Review Komik Teether #4 (Antartic Press, 2020)

Di cerita sebelumnya, Lily berhasil menghabisi nyawa Chad. Ia kini beralih mengejar Saul dan Dove yang kabur menuju hutan. Ia sempat bertemu dengan Dillon, namun karena tau Dillon tidak ikut-ikutan dalam rencana yang lain, Lily membiarkan Dillon tetap hidup. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah Lily sukses membalaskan dendamnya pada Saul dan Dove? Simak akhir kisahnya dalam sinopsis komik Teether #4 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Teether #4 (Antartic Press, 2020)

The final, fatal issue! With only a trail of gore and viscera to guide him, Dillon makes his way to a black magic ritual that could save Indiana or destroy it! As Lilly and a forest full hungry horrors close in, Dove tries send them back to the hell that spawned them. But can anything stop Lilly when she’s so close to completing her revenge? Find out in this all-out, blood-drenched descent into madness!

Story: David Hutchison
Art: David Hutchison
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 5 Agustus 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sementara monster-monster hutan memangsa Saul, Dove yang ketakutan berlari sekuat tenaga meninggalkannya. Hingga akhirnya kakinya tersandung akar pohon dan ia pun terjatuh. Saat mendongakkan kepalanya, Dove ternyata sudah berada di depan pohon yang sebelumnya menjadi altar ritual mereka.

Dillon terbangun. Tanpa membuang waktu, ia memutuskan untuk menyusul Saul dan Dove ke hutan. Di tengah perjalanan ia menemukan Saul dalam kondisi yang sudah tidak lagi berbentuk. Dillon lantas mengambil pistolnya yang tergeletak di dekat Saul dan melanjutkan langkahnya.

Dove melakukan ritual untuk mencoba mengembalikan iblis yang sebelumnya ia panggil ke alamnya. Tanpa disangka, Lily muncul dan merespon dengan tepukan tangan. Ternyata, kedatangan iblis sebelumnya BUKAN karena ritual yang dilakukan oleh Dove dkk. Melainkan karena memang saat itu waktunya mereka datang, berdasarkan posisi bintang. Lily yang dendam pada Dove memastikan bahwa Dove bakal ikut bersamanya ke alam iblis pada saat pintu tersebut terbuka kembali.

Dove mengatakan bahwa ia melakukan semua itu karena terpaksa. Justru Chad dan yang lainnya yang bakal mengorbankan dirinya seandainya Lily tidak ikut serta. Ia sengaja mendatangi altar dan melakukan ritual agar bisa menyelamatkan Lily seperti sediakala.

Lily tidak mempedulikan ucapan Dove. Ia lantas menunjukkan wajah seramnya yang penuh gigi pada Dove.

Dorrr.

Tiba-tiba terdengar bunyi letusan pistol. Adalah Dillon yang menembakkan pistolnya tepat di kepala Lily. Yang bersangkutan pun langsung tersungkur dengan kepala bersimbah darah. Menganggap situasi sudah aman terkendali, Dillon mengajak Dove pergi dari tempat tersebut.

Baru beberapa langkah, Dove kaget melihat wajah Dillon mulai berubah menjadi mulut bergigi tajam seperti Lily. Tidak hanya itu. Tangan kirinya sendiri, yang mendadak berlumuran darah, ikut-ikutan kulitnya terbuka dan berubah menjadi mulut bergigi tajam. Belum sempat Dove bereaksi, jari jemari tangannya memanjang dan menusuk wajahnya.

Dillon, yang tidak melihat semua itu, hanya bisa sibuk berusaha menyadarkan Dove yang sudah dalam kondisi syok.

Pasca insiden, tubuh Lily dibawa untuk diteliti. Para dokter bingung melihat kondisi tubuhnya, terutama di bagian bekas luka, yang ditumbuhi oleh gigi-gigi tajam. Bahkan hingga ke bagian dalam tubuh seperti usus. Saat kepala dokter hendak memeriksanya langsung, tubuh Lily ternyata sudah tidak ada di tempatnya.

Di hutan, Lily terkejut begitu mengetahui posisi bintang sudah kembali berubah. Mau tidak mau ia harus menunggu kembali agar bisa kembali ke alamnya.

Di bagian akhir, terlihat Lily sudah pindah ke sekolah yang baru. Pada teman-teman barunya di sana, ia mengaku hanya bersembunyi di bawah meja selama insiden di sekolah lamanya terjadi.


Setelah 7 bulan menunggu, akhirnya kita tiba di penghujung serial komik Teether. Sang penulis, David Hutchison, sebenarnya menyatakan bahwa ini hanyalah chapter pertama dari sekian chapter yang telah ia wacanakan untuk Lily. Namun dengan seretnya rilis 4 seri perdananya, saya amat sangat pesimis bakal ada kelanjutannya. Yah, realistis saja. Toh banyak judul yang mengalami nasib serupa.

Untuk ending-nya sendiri, well, agak mengecewakan sih sebenarnya. Dari segi cerita memang oke. Ada twist-nya pula. Namun secara utuh tidak begitu nendang. Kurang greget. Saya curiga ceritanya dipercepat karena dipaksa berhenti di edisi #4 ini.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply