Review Komik Justice League: Hell Arisen #3 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Apex Lex Luthor mendatangi Hall of Justice untuk menemui komisaris Gordon yang terpenjara di sana. Ia kaget begitu mengetahui sudah banyak superhero yang terinfeksi oleh racun Joker dari Batman Who Laughs. Tidak itu saja, beberapa dari mereka kini telah mendatangi TKP dan bersiap untuk menyerangnya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dapatkah Luthor mengalahkan Batman Who Laughs? Bagaimana dengan Joker? Simak kelanjutan ceritanya dalam sinopsis komik Justice League: Hell Arisen #3 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Justice League: Hell Arisen #3 (DC Comics, 2020)

Apex Lex Luthor’s first run-in with the Infected didn’t go as planned, and the Batman Who Laughs’ influence is continuing to spread. Now Lex must find out who in the world can think like the Batman Who Laughs-and there are only two folks who come to mind. The first is Batman, who probably has his own ideas for Lex; the other is The Joker, who also likely has his own ideas, but who just maybe wants to see this twisted doppelgänger sent back to the Dark Multiverse he came from. It’s a gamble Lex has to take, because the Infected are gearing up for round two!

Story: James Tynion IV
Art: Steve Epting & Javier Fernandez
Color: Nick Filardi
Letter: Travis Lanham
Judul Edisi: Hell Arisen Part Three
Tanggal Rilis: 26 Februari 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Hall of Justice. Booster Gold, Miss Martian, Hawk, Dove, dan yang lain sudah berhasil melumpuhkan Luthor. Gordon menyatakan sedari awal mereka sudah tahu strategi untuk mengalahkan Luthor, yang selalu saja berpikir dengan cara yang rumit dan mengabaikan langkah-langkah sederhana. Ia juga menyatakan bahwa pimpinan mereka, Batman Who Laughs, ingin membunuh Luthor sendiri sehingga saat ini ia hanya akan dikurung sementara mereka melanjutkan tugas mereka untuk menginfeksi superhero yang lain satu demi satu.

Tanpa diduga Joker mendadak muncul. Setelah menyingkirkan Gordon dan yang lain agar menjauh dari Luthor, Joker lantas memanggil Warp dan memintanya untuk memindahkan mereka berdua dari tempat tersebut.

Tak lama ketiganya tiba di sebuah taman bermain yang merupakan markas Joker. Setelah meminta Warp untuk pergi dan bunuh diri di tempat lain, Joker membawa Luthor menemui Mercy Graves yang tengah berada di ujung pisau Puncline, partner sekaligus kekasih Joker yang baru.

Joker menyatakan bahwa sedari awal seharusnya Luthor membunuh Batman Who Laughs saat dulu ada kesempatan. Luthor secara tidak langsung mengakui kesalahannya, sekaligus mengatakan bahwa saat ini ia membutuhkan cara berpikir Joker yang mampu mengimbangi pola pikir Batman / Batman Who Laughs. Sesaat kemudian Luthor mulai masuk ke dalam pikiran Joker tanpa bisa dicegahnya.

Di sebuah laboratorium, Nix Outan (The Monitor) terlihat telah berhasil ditangkap oleh Batman Who Laughs. Tujuannya adalah menemukan keberadaan seseorang. Walau Nix tidak mau mengatakannya, namun Batman Who Laughs sudah menyiapkan Dubbilex dari Project Cadmus untuk mengorek informasi dari dalam pikiran Nix.

Setelah mendapatkan yang diinginkan, Batman Who Laughs menghubungi Gordon, meminta dirinya mengumpulkan tim untuk bersiap-siap menghadapi akhir rencana mereka.

Pasca memasuki pikiran Joker, Luthor akhirnya mengetahui asal dari racun Joker yang menginfeksi Batman Who Laughs dan yang lain serta cara menetralisirnya. Sebelum berpisah, Joker sekali lagi mengingatkan bahwa Luthor sudah terlalu dalam berada dalam cengkraman Perpetua. Ia juga menegaskan bahwa urusannya adalah hanya dengan Batman dan tidak peduli dengan yang lain.

Sepeninggal Joker, Luthor meminta Mercy untuk mengirimkan pesan kepada beberapa orang dan meminta mereka untuk berkumpul esok harinya di Hall of Justice.

Esok harinya, Luthor dengan baju armornya tiba di Hall of Justice. Sudah ada Batman Who Laughs beserta para superhero yang terinfeksi di sana. Tanpa banyak membuang waktu, Batman Who Laughs memerintahkan mereka untuk menyerang Luthor. Tanpa disangka, Luthor ternyata tidak sendirian. Ada Solomon Grundy, Lobo, Klarion, Oracle, Captain Cold, dan robot raksasa Mecha Manta.


Untuk kesekian kali, entah bagaimana caranya, Batman Who Laughs mampu menangkap dan memenjarakan karakter-karakter level cosmic dalam jagat DC. Dimulai dari Spectre, Phantom Stranger, dan kali ini Nix Uotan. Sulit untuk dibayangkan mengingat ketiganya diceritakan punya kekuatan yang luar biasa. Jauh jika dibandingkan dengan superhero-superhero yang ada dalam jagat DC.

Banyak yang menduga bahwa yang sebenarnya sedang dicari oleh Batman Who Laughs adalah The Empty Hand, penguasa dari The Gentry, yang sebelumnya memang pernah sempat terlibat konflik dengan Nix Uotan. Benar tidaknya harus menunggu hingga edisi keempat sekaligus edisi final dari miniseri Hell Arisen ini terbit bulan depan.

Ngomong-ngomong baru pertama kali ini saya melihat Mecha Manta. Sepertinya seru kalau karakternya dihadirkan di film layar lebar Aquaman 2 nanti. Setuju tidak, teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , , ,

Reply