Review Komik The Dollhouse Family #5 (Hill House Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, insiden bom bunuh diri membuat kaki kiri Alice serta tangan kanan Una harus diamputasi. Di sisi lain, peristiwa tersebut mempertemukan kembali Alice dengan Jake, ayah kandung Una. Setelah keluar dari rumah sakit, Cloax, penghuni kamar hitam di rumah boneka, untuk kesekian kalinya mengajak Alice untuk tinggal di dalam. Alice menolak. Cloax merespon dengan mempengaruhi Una agar mau tinggal di sana dengan imbalan kaki ibunya kembali. Dan Una pun setuju. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dapatkah Alice membawa kembali Una ke dunianya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik The Dollhouse Family #5 di bawah ini, ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik The Dollhouse Family #5 (Hill House Comics, 2020)

The Dollhouse has taken away another piece of Alice’s soul…but this time she’s not running away. This time she’s going to uncover the secret of the House’s terrible birth…and use that knowledge to destroy it once and for all!

Story: M.R. Carey
Art: Peter Gross, Vince Locke
Color: Chris Peter
Letter: Todd Klein
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 11 Maret 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Alice melaporkan hilangnya Una ke pihak kepolisian. Namun karena ia menyembunyikan perihal rumah boneka, tentu saja pihak kepolisian tidak mempercayai laporannya itu. Mereka hanya mau bergerak setelah 48 jam. Itu pun dengan Alice dan Jake sebagai target utama penyelidikan.

Dalam perjalanan pulang, Alice menanyakan apa yang dilihat Jake pada saat itu. Jake ternyata memang benar melihat sama seperti yang ia lihat. Bahwa Una dibawa oleh Jenny masuk ke dalam rumah boneka, lantas keduanya menghilang bersama dengan rumah boneka tersebut. Karena melihat dengan mata kepala sendiri kejadian tersebut, sekaligus tentang kaki kiri Alice yang tiba-tiba muncul seperti sedia kala, Jake percaya pada Alice.

Alice meyakini bahwa yang sebenarnya diinginkan oleh Cloax adalah dirinya. Una hanyalah sekedar umpan. Ia pun berniat untuk masuk ke sana dan menyelamatkan Una. Pun begitu, ia berniat untuk terlebih dahulu mempelajari asal usul rumah boneka tersebut.

Rumah boneka memberitahu Cordwainer apa saja yang bisa ia dapatkan apabila ia mau masuk ke dalam. Setelah mendengarnya, Cordwainer setuju dan mengucapkan kata-kata yang diminta oleh rumah boneka. Proses yang sama ternyata dialami oleh keempat penghuni rumah boneka lainnya di momen yang berbeda. Mereka adalah Bess, Daniel, James, dan Peggy-O. Terlihat ada seekor kucing hitam di saat ketiga di antaranya memutuskan untuk masuk ke rumah boneka.

Langkah awal yang dilakukan oleh Alice adalah mencari tahu siapa saja sebenarnya penghuni rumah boneka tersebut. Dari hasil penelitian di internet, ia mendapati nama asli dan latar mereka berempat — Elizabeth Moyne, James Donaher, Daniel Moyne, dan Margaret a.k.a Peggy-O. Sama halnya dengan Cordwainer, mereka berempat masih memiliki hubungan keluarga dengan Alice.

Setelah tahu kapan masing-masing dengan mereka, termasuk Cordwainer, dinyatakan menghilang, Alice memutuskan untuk menuju rumah kediaman keluarga Kent terlebih dahulu di Hayhurst, County Wicklow. Ia meminta agar Jake tetap tinggal di rumah agar bisa mendampingi pihak kepolisian saat mereka datang menginvestigasi hilangnya Una.

Di Hayhurst. Alice tiba di TKP. Seekor kucing hitam sempat tiba-tiba melintas dan mengagetkannya. Tanpa takut, Alice lanjut menerobos masuk melalui jendela dan perlahan naik ke lantai dua. Karena kondisi penerangan yang minim, tanpa sengaja kaki Alice menendang sebuah baskom, yang langsung menggelinding terjatuh ke lantai bawah. Tanpa disangka, sebuah penampakan muncul bagaikan film di hadapan Alice. Yaitu momen saat istri Joseph Kent meninggal usai melahirkan dan dokter meminta salah satu pembantu keluarga Kent untuk membuang plasenta ke perapian.

Saat Alice mengikuti langkah pembantu tersebut, tiba-tiba seorang polisi lokal muncul dan menahannya dengan alasan masuk ke rumah orang tanpa ijin. Untunglah keberadaan Alice di penjara tidak berlangsung lama. Seorang pengacara datang dan menyatakan bahwa Alice adalah pemilik resmi dari rumah tersebut. Setelah menjelaskan apa saja yang diwarisi oleh Alice, pengacara tersebut memberikan kunci kotak deposit yang tersimpan di bank setempat. Barang yang tersimpan di sana disebut-sebut merupakan peninggalan dari Jonathan Kent.

Tak lama, Alice tiba di bank yang dimaksud. Tanpa ada kendala, pegawai bank menyerahkan kotak deposit yang bersangkutan dan mempersilahkan Alice untuk membukanya. Terdapat sepucuk pistol, segenggam perak, serta buku catatan milik Jonathan.

Saat sedang mampir minum di sebuah bar, Alice tanpa sengaja mendapat cerita tentang pembantu keluarga Kent yang melihat sesuatu di ruang bawah tanah. Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang dilihatnya karena pembantu tersebut tidak mau membicarakannya. Ia bahkan bunuh diri tak lama setelahnya.

Alice lantas kembali lagi ke rumah keluarga Kent. Setelah menendang baskom yang sebelumnya terjatuh, lagi-lagi muncul penampakan di depan matanya. Tanpa membuang waktu, Alice langsung mengikuti jejak si pembantu hingga tiba di depan tungku perapian. Ia pun kaget begitu tahu bahwa plasenta tersebut ternyata berubah menjadi rumah boneka.

Tak lama si kucing hitam kembali nongol. Sejak awal Alice sudah yakin bahwa itu bukanlah kucing biasa. Tanpa ragu ia pun menanyakan perihal plasenta yang berubah menjadi rumah boneka itu pada si kucing.

“Jadi, beritahu aku,” tanya Alice, “Kenapa ada orang yang membuat rumah boneka dari sebuah plasenta?”

“Kamu mungkin saja akan melakukannya apabila kamu mencoba untuk dilahirkan,” jawab si kucing dengan tenang.


Gak kebayang sama sekali bahwa kisah plasenta yang hilang di edisi #2 lalu ternyata berujung pada eksisnya rumah boneka. Jika dirunut kejadiannya, plus bekal petunjuk dari jawaban si kucing, berarti kemungkinan plasenta itu adalah janin dari hubungan Jonathan dengan Cloax sebelumnya di gua. Cuma bingung aja kenapa kok dia berubah bentuk jadi rumah boneka.

Untuk cerita secara keseluruhan saya suka karena mulai memasukkan unsur investigasi ke dalamnya. Dari awal memang sudah ada (di kisah era Jonathan Kent), tapi yang tersaji di edisi ini lebih kental nuansanya. Semoga di edisi berikutnya bakal lebih banyak lagi jawaban misteri yang terungkap.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply