Review Komik Quincredible #2 (Catalyst Prime, 2018)

Di cerita sebelumnya, Quinton mulai menyadari bahwa dirinya memiliki kekuatan super yang lain daripada yang lain — kekebalan tubuh. Ia tidak merasa kesakitan, juga tidak pernah terkena penyakit. Pertemuannya dengan superhero Glow membuatnya berpikir untuk ikut menjadi superhero seperti Glow dkk. Akankah itu terjadi? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Quincredible #2 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Quincredible #2 (Catalyst Prime, 2018)

There is nothing in this world that Quinton loves more than superheroes. But it’s one thing to adorn your walls with pictures of your heroes and another thing entirely to step up to the plate and try to BE one of them. Quin’s about to get a lesson in the school of hard knocks, but lucky for him, he can take a punch.

Story: Rodney Barnes
Art: Selina Espiritu
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 19 Desember 2018

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sosok pria misterius mengamati berbagai kejadian di New Orleans dari balik (puluhan) layar. Ia ternyata berniat untuk melakukan revolusi dengan menggunakan kekerasan.

Quin mencoba untuk berlatih parkour sebagai bekal dirinya menjadi superhero. Baru percobaan pertama ia sudah gagal.

Sembari makan malam, ia meminta pendapat kedua orangtuanya tetap ‘menyelamatkan dunia’. Dengan bijak ayahnya menyarankan, apabila Quin memang ingin melakukan itu, ia bisa memulainya dengan mengerjakan sesuatu sesuai dengan kemampuannya.

Di kamar, Quin lantas mendapat ide dari perkataan ayahnya. Ia memutuskan untuk menganalisa berbagai tindak kejahatan yang ada dan mencoba untuk mencegahnya. Dengan demikian ia bisa membantu mereka tanpa perlu terlalu membahayakan dirinya sendiri.

Meski sempat patah hati karena Britanny (gadis yang ia sukai) ternyata sudah memiliki kekasih, Quin cukup bersemangat dalam berlatih olahraga di sekolah. Ia benar-benar berniat untuk menjadi kuat agar bisa membantu menyelamatkan dunia.

Di malam hari, Quin mengawasi salah satu lokasi yang biasanya rawan disantroni penjahat. Setelah beberapa hari, instingnya terbukti tepat. 3 orang penjahat membobol tempat tersebut. Quin lantas menyalakan alarm lalu menangkap
mereka dengan jebakan yang sudah ia persiapkan.

Apes baginya, pihak kepolisian yang datang mengira Quin bagian dari kawanan penjahat. Mau tidak mau Quin terpaksa melarikan diri. Ia sempat tertabrak truk tapi berkat kekuatan supernya tubuhnya tidak luka sedikit pun. Salah seorang polisi yang mengejar pun jadi kehilangan jejaknya, karena mengira orang yang ia kejar terluka akibat tabrakan tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Quin kembali melihat tindak kriminal terjadi. Namun kali ini ada superhero Kobra yang datang menghadapi para penjahat. Quin sempat membantu melumpuhkan salah seorang di antaranya, sebelum sebuah tembakan melumpuhkan Kobra.


Makin suka sih dengan jalan cerita komik ini. Ringan tapi seru. Bumbu-bumbu asmara serta masa lalu ayah Quin pun disajikan dengan porsi yang tepat. Tidak sampai mengganggu fokus cerita pada karakter Quin. Di sisi artwork masih sama kerennya seperti edisi perdana lalu. Top dah.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply