Review Komik Specter Inspectors #1 (BOOM! Studios, 2021)

Dulu saya suka sekali menonton serial “Ghostbuster”, “Scooby-Doo”, dan, yang lokal, “Di Sini Ada Setan”. Hobi blusukan ke tempat serem sepertinya berawal dari kebiasaan masa kecil tersebut. Sayang hingga sekarang jarang sekali ada film, baik serial maupun layar lebar, bertema serupa yang kualitasnya di atas rata-rata. Yang berikut ini mungkin ujung-ujungnya tidak jauh berbeda. Tapi dari sekilas penampakan artwork yang nyaman di mata, rasanya tidak rugi jika coba dibaca dan diikuti. Siapa tahu bisa membawa nostalgia masa kecil. So, tanpa perlu bertele-tele lagi, mari sama-sama kita simak sinopsis komik Specter Inspectors #1 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

For fans of supernatural stories like Blackbird and Vampironica comes a new series from Bowen McCurdy (The Long Way Home) & rising star Kaitlyn Musto introducing the Spector Inspectors, who live that Scooby Doo life chasin’ ghosts! True believer Noa, her cynical little sibling Gus, credulous camera man Ko, and skeptical Astrid head to one of the most haunted towns in America to prove that ghosts exist, for all the social media likes! The investigations of hauntings uncover something more devilish than just a couple of ghosts, something that will put Noa and Astrid’s relationship to the test… and reveal the centuries-old sinister secrets of the town itself. Every issue of Specter Inspectors is oversized, featuring more than 30 story pages.

Story: Bowen McCurdy & Kaitlyn Musto
Art: Bowen McCurdy
Letter: Jim Campbell
Judul Edisi: Episode One – The Discovery
Tanggal Rilis: 3 Februari 2021

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sekelompok Youtuber pemburu hantu yang tergabung dalam Inspookters mendatangi Cape Grace, tempat yang disebut-sebut sebagai kota paling berhantu di seluruh penjuru Amerika, untuk konten Specter Inspectors episode teranyar di kanal mereka. Mereka adalah Noa, Astrid, Ko, dan Gus. Setibanya di sana, tujuan pertama mereka adalah Balai Kota.

Sampai di TKP, Noa langsung bersemangat melihat bangunan yang cukup menyeramkan tersebut. Ia bisa merasakan energi gaib yang besar di sana. Noa yakin malam nanti mereka bisa mendapatkan beberapa bukti aktivitas paranormal terhebat dalam sejarah.

Astrid mengingatkan bahwa mereka tidak bisa sepenuhnya berharap pada makhluk gaib. Pasalnya, di episode sebelumnya, mereka sama sekali tidak mendapati aktivitas gaib apa pun. Astrid menambahkan bahwa tidak ada salahnya mereka melakukan adegan settingan untuk membuat video mereka menarik.

Noa menolak mentah-mentah saran Astrid. Ia ingin segala sesuatunya berjalan real, tanpa tipu-tipu. Lagipula, di episode sebelumnya mereka berhasil menangkap suara-suara misterius dalam rekaman video. Dan baginya yang semacam itu pun sudah lebih dari cukup.

Astrid meminta pendapat dari Ko, sang kameramen. Ko menjawab bahwa ia tidak ingin ikut campur dalam hal tersebut.

Noa lantas meminta Gus dan Ko mempersiapkan kamera thermal di lantai dasar sementara ia dan Astrid mempersiapkan lantai atas. Gus menggoda Noa sengaja mengatur sedemikian rupa agar bisa berduaan dengan Astrid. Dengan wajah memerah Noa membantahnya.

Tak lama, di lantai atas, Noa menyatakan ia seperti mendengar suara-suara yang samar. Melihat ada akses menuju loteng, Astrid mengajak Noa memeriksanya. Tanpa disangka, tangga yang mereka naiki ternyata berujung ke bagian lonceng balai kota yang ada di atap.

Bukannya tambah jelas, suara samar yang sebelumnya didengar Noa malah menghilang. Ia jadi sedikit kecewa. Astrid mencoba menghiburnya, mengatakan bahwa bisa saja yang didengar Noa adalah suara dari luar. Noa membantah. Ia yakin bisa dengan jelas membedakan suara nyata dengan suara gaib. Seperti suara yang terekam di video episode sebelumnya misalnya.

Mendengarnya, Astrid lalu mengaku bahwa sebenarnya ia diam-diam membuat settingan di episode lalu. Suara-suara ‘gaib’ yang didengar Noa adalah suara buatannya. Ia melakukannya karena kanal Youtube mereka tidak kunjung mendapat popularitas. Apalagi sponsor. Terbukti pasca video episode lalu tayang, nama mereka mulai dikenal publik.

Noa kesal. Ia menganggap selama ini Astrid tidak pernah percaya dan peduli kepadanya. Astrid hendak membantahnya, namun ia tiba-tiba tak sadarkan diri.

Tiga hari kemudian, di sebuah motel. Sembari me-review rekaman video yang sudah dibuat, Noa, Gus, dan Ko membicarakan tentang Astrid yang terus menerus mengurung diri di kamar. Tidak tahan lagi, Noa memutuskan untuk mengecek kondisi Astrid.

Sesampainya di kamar, Noa mendapati kamar Astrid dalam kondisi berantakan. Tanpa disangka, Astrid ternyata tengah merayap di plafon. Noa kaget dan berteriak kencang. Seolah merasakan hal yang sama, Astrid juga ikut kaget dan lalu terjatuh.

Mendengar teriakan Noa, Gus dan Ko menyusul masuk ke kamar. Noa segera memerintahkan Ko untuk menggendong Astrid ke dalam mobil. Ia yakin Astrid sudah dirasuki makhluk gaib. Ia berniat untuk mencari orang pintar untuk mengusir makhluk gaib tersebut dari tubuh Astrid yang saat itu terlihat seperti sudah kembali normal.

Menemukan garam di kamar, Gus mencoba menaburkannya ke muka Astrid. Alih-alih mengusir setan, Astrid justru kesal karena matanya jadi pedih gegara kemasukan garam. Ko lanjut menggendong Astrid dan memasukkannya ke dalam mobil. Setelah menguncinya, ganti Gus yang mencoba menyiramkan air suci ke kepala Astrid. Lagi-lagi tidak terjadi apa-apa.

Melihat ada kalung salib yang melilit botol air Gus, Noa mengambilnya dan mencoba mendekatkannya ke tubuh Astrid. Astrid secara reflek menjauhinya dengan wajah ketakutan. Noa makin yakin bahwa Astrid kerasukan.

Dengan dikendarai oleh Gus, mobil pun mulai melaju meninggalkan Cape Grace. Anehnya, meski sudah melewati perbatasan, mobil mereka justru kembali lagi ke dalam kota. Hal tersebut berulang hingga empat kali.

Sambil menyeringai, Astrid tiba-tiba mengatakan bahwa mereka tidak akan bisa pergi dari tempat tersebut. Gus yang kaget secara spontan menginjak pedal rem sehingga mobil mereka selip dan keluar jalur.

Noa memerintahkan hantu yang ada dalam tubuh Astrid keluar. Astrid, yang dirasuki olehnya, menjawab bahwa ia juga ingin keluar dari tubuh Astrid namun tidak bisa. Ia menyatakan bahwa ada pembatas gaib di sekeliling kota Cape Grace yang membuat ia tidak bisa keluar dari sana. Pembatas tersebut juga membuat ingatannya hilang.

Gus memotong dengan mengatakan mereka bisa saja mendatangkan orang pintar untuk mengeluarkan si makhluk gaib dari tubuh Astrid. Si hantu merespon bahwa jika ia dikeluarkan dengan paksa, maka akan berimbas pada tubuh dan jiwa Astrid. Satu-satunya cara jika mereka ingin Astrid selamat adalah dengan memberikan sesuatu yang sudah hilang darinya selama ratusan tahun.

Namanya.


Sejauh ini saya cukup menikmati episode perdana dari Specter Inspectors. Selain artworknya bagus, ceritanya pun rapi. Hampir seluruh dialognya bisa dibaca tanpa mengernyitkan dahi. Dari segi mistis mungkin tidak terlalu berat, tapi yah kita lihat saja nanti di edisi-edisi berikutnya. Semoga saja kisah sejarah si hantu dan Cape Grace bisa disajikan dengan alami dan tanpa kesan dipaksakan.

Last modified on February 6, 2021 4:18 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.