Review Komik Justice League: No Justice #1-4 (2018)

Di akhir event Dark Nights: Metal, tersirat akan adanya perubahan sekaligus bahaya besar yang mengancam bumi. Batman sudah memperkirakannya dan mencoba untuk membuat persiapan yang mumpuni. Namun sanggupkah ia, dan juga superhero lainnya termasuk yang tergabung dalam Justice League, mencegah bumi dari kehancuran? Simak jawabannya di miniseri Justice League: No Justice ini, yang sekaligus juga akan menjadi titik balik dari sepak terjang para superhero di jagat DC.

Oh ya, sebelum ini, sebenarnya ada sedikit cerita pembukanya di komik DC Nation #0. Tapi karena memang benar-benar sedikit — lebih mirip dengan preview ketimbang prolog — saya sengaja tidak membahasnya di sini. Silahkan dibaca sendiri aja, ya 🙂

Untuk tie-in ada komik Green Arrow Annual #2 yang memberikan cukup banyak informasi tambahan seputar event No Justice ini. Nanti mungkin akan saya review secara terpisah di artikel lain.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Justice League: No Justice #1

Review Komik Justice League: No Justice #1-4 (2018)

DARK NIGHTS: METAL left the DCU transformed in ways both terrifying and wondrous—and only the Justice League is strong enough to face the threats to come…or are they? Four giant beings comprised of the universe’s major energies—Mystery, Wonder, Wisdom and Entropy—who sustain their life force by devouring planets are on their way to destroy the planet of Colu. The only way to take down this unimaginable threat is for the superhero teams of Earth to forget everything they thought they knew and form new alliances.

What secrets of the cosmos will Superman, Martian Manhunter and Team Mystery discover? Will Zatanna, Wonder Woman and Team Wonder awaken alien magic they cannot put back to sleep? What can Harley Quinn possibly have to teach the rest of Team Wisdom? And most importantly…why the heck is Beast Boy on Team Entropy with Lobo and Batman? Find out all this and much more in the most exciting, bombastic event of summer 2018!

In this kickoff issue to the four-issue miniseries, after Brainiac systematically takes down all of Earth’s super-teams, the last thing the League expects is for him to ask for their help! Without their aid, his home planet and the universe are both doomed!

Story: Joshua Williamson, James T Tynion IV, Scott Snyder
Art: Francis Manapul
Color: Hi-Fi
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 9 Mei 2018

Keretakan yang terjadi pada Source Wall pasca event Dark Nights: Metal semakin parah. Guardian mau tidak mau memerintahkan seluruh pasukan Green Lantern Corps untuk berkumpul di sana guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Justice League, Titans, Teen Titans, dan Suicide Squad sedang melawan pasukan Brainiac. Justice League sendiri yang berhadapan langsung dengan Brainiac. Namun tujuan Brainiac ternyata bukan untuk menghancurkan bumi, melainkan justru hendak mengajak para superhero bumi untuk berjuang bersama-sama dengannya, karena ada masalah lain yang lebih berbahaya. Yaitu kehadiran Omega Titans akibat retaknya Source Wall.

Setelah mengumpulkan semua superhero yang ada di kapal induknya, Brainiac menjelaskan lebih lanjut tentang Omega Titans. Mereka adalah 4 dewa kosmik yang masing-masing mewakili sebuah energi elemen kehidupan: entropy (perubahan ke arah yang buruk / kerusakan alami), wisdom (kebijakan), wonder (keajaiban), dan mystery (misteri). Hadirnya mereka akan berujung pada kehancuran seluruh dunia di alam semesta.

Di bumi, Amanda Waller yang mengetahui kebersamaan Brainiac dengan para superhero, mempersiapkan tim khusus untuk menyerang pikiran Brainiac.

Lex Luthor menemui Martian Manhunter dan menanyakan pendapatnya apakah Brainiac berkata jujur atau tidak. Martian Manhunter mengiyakan.

Hadirnya beberapa supervillain di antara kumpulan superhero di kapal induk Brainiac membuat beberapa orang merasa tidak nyaman. Namun mereka semua terdiam begitu pesawat tiba di Colu, planet tempat tinggal Brainiac, yang merupakan ras tercerdas di alam semesta. Sudah ada salah satu dari Omega Titans di sana, Wisdom, sedang bersiap untuk menghancurkan planet Colu.

Brainiac memberitahu yang lain bahwa ia sudah mengatur agar Wisdom menyerang bumi apabila planet Colu hancur untuk memastikan semuanya serius mengikuti perintahnya. Ia juga memberitahukan bahwa ia sudah mempersiapkan strategi untuk mengalahkan Wisdom.

Namun belum sempat ia menjelaskannya, serangan tim Waller dimulai. Brainiac yang merasa kesakitan terjatuh di pelukan Superman. Sesaat kemudian, kepalanya meledak.


Justice League: No Justice #2

Review Komik Justice League: No Justice #1-4 (2018)

The teams arrive at Brainiac’s home world to find it already in chaos. Only by splitting up and journeying to the four cosmic trees of Colu will they have any hope of saving the planet…but what’s waiting for them will test the true mettle of their new alliances!

Story: Joshua Williamson, James T Tynion IV, Scott Snyder
Art: Francis Manapul & Marcus’To
Color: Hi-Fi
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 16 Mei 2018

Amanda Waller berada di Artic Circle, 3 mil dari Fortress of Solitude. Green Arrow mendadak muncul menghadangnya, menanyakan keberadaan Justice League.

Para superhero (dan supervillain) kebingungan dengan langkah apa yang harus diambil untuk menyelamatkan planet Colu. Lex Luthor mengingatkan bahwa mereka harus tetap berpegang pada persiapan yang sudah dilakukan oleh Brainiac, termasuk pembagian tim, serta beberapa potong informasi yang diberikan Brainiac sebelum tewas. Meski ada yang tidak sepenuhnya percaya dengan Lex, anggota utama Justice League tidak mempermasalahkannya, dan mau mengikuti masukannya.

Waller memberitahu Green Arrow apa yang sedang terjadi. Ia ternyata sudah mengetahui semuanya setelah mencuri data file dari Brainiac. Sebaliknya, ia ganti mempertanyakan kenapa hanya Green Arrow seorang diri yang menghadangnya. Green Arrow menjawab karena hanya tinggal dirinyalah satu-satunya superhero yang tersisa di bumi, karena yang lainnya (yang tidak ikut dibawa oleh Brainiac) entah bagaimana saat ini sedang berada dalam kondisi stasis. Terlihat tiga di antaranya, yaitu Aquaman, Nightwing, dan Donna Troy.

Tidak ada pilihan lain, Green Arrow meminta Waller untuk memberitahu langkah selanjutnya, karena jika itu untuk menyelamatkan bumi, ia akan menuruti perintah Waller. Waller mengatakan bahwa yang hendak ia lakukan adalah mendapat benih kosmik bumi yang terbengkalai, yang bisa memancing kedatangan Omega Titans ke bumi.

Terdapat 4 pohon elemen di planet Colu. Rencana para superhero adalah menghilangkan kekuatan pohon Wisdom dan sebaliknya, memberikan kekuatan pada ketiga pohon lainya. Sayangnya usaha mereka tidak mudah. Selain harus memikirkan bagaimana caranya, masing-masing pohon juga memiliki pasukan penjaga tersendiri.

Martian Manhunter yang berada dalam satu tim bersama Superman, Sinestro, Starfire, dan Starro menangani pohon Mystery. Di dalamnya ternyata terdapat kontainer-kontainer yang berisi planet. Martian Manhunter menyatakan bahwa mereka harus membebaskan planet-planter tersebut untuk menghidupkan kekuatan pohon Mystery. Sinestro sempat tidak setuju, namun ia akhirnya pasrah karena tahu tidak ada jalan lain.

Sementara itu, Batman, Lobo, Lex Luthor, Deathstroke dan Beast Boy yang menangani pohon Entropy terkejut menemui seseorang yang sudah menunggu mereka di sana. Ia adalah Vril Dox alias Brainiac 2.0, anak Brainiac.

Di bumi, Green Arrow dan Waller menemukan benih kosmik bumi dalam keadaan aktif. Waller baru menyadari bahwa tindakannya membunuh Brainiac yang menyebabkan hal tersebut.


Justice League: No Justice #3

Review Komik Justice League: No Justice #1-4 (2018)

Starfire makes a crushing discovery, Beast Boy uncovers a shocking betrayal, and Cyborg and Wonder Woman are forced to make decisions that will have devastating repercussions for all four teams…and potentially for those they left behind on Earth.

Story: Joshua Williamson, James T Tynion IV, Scott Snyder
Art: Riley Rossmo & Marcus To
Color: Hi-Fi
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 23 Mei 2018

Baca juga  Review Komik Satan's Hollow #6 (2016)

Vril Dox menyatakan bahwa Brainiac sama sekali tidak berniat meminta bantuan pada superhero bumi untuk menyelamatkan alam semesta. Justru sebaliknya, ia sedang memperalat mereka agar bisa membantunya menguasai planet Colu, satu-satunya planet di alam semesta yang tidak bisa ia taklukkan. Itu sebabnya Brainiac dari awal sudah mengatur agar Omega Titans akan menyerang bumi setelah mereka menghancurkan planet Colu. Dengan semua perhitungan yang sudah dilakukan oleh Brainiac, tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh superhero bumi untuk mencegahnya.

Green Arrow berniat untuk menghubungi Green Lantern Hal Jordan dan meminta saran untuk me-non-aktifkan benih kosmik bumi. Waller tidak setuju karena ia berencana untuk menjatuhkan bom nuklir pada benih kosmik tersebut.

Tim Wonder Woman, Dr. Fate, Raven, Etrigan dan Zatanna kesulitan menghadapi pasukan penjaga pohon Wonder. Zatanna yakin bahwa kostum khusus yang diberikan oleh Brainiac pada mereka semua menjadi penyebabnya. Wonder Woman yang akhirnya berhasil mendapat solusi dengan menggunakan tali lassonya. Pohon Wonder pun berhasil diaktifkan.

Setelah bersusah payah, tim Harley Quinn, Cyborg, the Atom, Robin dan the Flash mulai berhasil menghilang kekuatan dari pohon Wisdom. Cyborg yang melakukannya dengan cara menghubungkan mother box miliknya ke pohon Wisdom dan menyedot semua informasi yang ada di dalamnya.

Sementara itu, tim Mystery masih mencoba mencari solusi terbaik untuk membebaskan semua planet dalam kontainer tanpa membuat kekacauan lebih jauh. Sinestro akan mencoba untuk menanganinya, sementara yang lain ditambah dengan tim Wonder berusaha menghadang Omega Titans Wisdom. Tim Entropy sendiri kembali ke kapal induk bersama Vril Dox, sedang tim Wisdom masih berusaha untuk sepenuhnya mematikan pohon Wisdom. Beberapa superhero juga membantu penduduk planet Colu untuk menyelamatkan diri.

Pada akhirnya, Omega Titans Wisdom tetap tidak dapat dikalahkan. Setelah merobek Starro menjadi dua, Omega Titans Wisdom menghancurkan planet Colu.

Hancurnya planet Colu disusul dengan tumbuhnya 4 pohon elemen di bumi. Tepatnya di markas S.T.A.R. Labs, Belle Reeve, The Tower of Fate, dan di Fortress of Solitude. Ditambah lagi, ketiga Omega Titans (Entropy, Wonder, dan Mystery) kini sudah berada di dekat planet bumi.


Justice League: No Justice #4

Review Komik Justice League: No Justice #1-4 (2018)

The epic finale that everyone will be talking about! After the unimaginable happens, the DCU must band together to defend Earth from annihilation. Before the end, new alliances will be forged…and some heroes will be lost forever. Don’t miss the event that will set the stage for the Justice League in 2018 and beyond!

Story: Joshua Williamson, James T Tynion IV, Scott Snyder
Art: Francis Manapul
Color: Hi-Fi
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 30 Mei 2018

Green Lantern Corps diminta untuk membiarkan Source Wall karena ada masalah yang lebih besar: kehadiran 4 Omega Titans di planet bumi.

Dibebaskannya planet-planet yang sebelumnya ada dalam kontainer pohon Mystery berpotensi menimbulkan masalah baru. Konflik antar planet sudah pasti tidak dapat dihindarkan. Area tempat mereka dibebaskan diberi nama sektor Ghost Space.

Setelah mendapatkan data Brainiac yang ada di kapal induk, Vril Dox pergi begitu saja. Martian Manhunter mencoba membangkitkan semangat yang lain agar tidak percaya begitu saja pada Vril Dox tentang Brainiac yang sudah memperhitungkan kekalahan mereka di tangan Omega Titans. Buktinya adalah Starro, supervillain yang justru rela berkorban demi menyelamatkan alam semesta.

Dengan dipandu oleh Batgirl, Supergirl mencoba mencari keberadaan Green Arrow di sekitar Fortress of Solitude. Tiba-tiba saja ia diserang oleh Vril Dox, yang sengaja datang ke sana untuk mengumpulkan data-data Brainiac sekaligus mempercepat tumbuhnya pohon elemen bumi dengan alat yang sudah ia siapkan.

Green Arrow dan Amanda Waller tiba di Belle Reeve. Tanpa disangka Waller langsung memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Green Arrow, dengan alasan dia yang bertanggungjawab atas kedatangan Omega Titans di bumi. Belum sempat hilang keterkejutan Green Arrow atas ulah Waller, Vril Dox mendadak muncul di tengah-tengah mereka.

Setelah berterima kasih pada Waller karena telah membunuh ayahnya, Vril Dox segera menodongkan senjatanya ke arah Waller. Belum sempat ditembakkan, beberapa anggota Green Lantern Corps datang dan menghajarnya.

Waller lantas bersiap untuk mengaktifkan senjata thermonuclear, namun kejutan kembali datang. Giliran Batman dan tim Entropy-nya yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Ketiga tim superhero lain ternyata juga sudah berhasil kembali ke bumi, masing-masing bergegas menuju ke pohon elemen sesuai dengan elemen tim mereka.

Dengan tambahan data Brainiac yang dimiliki Waller, Cyborg menemukan solusi untuk mencegah Omega Titans menghancurkan bumi, yaitu membuat benih baru yang berisi keempat elemen dan menempatkannya di lokasi lain yang jauh dari bumi.

Setelah menghancurkan alat Vril Dox, Green Lantern Hal Jordan mendapatkan benih di pohon Entropy. Ia bergegas memberikannya pada Cyborg, yang tanpa membuang waktu memodifikasinya agar bisa menerima empat elemen energi sekaligus. Ia juga memasukkan energi Wisdom yang dimiliki ke dalam benih tersebut.

Berturut-turut lantas Wonder Woman memberikan energi Wonder dan Martian Manhunter memberikan energi Mystery. Deathstroke berniat untuk memberikan energi Entropy, namun gagal. Justru Lex Luthor yang berhasil.

Benih yang sudah terisi energi itu kemudian diumpankan pada Omega Titans Entropy. Akibatnya, ketiga Omega Titans lainnya ganti memakan Omega Titans Entropy. Dan pada akhirnya mereka semua menghilang.

Berkomunikasi melalui telepati, Lex Luthor memberitahu Martian Manhunter bahwa ia akan meninggalkan Justice League. Kejadian yang mereka semua alami barusan membuat Lex Luthor berpikir ulang dan memutuskan untuk mulai menggunakan caranya sendiri untuk menghadapi masalah-masalah yang nantinya akan datang.

Batman memanggil Black Lightning. Ia meminta Black Lightning untuk membantunya dalam sebuah tim khusus, yang difungsikan untuk menangani masalah-masalah yang tidak bisa ditangani oleh Justice League secara terang-terangan.

Sementara itu, Martian Manhunter memberikan sebuah kotak misterius pada Green Arrow yang disebut-sebut bisa menghancurkan Justice League. Ia mempercayakan barang tersebut pada Green Arrow karena ia sudah menjadi satu-satunya superhero bumi yang tetap berjuang di saat yang lain berada di planet Colu.

Belakangan Martian Manhunter dipilih untuk menjadi pimpinan Justice League.

Pohon energi elemen di bumi ternyata tidak hancur pasca kejadian tersebut. Wonder Woman meminta Zatanna membantunya memecahkan misteri keberadaan pohon-pohon tersebut.

Di tempat lain, Cyborg dan Star Fire berniat untuk pergi ke luar angkasa dan menyelesaikan konflik-konflik yang mungkin timbul di Ghost Space Sector.


Pasca event ini, para superhero di jagat DC mulai membangun ulang kelompok masing-masing. Mulai dari Justice League (Justice League #1), Titans (Titans Special #1), hingga Teen Titans (Teen Titans Special #1). Juga bakal ada beberapa sub-cabang dari Justice League, termasuk di antaranya tim Odyssey (Justice League Odyssey #1) dan tim Dark (Justice League Dark #1). Dengan cerita utama Justice League di era Rebirth yang membosankan, akankah ini bisa menjadi awal dari cerita tim utama DC yang jauh lebih berkualitas?

Ngomong-ngomong artwork di No Justice #3 asli ancur banget. Kok bisa-bisanya to artisnya dipilih untuk menggarap miniseri yang secara keseluruhan lumayan keren ini. Rasanya seperti lagi nonton film dan pas seru-serunya malah gambarnya goyang-goyang gak karuan. Tolong jangan diulangi lagi ya DC Comics.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply