Review Komik Prodigy #5 (Image, 2019)

Di cerita sebelumnya, perjalanan Edison Crane dkk menuju Palmyra mendapat rintangan tak terduga saat pemerintah US memutuskan untuk menyerang ISIS yang sedang menguasai Temple of Bel yang berada di kota tersebut. Dalam waktu yang terbatas kini Edison harus bisa mencari petunjuk untuk mengalahkan Brotherhood of the Dragon yang ada di kuil tersebut sekaligus meloloskan diri dari kepungan pasukan ISIS serta memastikan dirinya tidak ikut luluh lantak akibat serangan rudal pesawat USAF. Mampukah Edison melakukannya? Temukan jawabannya di sinopsis komik Prodigy #5 berikut ini ya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Cover komik Prodigy 5

Crane’s facing off against hordes of terrorists in Damascus as he battles to uncover the dark secrets of the ancient ruins. Can he use his incredible mind to memorize the inscriptions carved in the temple walls before bombers raze the city to the ground?

Story: Mark Millar
Art: Rafael Albuquerque
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 10 April 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sembari menghabisi satu persatu pasukan ISIS yang menghadangnya, Edison berlari masuk ke dalam kuil dan mengamati tulisan-tulisan yang ada di tembok kuil. Di saat agen Rachel hampir tiba, tak disangka salah satu tembakan mengenai dada Edison. Untungnya, dengan sedikit mengubah titik penjemputan untuk menyesuaikan dengan kondisinya, Edison berhasil lolos dari kuil, berselisih beberapa detik dengan rudal pesawat tempur USAF yang menghujam.

Sempat meminta untuk mengoperasi dirinya sendiri, namun tubuh Edison tidak dapat bertahan dan ia pun tak sadarkan diri di meja operasi. 48 jam kemudian ia terbangun dan sepertinya operasi berjalan dengan lancar. Dokter muda yang sebelumnya ia ragukan memastikan bahwa semuanya berjalan baik-baik saja.

2 jam berlalu. Rachel tiba di rumah sakit dan mendapati bahwa Edison sudah membeli rumah sakit tersebut. Di kamar inapnya, Edison sedang sibuk menulis kode-kode yang ia lihat sebelumnya di Temple of Bel di dinding rumah sakit, sekaligus membuat perhitungan berdasarkan fakta serta petunjuk yang ia kumpulkan selama perjalanannya. Edison memberitahu Rachel bahwa selama ini rencana pihak musuh untuk menyerbu bumi tersimpan dalam bentuk kode matematika.

Pihak tersebut berasal dari dimensi lain dimana dunia di sana sudah hancur karena ketamakan mereka dalam menguasai segala isinya. Cush, raja mereka, mengirimkan anaknya, pangeran Nimrod, ke dimensi tempat Edison dan yang lainnya hidup saat ini untuk membangun jembatan antar dimensi sehingga mereka bisa menguasai dimensi Edison. Sayangnya, karena keterbatasan fondasi, pesawat yang ditumpangi pangeran Nimrod terlempar ke masa lalu, di Babylon.

Tanpa media untuk berkomunikasi dengan ayahnya, pangeran Nimrod lantas membangun Tower of Babel. Rencananya, bangunan tersebut akan digunakan sebagai jembatan antar dimensi. Namun pada akhirnya pangeran Nimrod tidak pernah bisa mengaktifkan pintu penghubungnya. Untuk memastikan bahwa suatu saat misinya terlaksana, ia pun menyembunyikan blueprint jembatan antar dimensi, yang kini telah berhasil dibangun di perbatasan Perancis – Swiss. Tepatnya di Hellmouth, tempat fasilitas Large Hadron Collider (Penumpuk Hadron Raksasa) berada.

Begitu Edison selesai menjelaskan semuanya, tanpa disangka Rachel mengeluarkan pistolnya dan langsung menembakkannya peluru bius ke tubuh Edison. Tidak itu saja, Francis tiba-tiba muncul dan berterimakasih karena Edison sudah membantunya menemukan blueprint yang selama ini ia cari-cari.


Keberadaan karakter Rachel selama ini yang ternyata adalah mata-mata kiriman Francis mungkin sudah banyak yang menduga. Meski tidak ada petunjuk jelas yang mengarah ke twist tersebut, namun hal tersebut acap terjadi dalam kisah serupa, sehingga tidak terlalu mengagetkan lagi.

Untungnya, twist lainnya, tentang kaitan cerita dengan raja Nimrod, Cush / Kush, dan sebagainya cukup menarik. Semuanya mengingat eksistensi karakter-karakter tersebut di dalam berbagai kitab suci, termasuk Qur’an dan Injil.
Khusus untuk Al Qur’an, meski tidak tertulis secara langsung, namun para ahli kitab menafsirkan bahwa raja yang saat itu menentang nabi Ibrahim adalah raja Nimrod. Coba dicari sendiri aja ya referensinya, saya takut salah, ntar didemo 🙂

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply