Review Komik The Flash #65 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Gotham (Hank Clovers) ternyata benar-benar hidup kembali. Namun tidak lama. Kematian kakaknya untuk kedua kalinya itu membuat Gotham Girl (Claire Clovers) murka dan melampiaskannya pada Batman (Bruce Wayne) juga The Flash (Barry Allen). Apa yang akan terjadi selanjutnya? Temukan jawabannya di sinopsis komik The Flash #65 yang merupakan babak penutup arc crossover “The Price” berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik The Flash #65 (DC Comics, 2019)

“THE PRICE” finale! The two greatest detectives in the DC Universe take on the one cold case that will tear them apart!

As chief architect of the Sanctuary program that cost so much for so many, especially Wally West, Batman will be held accountable…by the Flash!

A cold case from the Justice League’s past has mysteriously re-opened, and Batman and the Flash—the only two heroes who stand a chance of cracking the case—are at each other’s throats! Our heroes must combat a demon from the past while burying their own inner demons in the process…and neither the World’s Greatest Detective nor the Fastest Man Alive will ever be the same again! But who is really pulling the strings here? And how does Gotham Girl fit into all this? Friendships will be tested and blood will be spilled in this titanic crossover event…

Story: Joshua Williamson
Art: Jordi Tarragona (Inker) / Rafa Sandoval (Penciller)
Color: Tomeu Morey
Letter: Steve Wands
Judul Edisi: The Price Part 4 – The Price of Loyalty
Tanggal Rilis: 27 Februari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Gotham Girl yang sudah dipenuhi amarah menyerang Batman dan The Flash dengan membabibuta, mengakibatkan kerusakan di berbagai sudut Central City. Namun pada akhirnya ia terjatuh dengan sendirinya, terkena imbas dari penggunaan kekuatan super yang berlebihan.

Batman dan The Flash berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya. Mereka berhasil melakukannya. Tapi Gotham Girl yang berada dalam kondisi lemah mengaku tidak ingat sama sekali apa yang telah terjadi.

Saat hendak menuju BatCave, Iris muncul dan tanpa basa basi langsung memarahi Batman. Bahkan menamparnya. Ia menyalahkan Batman atas apa yang telah terjadi pada Wally West, juga Gotham Girl. Ia sempat hendak melanjutkan menceramahi The Flash, tapi akhirnya membiarkan mereka pergi karena The Flash beralasan harus cepat-cepat merawat Gotham Girl.

BatCave. Batman membuat tube stasis yang sama seperti yang sebelumnya mereka temukan di markas persembunyian Gotham Girl (di kepulauan Karibia) dan memasukkan Gotham Girl ke dalamnya hingga ia pulih sepenuhnya. Selanjutnya ia berniat untuk memandu Gotham Girl untuk benar-benar menjadi seorang superhero, seperti yang diinginkan Gotham Girl.

The Flash ternyata tidak menyetujuinya. Ia menganggap apa yang sudah dilakukan Batman (dan dirinya) selama ini, mengajak orang lain menjadi partner kerja, telah membuat orang-orang tersebut dalam bahaya. Tidak hanya mereka, tetapi juga keluarga dan orang-orang terdekat mereka.

Perkataan The Flash membuat Batman sedikit emosi dan menimpalinya dengan kalimat yang menyakiti perasaan The Flash. The Flash merespon dengan berlari secepat kilat ke arah Batman, bersiap untuk memukulnya. Di saat-saat terakhir ia menghentikan niatnya dan memilih untuk pergi.

Di rumah, Barry menemukan secarik kertas dan fotonya bersama Iris dan Wally. Dalam kertas tersebut tertulis catatan dari Iris yang memutuskan untuk ingin menyendiri sementara waktu.

Epilog. Batman dan Superman mencurigai ada beberapa rekan mereka sesama superhero yang telah berubah / dipengaruhi oleh seseorang. Keduanya memutuskan untuk diam-diam memulai investigasi karena tidak ada lagi yang bisa sepenuhnya dipercaya. Superman menyarankan agar The Flash diikutsertakan dalam penyelidikan. Batman hanya membisu.


Yah, pada akhirnya kita tetap tidak menemukan jawaban dari misteri pembunuhan di The Sanctuary. Kendati demikian, dibandingkan arc utamanya di miniseri “Heroes In Crisis”, saya jauh lebih suka dengan cerita yang disajikan Joshua di arc crossover ini. Menarik untuk menyimak apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh Batman terhadap Gotham Girl.

Di sisi lain, menurut saya pribadi pembahasan mengenai ‘superhero yang membahayakan orang-orang di sekitar’ sudah terasa basi. Membosankan. Apalagi saat ada sidekick yang mati / luka lantas yang disalahkan adalah superheronya. Iya kalau memang si superhero itu sendiri yang meminta orang yang bersangkutan menjadi partnernya. Masalahnya, untuk kasus The Flash maupun Batman, mereka bisa dibilang dalam posisi ‘dipaksa’ untuk menerima yang lain menjadi sidekick mereka. Yah, untuk Batman fifty fifty lah ya. Kan ada yang memang ia latih khusus untuk menjadi partner. Dick Grayson misalnya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply