Review Komik Quincredible #4 (Catalyst Prime, 2019)

Di cerita sebelumnya, aksi Quinton membantu Kobra menangkap penjahat berbuntut panjang. Salah satu dari mereka, Caine, mengenali sosok Quin. Dari balik penjara, ia lantas meminta rekannya untuk membalas dendam. Rekan Caine merespon dengan menyekap kedua orang tua Quin dan meminta Quin untuk segera datang apabila ingin ortunya tetap selamat. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak aksi Quin dan superhero lainnya dalam sinopsis komik Quincredible #4 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Quincredible #4 (Catalyst Prime, 2019)

The danger has inevitably followed Quin home, and he has unintentionally put his parents in harm’s way. Quin teams up with Glow to strategize a way to free those closest to him from jeopardy. But with this much on the line, it’s hard to get any thinking done. Will his smarts be enough to undo his transgressions?

Story: Rodney Barnes
Art: Selina Espiritu
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 27 Februari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dengan bantuan Glow dan juga sistem keamanan rumah yang sudah didesainnya beberapa waktu lalu, Quin berhasil melumpuhkan para penyekap kedua orang tuanya. Dirinya sempat terkena tembakan senapan laser yang dibawa oleh mereka, namun karena kebal kondisinya baik-baik saja.

Ortu Quin yang melihat dengan mata kepala sendiri kejadian tersebut mempertanyakan apa sebenarnya yang sudah terjadi. Mau tidak mau Quin pun jujur memberitahu kepada mereka tentang kekuatan yang ia miliki. Alih-alih memarahi Quin, kedua orang tuanya hanya berharap Quin mau menceritakan hal tersebut sedari awal kepada mereka.

Sebelum pergi, Glow memberitahu Quin bahwa situasi yang mereka hadapi mungkin lebih berbahaya dari kelihatannya. Ia yakin ada seseorang kuat di balik komplotan tersebut yang menyediakan senjata-senjata canggih pada mereka.

Esok malamnya, Glow membawa Quin ke pemakaman kota. Tak lama, para superhero lain berdatangan. Ada Noble, Amina, Jameela, Simon, dan juga Summit. Quin sempat lemas karena tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan mereka semua.

Glow lantas meminta Quin untuk menceritakan apa yang terjadi. Quin menjelaskan bahwa ada pihak yang mendukung masyarakat untuk berbuat kriminal. Ia merasa bahwa oknum masyarakat tersebut tidak bersalah, hanya korban keadaan. Yang patut dihukum adalah pihak yang berada di belakang mereka. Superhero lainnya setuju dengan pendapatnya.

Quin lalu meminta Glow mencoba melacak sebuah lokasi dengan menggunakan kemampuannya. Glow berhasil. Mereka pun kemudian bersama-sama menuju lokasi tersebut.

Sementara itu, Dr. Davis terlihat menghadiri sebuah pertemuan tertutup. Terlihat senjata laser yang sebelumnya digunakan oleh para penjahat. Juga sosok yang sepertinya adalah pemimpin mereka, Alexandre Zelime.


Oke, saya akui saya salah prediksi soal Caine. Balas dendam yang ia lakukan terhadap Quin ternyata jembatan untuk menunjukkan tokoh jahat yang sebenarnya. Agak agak sudah bisa ditebak bahwa Dr. Davis berada di kubu Zelime, mengingat ia lantang menolak keberadaan superhero. Bagus sih, jadi ada pesan moralnya. Atau lebih tepatnya, jadi ada unsur dilema moralnya. Dimana ada seseorang dengan niat baik tapi memilih mewujudkannya dengan cara yang tidak baik.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply