Review Komik Oliver #3 (Image, 2019)

Di cerita sebelumnya, Oliver yang memaksa untuk ikut bekerja di pabrik bersama dengan Prospero dan yang lain berujung pada insiden ketidakpuasannya terhadap kekejaman penjaga di sana. Sementara itu, keberadaan Oliver sebagai manusia hybrid mulai terdeteksi oleh pihak pemerintah. Sang gubernur lantas memberi wewenang pada kolonel Sikes untuk menangkap Oliver. Bagaimana nasib Oliver selanjutnya? Temukan jawbaannya dalam sinopsis komik Oliver #3 berikut ini ya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Cover komik Oliver 3

When heavily armed government forces come to London looking for Oliver, he decides to fight back against them, inspiring his adopted family of genetically engineered former soldiers to rise up against their oppressors in an unlikely rebellion.

Story: Gary Whitta
Art: Darick Robertson
Color: Diego Rodriguez
Letter: Simon Bowland
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 18 April 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Oliver meluapkan emosinya di tengah hujan yang lebat. Di saat bersamaan, sebuah helikopter yang mengangkut pasukan pemerintah pimpinan kolonel Sikes tiba di camp tentara kloning (IVC). Setelah memberitahukan maksud kedatangan mereka (menangkap manusia hybrid alias Oliver), para tentara pemerintah mulai menyebar dan memeriksa bangunan-bangunan yang ada di camp.

Dengan kemampuan akrobatiknya, Oliver menyelinap dan bergegas menuju rumah Propero. Ia tiba hampir berbarengan dengan tiga orang prajurit yang kebagian tugas memeriksa rumah Prospero. Tak butuh waktu lama bagi Oliver untuk melumpuhkan ketiganya. Tanpa membuang waktu, ia memberikan senjata pada Prospero dan memerintahkannya untuk menembak siapa saja yang datang ke sana.

Untuk mencegah terjadinya korban jiwa di kubu IVC, Oliver memancing para tentara pemerintah menjauh. Prospero sendiri menemui dua orang rekannya (yang lengan kirinya buntung dan wajah bagian kanannya rusak) dan meminta keduanya untuk ikut membantu Oliver melindungi camp mereka.

Walau berhasil mengalahkan beberapa orang tentara, namun kalah jumlah membuat Oliver tak kuasa bertahan. Kolonel Sikes segera memberi instruksi untuk membunuh Oliver. Untunglah, sebelum itu terjadi, Prospero dkk datang dan menghabisi para tentara yang berada di dekat Oliver saat itu. Si lengan buntung lantas memastikan niatnya untuk berjuang bersama Oliver.


Seperti sudah diduga sebelumnya, Oliver bakal jadi peloper perjuangan melawan pemerintah. Bagusnya, alur cerita tidak ditunda-tunda lagi. Kita langsung disuguhkan konflik awal antara IVC dengan pasukan pemerintah yang dipimpin oleh Kolonel Sikes. Di sisi lain, kita diperlihatkan sosok Oliver yang bukan tanpa cela. Bahkan hanya menghadapi beberapa orang tentara sekaligus saja ia sudah nyaris menemui ajal. Sepertinya saat konflik antara kedua pihak makin memanas ceritanya juga bakalan makin seru nih.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply