Review Komik The Dollhouse Family #6 (Hill House Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, demi menyelamatkan Una dari tangan rumah boneka alias iblis Cloax, Alice terbang ke Irlandia dan mempelajari sejarah orang-orang yang tinggal di rumah tersebut. Kesemuanya ternyata memiliki hubungan keluarga dengannya dan sama-sama menghilang secara misterius. Selain memperoleh barang peninggalan Joseph Kent yang berupa pistol, buku harian, dan segenggam perak, Alice juga bertemu dengan seekor kucing hitam yang sepertinya tahu banyak mengenai rumah boneka. Apa yang sebenarnya terjadi? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik The Dollhouse Family #6 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Nobody leaves the Dollhouse. All will be weighed. Only one can prevail.

Story: Joe Hill, Mike Carey
Art: Peter Gross (Pencils) / Vince Locke (Inks)
Color: Cris Peter
Letter: Todd Klein
Judul Edisi: Una
Tanggal Rilis: 19 Mei 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tiba di rumah boneka, Una disambut oleh Cordwainer, Bess, Daniel, James, dan Peggy-O. Cordwainer hendak mengajak Una bersantai terlebih dahulu agar nantinya nyaman tinggal di rumah tersebut. Pun begitu, Jenny tidak mengizinkannya dengan alasan Cloax ingin secepatnya bertemu dengan Una.

Jenny lantas membawa Una ke depan kamar hitam. Tanpa banyak basa-basi, Cloax menyambutnya dengan cara mengambil jiwa Una. Setelahnya, Cloax memberitahu Jenny bahwa ia masih membutuhkan jiwa ibu Una alias Alice.

Kucing hitam menceritakan pada Alice bahwa ia sebenarnya adalah Aparadon, musuh dari Cloax, sosok raksasa dalam gua yang didatangi Joseph Kent di edisi-edisi awal. Dalam pertempuran yang terjadi pada jaman dulu, jauh sebelum manusia hadir di bumi, Aparadon dan Cloax sama-sama terjatuh ke bumi. Hal itu mengakibatkan tombak milik Aparadon (yang punya kekuatan untuk mengalahkan Cloax) turut hancur berkeping-keping. Kepingan dari tombak tersebut adalah logam perak yang diketemukan oleh Joseph Kent.

Karena pada saat itu tidak bisa membunuh Cloax, Aparadon mengurungnya dalam sebuah gua yang dilindungi oleh kekuatan sihir. Apesnya, Cloax ternyata mampu memperdaya Aparadon dan membuatnya tak sadarkan diri. Momen itu dimanfaatkan Cloax untuk merayu Joseph agar berhubungan intim dengannya.

Tanpa disadari oleh Joseph, kejadian tersebut berimbas pada berpindahnya inti dari Cloax ke dirinya dan berlanjut ke istri Joseph. Sisa janin yang lantas berubah menjadi rumah boneka itu bisa dikatakan tubuh Cloax yang masih belum sempurna. Untuk menyempurnakannya, ia butuh jiwa dari Joseph atau keturunannya. Apabila ia berhasil, sudah pasti Cloax bakalan menghancurkan bumi dan seluruh isinya.

Sejak kedatangan Una di rumah boneka, Cordwainer ternyata mulai mengingat kembali sebagian kecil kehidupannya sebelum memutuskan untuk menjadi penghuni rumah boneka. Ia mulai menyesal menerima tawaran Cloax pada waktu itu.

Kembali ke rumah, Alice tidak hanya disambut oleh Jake, melainkan juga si kucing hitam Aparadon yang ujug-ujug sudah ada di sana. Aparadon telah memberitahu garis besar mengenai Cloax dan rumah boneka pada Jake sehingga baik Alice dan Jake bisa bergegas membuat persiapan untuk masuk ke dalam rumah boneka.

Setelah semuanya beres, Alice mulai membaca mantra dan masuk ke dalam rumah boneka.

Semua penghuni di sana, termasuk Una, menyambutnya dengan gembira. Namun jiwanya langsung terserap sedikit oleh kamar hitam. Agar tidak membuang waktu, Alice menceritakan mengenai logam perak yang diketemukan oleh Joseph Kent dan bahwa mereka harus segera mungkin mengolahnya. Cordwainer ragu karena tidak yakin logam tersebut bisa bermanfaat bagi mereka. Alice menunjukkan buktinya dengan menggenggam logam tersebut, lantas meninju tubuh Jenny. Jenny pun musnah begitu saja.

Cordwainer dan yang lain mulai melelehkan logam perak yang dimaksud. Tujuannya adalah untuk menyegel pintu kamar hitam agar Cloax tidak bisa keluar. Saat semua orang tidak melihat, diam-diam Una menyelupkan tangan palsunya ke dalam lelehan logam tersebut.

Rencana Alice ternyata gagal total. Walau disegel, Cloax tetap bisa keluar dari kamar hitam. Dengan wujud aslinya yang mirip seperti laba-laba, ia menangkap Alice dan berniat untuk menyantap seluruh jiwanya. Una yang melihatnya tidak terima dan langsung menyabet Cloax dengan tangan palsunya yang sudah dilumuri oleh lelehan logam perak.

Cloax yang kesakitan menjadi lengah. Kesempatan itu digunakan Alice untuk mengambil pistol dari balik mantelnya dan menembak Cloax dengan peluru perak yang sudah ia siapkan. Satu tembakan cukup untuk membuat Cloax terluka parah.

Di saat bersamaan, Aparadon yang mengawasi dari luar segera memberi aba-aba pada Jake untuk menghantam rumah boneka sehingga terbelah menjadi dua. Dengan sekali gigitan, Cloax akhirnya tewas di tangan, eh di mulut Aparadon.

Sebagai tanda terima kasih, Aparadon mengembalikan mereka semua ke masa dimana mereka belum bertemu dengan rumah boneka. Dengan demikian, Cordwainer dkk bisa melanjutkan hidup mereka masing-masing dengan jauh lebih baik.

Khusus untuk Alice, Aparadon sengaja mengembalikannya ke masa anak-anak dimana Alice kecil terlihat berhasil membujuk ayahnya untuk mengikuti konseling agar tidak mudah emosi. Hari-hari berikutnya ia lalui dengan bahagia, termasuk ketika bertemu dengan Jake dan melahirkan seorang anak darinya. Terlihat tangan kanan bayi yang dilahirkan Alice berwarna keperakan seperti dilumuri logam perak.


Sebuah ending yang memuaskan menurut saya. Semua pertanyaan terjawab dengan jelas tanpa terkesan dipaksakan. Durasi keseluruhan (6 edisi) juga pas, tidak jadi bertele-tele maupun terasa dragging. Meski penghujung halaman terlihat sederhana, namun narasi dari Aparadon membuka ruang akan adanya sekuel. Saya pribadi sih tidak mengharapkannya. Berhenti sampai di titik ini sudah cukup bagi saya. Entah jika pihak Hill House Comics maupun DC Comics punya pertimbangan lain.

Last modified on May 22, 2020 3:25 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.