Review Komik The Batman Who Laughs #2 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Bruce Wayne dari dimensi lain ditemukan tewas. Penyelidikan Batman membawanya bertemu dengan Joker yang asli. Namun tanpa disangka-sangka, Joker menembak dirinya sendiri tepat di hadapan Batman. Dan racun Joker yang ada dalam jantungnya mulai bereaksi serta menginfeksi Batman. Apa yang akan terjadi selanjunya? Akankah Batman berubah menjadi Joker? Lalu bagaimana dengan Batman Who Laughs yang sudah mulai beraksi kembali? Simak deh kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik The Batman Who Laughs #2 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik The Batman Who Laughs #2 (DC Comics, 2019)

After the shocking ending of issue #1, a ticking clock sets Batman on a trail throughout the different realities of the Multiverse. He starts to see all the iterations of his life, and what could have been…but more importantly, Bruce Wayne begins to deduce that his current life is somehow wrong, and that all the mistakes he’s made are somehow connected. Meanwhile, the Batman Who Laughs raises the curtain on his second act, pulling out the big guns to break into Arkham Asylum…enter one of the most punishing Batmen of the Dark Multiverse: the Grim Knight!

Story: Scott Snyder
Art: Jock
Color: David Baron
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: The Laughing House Part 2
Tanggal Rilis: 16 Januari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Batman meminta Alfred berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa Joker. Alfred menyatakan opininya bahwa Batman tidak akan melanggar kode etik yang ia ciptakan sendiri apabila ia membiarkan Joker tewas. Toh Joker menembak dirinya sendiri, bukan Batman yang melakukannya. Batman berkeras dan tetap memaksa Alfred untuk menyelamatkan Joker.

Batman sendiri terlihat menginjekkan banyak serum anti Joker ke dalam tubuhnya. Demi sebisa mungkin menetralisir efek gas beracun Joker yang tanpa sengaja sudah ia hirup. Pun begitu, untuk saat ini ia hanya bisa memastikan untuk bertahan selama sekitar seminggu saja sebelum racun tersebut nantinya mengambil alih.

Seorang Bruce Wayne kembali ditemukan tewas. Dengan menyamar menjadi detektif Harvey Bullock, Batman mencari petunjuk di TKP. Tak butuh waktu lama bagi komisaris Gordon untuk mengetahui penyamaran Batman tersebut, mengingat Harvey semestinya sedang cuti untuk operasi.

Selain mendapatkan petunjuk mengenai kemungkinan para Bruce Wayne yang terbunuh sebelumnya diambil semacam sample darah / sel-nya untuk dikembangkan menjadi serum yang bisa mengubah seseorang menjadi ‘versi tergelap’ mereka, salah seorang polisi mengatakan tentang taruhan yang dilontarkan Harvey pada mereka beberapa hari sebelumnya. Tentang Batman yang bakal dikalahkan oleh Batman Who Laughs, Grim Knight, atau seorang lagi yang tidak sempat diselesaikan oleh si polisi gara-gara Batman keburu kalap.

Setelah Gordon berhasil menenangkannya, Batman mengajak Gordon ke Wayne Tower. Di sana ia menunjukkan peta kota Gotham lama serta menceritakan tentang Last Laugh, sistem pertahanan yang sejak lama dikembangkan oleh pendiri Gotham. Tujuannya adalah agar seandainya suatu saat nanti terjadi infeksi masal di DALAM kota Gotham, maka sistem tersebut akan berusaha untuk menormalkan kembali segala sesuatunya sembari berusaha agar virus / bakteri / apapun itu tidak menjalar ke luar kota Gotham.

Batman menambahkan bahwa sejak serangan Joker yang terakhir, ia sudah membuat sistem Last Laugh versinya sendiri. Konsepnya sama, namun untuk melindungi kota Gotham dari senjata kimia atau biologi. Pusatnya di Wayne Tower dan satu-satunya orang yang punya akses adalah Batman dan Bruce Wayne.

Batman Who Laughs mendatangi Wayne Tower, (sepertinya) di area sistem keamanan Last Laugh milik Batman. Dengan sadisnya ia membantai polisi-polisi penjaga di sana. Tak lama Batman datang. Dibandingkan sebelumnya, kali ini Batman bisa mengalahkan Batman Who Laughs.

Tak disangka, tiba-tiba sebutir peluru melesat masuk ke dadanya. Grim Knight yang menembakkannya dari kejauhan, sesuai dengan yang sudah direncanakan oleh Batman Who Laughs. Sembari mematikan sistem Last Laugh dan mengaktifkan protokol self-destruct, Batman Who Laughs memberitahu Batman bahwa dari semua Bruce Wayne yang telah ia temui, Batman/Bruce Wayne yang ada di hadapannya saat ini adalah yang paling buruk.

Setelah Batman Who Laughs kabur, Batman menyusul keluar tak lama kemudian. Berselang beberapa detik saja dari ledakan besar yang menghancurkan Wayne Tower.

Batman mendatangi Joker yang masih terbaring lemah di Bat Cave. Joker mengaku tidak tahu persis tentang rencana Batman Who Laughs. Sebaliknya, ia menyatakan hanya ada satu orang yang tahu tentang hal itu.

Komisaris Gordon mendatangi sebuah Food Market untuk menemui James Gordon Jr., anak tirinya. Gordon menyatakan bahwa saat ini sedang ada ‘monster’ yang berkeliaran dan ia membutuhkan bantuan James untuk menghentikannya.


Satu hal yang sepertinya bisa dipastikan dengan aman. Kisah dalam miniseri ini terjadi pada Batman yang ‘asli’, bukan pada alternate timeline atau Batman dari dimensi lain. Cerita makin seru dan efek ‘mbingungi’-nya sudah semakin berkurang. Sayang artworknya malah lebih ‘artistik’ dibanding edisi perdananya, bikin capek ngebacanya…

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply