnya untuk tetap hidup pada saat itu menciptakan sebuah alternate reality dimana dirinya tetap hidup seperti biasa hingga akhirnya menjadi tua seperti yang ia temui sebelumnya. Namun tidak itu saja. Hugh yang waktu itu mengetahui bahwa Kathy ternyata masih hidup menjadi gila dan tanpa disengaja menciptakan alternate reality yang lain, bersamaan dengan perwujudan monster yang sekarang terus mendampinginya.

Hugh sebenarnya tidak ingin melakukan pembunuhan-pembunuhan tersebut. Namun karena pengaruh masa lalunya serta bisikan dari si monster, ia tidak kuasa untuk menolaknya. Kini ia berniat untuk sekali lagi membunuh Kathy di dermaga yang sama dengan pada saat ia pertama kali melakukannya. Namun berbeda dengan sebelumnya, kali ini Kathy tidak pasrah. Ia melawan dan bahkan berhasil membunuh Hugh.

Aksi Kathy tersebut membuat monster yang mendampingi Hugh menghilang. Selain itu, dewi yang selama ini ia lihat dalam mimpi kini benar-benar hadir di hadapannya. Si dewi mengajak Kathy untuk kembali ke masanya walau ia sendiri tidak bisa menjanjikan apa yang akan terjadi. Kathy tidak menolak.


Well, gak nyangka sih ini. Kirain cuma ‘sekedar’ time travel aja ceritanya, tapi ternyata ada twist di balik itu. Apalagi kalau bukan alternate reality / alternate timeline. Tidak hanya satu, melainkan dua. Teori mengenai terciptanya alternate reality juga cukup menarik, berasal dari kemauan atau tekad kita sendiri.

Sayangnya, hingga akhir tidak dijelaskan mengenai sosok sang dewi. Siapakah sebenarnya dirinya? Apakah dia yang menciptakan alternate reality? Tidak diketahui jawabannya. Dan meski ending-nya membuka ruang untuk sekuel, rasanya saya pribadi tidak tertarik untuk mengikutinya lagi. Kecuali jika memang perihal sang dewi dibahas di sana.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply