Review Komik The Dollhouse Family #2 (Hill House Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, rumah boneka yang dimiliki Alice ternyata memiliki kekuatan yang bisa membawa Alice masuk ke dalamnya. Boneka-boneka yang ada di dalam rumah tersebut juga turut menjadi hidup. Tak butuh waktu lama bagi Alice untuk betah bermain-main di sana. Apalagi dengan hubungan kedua orangtuanya yang semakin lama semakin memburuk. Hingga suatu ketika, sesuatu yang ada di salah satu kamar dalam rumah boneka tersebut menawarkan kepada Alice untuk memberikan solusi bagi masalah orang tuanya. Akankah Alice menerima tawaran tersebut? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik The Dollhouse Family #2 setelah pesan-pesan berikut ini ya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik The Dollhouse Family #2 (Hill House Comics, 2019)

One time, just one time, Alice did what the Dollhouse asked of her…and it turned her life upside down forever. But that wasn’t enough for the House. There’s another piece of the bargain that she’s reneging on and until she gives it what it wants, the House can make matters even worse…for Alice, or anyone unlucky enough to come near her!

Story: M.R. Carey
Art: Peter Gross, Vince Locke
Color: Chris Peter
Letter: Todd Klein
Judul Edisi:
Tanggal Rilis: 11 Desember 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tahun 1983, di London. Dua orang menanyakan kepada Alice apa yang telah terjadi. Alice ingin menceritakan segalanya, namun seperti ada sesuatu yang menahan mulutnya untuk berbicara. Sementara itu, pihak kepolisian mencurigai ibu Alice, Kelly, atas kematian ayah Alice karena ada bekas jari Kelly di palu yang menjadi alat pembunuhan. Pun begitu dengan adanya bercak darah dari ayah Alice yang menempel di sepatu Kelly. Tanpa membantah, Kelly menyatakan bahwa memang dirinyalah yang telah membunuh suaminya sendiri. Ia pun berpesan agar pihak kepolisian memastikan Alice bakal baik-baik saja.

Alice dibawa ke tempat penampungan anak Messian House. Orang-orang yang ada di sana menyambutnya dengan baik. Hingga pada malam harinya, rumah boneka milik Alice tiba-tiba muncul di samping tempat tidurnya, yang membuat teman sekamar Alice merasa heran sekaligus iri. Ia bahkan tidak sungkan menghajar Alice sampai terjatuh.

Di saat itulah Alice mendengar boneka-boneka yang ada di dalam rumah memanggilnya. Mereka meminta Alice untuk mengucapkan kata sihir agar bisa kembali berkumpul dengan mereka di dalam rumah boneka. Alice terdiam.

Tahun 1826, di Dublin. Pasca kejadian di dalam gua, Joseph ternyata diketemukan oleh rekannya Will dan dibawa ke sebuah rumah sakit. Joseph menyatakan bakalan menghentikan survey di wilayah tersebut. Tidak itu saja, ia bahkan memaksa salah seorang perawat di sana, Charlotte, untuk segera menikahinya. Meski awalnnya menolak, Charlotte kemudian menyetujuinya asal Joseph menuruti persyaratan yang ia berikan.

Tahun 1985. Sepasang suami istri berniat untuk mencoba mengadopsi Alice. Rekan sekamar Alice yang mengetahuinya kesal mendengarnya. Ia segera menghampiri Alice, merebut obeng yang sedang dipegang Alice, lantas menusukkannya ke telapak tangannya sendiri. Setelah itu, ia memberitahu pengurus tempat penampungan bahwa Alice lah yang telah melukainya. Hal tersebut membuat Alice dihukum dan batal diadopsi.

Tahun 1827. Meski ditentang oleh orang tuanya, Joseph memutuskan untuk tetap menikah dengan Charlotte. Hubungan mereka berjalan dengan baik hingga akhirnya Charlotte hamil. Jika anaknya nanti adalah laki-laki, Charlotte menyatakan bahwa ia akan menamainya Cordwainer.

Pengadilan memberi ijin bagi Kelly untuk menemui Alice. Di hari yang telah ditentukan, pengurus tempat penampungan anak tiba-tiba menerima kabar yang menyatakan bahwa Kelly terlibat perkelahian dengan narapidana lain. Insiden tersebut membuat ibu Kelly terluka parah dan harus dibawa ke rumah sakit. Di saat yang sama, Alice merasa bahwa pihak pengadilan sebenarnya tidak memberikan ijin untuk pertemuan tersebut dan sengaja memberi berita palsu kepadanya.

Kecewa dengan kejadian tersebut, Alice masuk ke dalam kamar dan tak lama kemudian ia mengucapkan kalimat sihir di depan rumah boneka. Sesaat kemudian, seperti biasa, ia sudah berubah menjadi kecil dan berada di dalam rumah tersebut. Semua ‘orang’ yang ada di sana menyambutnya.

Setelah menghabiskan waktu beberapa jam di dalam rumah, Bess memberitahu Alice bahwa penunggu kamar hitam ingin berbicara dengan Alice sebelum ia pergi. Penunggu kamar hitam menawarkan untuk menyingkirkan Jenny, rekan sekamar Alice yang terus mengganggunya. Sebagai imbalannya, Alice bisa hidup bahagia selamanya di dalam rumah boneka. Alice menolak. Seperti sebelumnya, kamar hitam lantas mengeluarkan Alice dari dalam rumah boneka dan menyatakan baru kali ini ada orang yang membuatnya harus bekerja dengan keras.

Tahun 1828. Proses lahiran ternyata membuat Charlotte menghembuskan nafas terakhirnya tepat di saat bayinya lahir. Dokter yang mengurusi jalannya kelahiran meminta salah seorang perawat untuk membuang uterus ke dalam tungku perapian. Tanpa disangka, saat hendak dibuang, uterus tersebut mendadak hilang. Si perawat yang mengira ada tikus yang menggondolnya mencoba mengikuti jejak darah yang menuju ke balik tong. Dan ia pun terkejut saat melihat apa yang ada di sana.

Tahun 1986. Jenny meminta dua orang anak yang lain untuk mengawasi Alice yang sedang berada di ruang bermain. Diam-diam Jenny menghampiri rumah boneka Alice dan mengucapkan kalimat sihir. Tanpa ia duga, rumah boneka tersebut berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Entah apa yang terjadi, namun setelah itu hanya tersisa sebelah sepatu Jenny saja di depan rumah boneka.


Apa yang terjadi di masa lalu, yang berkaitan dengan penghuni rumah boneka saat ini, memang masih samar-samar. Untungnya hal tersebut tidak mengurangi keseruan dari cerita yang disajikan dalam edisi ini. Sayangnya, pembaca masih diminta untuk menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi pada penghujung edisi sebelumnya. Apakah memang benar Kelly yang membunuh suaminya, atau justru Alice-lah pelaku sebenarnya.

Semoga saja di edisi berikutnya sudah ada gambaran yang jelas mengenai hubungan kisah Joseph di masa lalu dengan rumah boneka. Biar gak makin bertumpuk misteri yang ada.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply