Review Komik Quincredible #3 (Catalyst Prime, 2019)

Di cerita sebelumnya, Quinton mulai menjalankan ‘pekerjaan’ barunya, sebagai superhero. Sadar dengan kemampuan dan pengalamannya yang masih terbatas, ia memilih untuk beraksi dengan cerdas. Alih-alih menghadapi langsung para penjahat, ia memilih memancing dan menjebak mereka. Usahanya berhasil namun polisi mengiranya bagian dari komplotan penjahat. Lolos dari kejaran polisi, Quin bertemu dengan Kobra yang juga sedang melawan penjahat. Tanpa disangka, sebuah insiden membuat Kobra terkapar tak berdaya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dapatkah Quin membantu Kobra? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Quincredible #3 berikut ini ya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Quincredible #3 (Catalyst Prime, 2019)

Quin is starting to build a small reputation for himself and is even turning the heads of some local superheroes. But with power comes responsibility, and his rising star lands his parents in the hands of some very dangerous people.

Story: Rodney Barnes
Art: Selina Espiritu
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 23 Januari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Bertahun-tahun sebelumnya, saat Quin masih kecil. Sebuah kemacetan di jalan terjadi karena ada nenek-nenek yang kesulitan untuk menyeberang jalan. Para pengendara mobil marah dan berteriak kepadanya. Berbeda dengan ibu Quin yang saat itu sedang mengendara mobil bersama Quin. Tanpa pikir panjang ia turun dari mobilnya dan membantu nenek tersebut. Sejak saat itu Quin yakin bahwa sudah seharusnya ia melakukan hal-hal yang baik.

Quin berusaha kabur dari kejaran para penjahat yang sebelumnya sudah berhasil melumpuhkan Kobra dengan pistol laser mereka. Dengan taktik yang ia gunakan sebelumnya, ia menjebak mereka ke dalam sebuah ruangan lantas menguncinya dari luar. Setelah memastikan polisi datang ke TKP, Quin dan Kobra pergi menjauh. Yang tidak Quin ketahui, salah satu di antara penjahat tersebut mengenali dirinya.

Quin memperkenalkan dirinya sebagai Quincredible pada Kobra. Tak lama Glow bergabung dengan mereka. Ia memberitahu bahwa ada sekelompok orang yang mencoba menangkap para superhero. Di antaranya Noble dan Cosmosis. Untungnya hingga sekarang para superhero masih bisa lolos.

Sebelum pergi Glow mengingatkan bahwa Quin juga pastinya termasuk di antara para superhero yang diincar.

Dr. Davis dalam ceramahnya mencela keberadaan superhero. Ia menganggap keberadaan mereka tidak berbeda jauh dengan pihak kepolisian yang seringkali menganggap rendah komunitas mereka. Hampir semua yang hadir setuju dengan pendapatnya.

Quin yang datang terlambat tidak sempat mendengar isi ceramah Dr. Davis. Ia lantas menanyakan hal tersebut pada sahabatnya, Brittany, yang kebetulan ikut hadir. Begitu mendengar niat Dr. Davis untuk menolak kehadiran superhero, Quin mengungkapkan pendapatnya. Tidak semua superhero jahat, karena pada dasarnya mereka juga manusia biasa. Brit yang awalnya pro terhadap pernyataan Dr. Davis akhirnya mengamini pandangan Quin.

Penjahat yang sebelumnya ditangkap oleh Quin bernama Caine. Dari balik penjara ia menghubungi rekannya dan memberitahu tempat tinggal Quin.

Quin sedang menunggu bus di halte saat sebuah video call masuk ke ponselnya. Ternyata kedua orang tuanya sedang disekap oleh sekelompok orang. Mereka meminta Quin untuk segera datang ke rumah jika tidak ingin terjadi apa-apa kepada mereka.

Bergegas Quin berlari. Di tengah jalan ia sempat berhenti untuk meluapkan emosinya. Ia teringat masa-masa yang sudah ia lewati bersama kedua orang tuanya. Ia tidak ingin sampai terjadi apa-apa karena hanya mereka berdua yang ia miliki saat ini.

Tanpa disangka Glow muncul. Setelah mengetahui apa yang terjadi dan menenangkan Quin, Glow memastikan bahwa ia akan ikut dan membantu Quin.


Saya agak kecewa karena cerita masih saja berputar pada hal yang sepele, perselihan antara Quin dengan Caine, penjahat sekaligus preman yang sempat ia hadapi di edisi perdana. Saya yakin ini bukanlah seri komik yang panjang, jadi terus terang saya mengharapkan sesuatu yang lebih greget lagi. Toh ada tokoh antagonis misterius yang sepertinya merupakan otak dari penyerangan terhadap para enhanced / superhero. Bisa kali skip saja sub cerita melawan Caine.

Tapi yah, kemungkinan cerita saat ini dimasukkan untuk membuat orang tua Quin tahu mengenai aksi Quin sebagai Quincredible. Feeling saya sih seperti itu. Kita lihat saja nanti kelanjutan ceritanya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply