Review Komik Injustice: Gods Among Us Year Two #8 (DC Comics, 2014)

Di cerita sebelumnya, setelah mengetahui misi mereka gagal, Guardians of The Universe memutuskan untuk melihat perkembangan di bumi dan merancang strategi yang baru untuk menangkap Superman. Sementara itu, kelompok pemberontak yang sudah memiliki kekuatan super di bawah pimpinan Jim Gordon mulai bergerak. Rencana awal mereka adalah menangkap tentara super dan menginterogasi mereka demi mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us Year Two #8 berikut.

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sinopsis Komik

injustice yeartwo 8

Time jumps ahead seven months and the regime of Superman remains in place. New life begins at the same time that a new potential menace hurtles towards the Earth.

Story: Tom Taylor
Art: Bruno Redondon (Pencils) / Julien Hugonnard-Bert (Inks)
Color: Rex Lokus
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: Chapter Fifteen: War Is Coming
Tanggal Rilis: 15 Juli 2014

7 bulan berlalu. Dinah Lance (Black Canary) melahirkan bayinya. Seorang anak laki-laki yang ia beri nama Connor.

Sementara itu, di luar angkasa, Robin dan Cyborg mendapati adanya seseorang yang melayang jatuh menuju bumi. Berhubung Superman sedang tidak bisa dihubungi sementara Hal Jordan (Green Lantern) dan John Steward (Green Lantern) tidak mungkin bisa tiba di area pendaratan dalam waktu singkat, mereka meminta The Flash untuk bergegas menuju TKP.

Terlambat, ‘orang’ tersebut sudah keburu melesat dan menabrak sebuah bangunan. Adalah Sinestro yang tanpa disangka datang pertama kali dan menyambutnya. Yang datang ternyata adalah Despero, salah satu sosok jahat dari luar angkasa. Sebelum ia melukai orang-orang di gedung tersebut, Sinestro buru-buru membawanya ke angkasa.

Despero yang terlihat kebingungan sempat menyatakan bahwa ia dilemparkan ke bumi oleh salah seorang anggota Sinestro Corps. Alih-alih menghiraukannya, Sinestro justru menggunakan energinya untuk menggerakkan tangan Despero dan seolah-olah terlihat berusaha mencekiknya. Sesaat kemudian Sinestro membunuhnya.

Hal dan John yang melihat kejadian tersebut dari kejauhan menghampiri Sinestro. Sinestro minta maaf karena terpaksa membunuh Despero. Hal dan John tidak mempermasalahkannya karena mengira Despero benar-benar hendak membunuh Sinestro dan menyerang bumi. Sinestro lantas berpamitan untuk mengecek kondisi orang-orang di bangunan yang tadi ditabrak oleh Despero.

Sepeninggal Sinestro, Hal dan John mulai percaya bahwa Sinestro telah berubah menjadi baik.

Harley Quinn menjenguk Dinah di rumah sakit dengan membawakan kado barang-barang aneh. Tak lama Guy Gardner menghubunginya, memberitahu bahwa sebentar lagi waktunya akan tiba. Ia dan Green Lantern Corps butuh waktu 3 minggu lagi untuk menyiapkan senjata rahasia mereka. Namun karena apa pun itu yang dimaksud hanya bisa dilakukan satu kali saja, Guy butuh bantuan dari Dinah dan rekan-rekannya yang ada di sana.

Dinah mengkonfirmasi apakah Guy dkk bisa menghadapi Superman dan Sinestro Corps tanpa merusak bumi. Guy menjawab tidak. Itu sebabnya ia dan rekan-rekannya kini sedang menarik planet Mogo ke bumi.


Guy Gardner brings an entire planet to attack Superman. Meanwhile, secluded in the Tower of Fate, a crippled Batman plots the resistance’s next move.

Story: Tom Taylor
Art: Xermanico (Pencils) / Xermanico & Julien Hugonnard-Bert (Inks)
Color: Rex Lokus
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: Chapter Sixteen: One Day More
Tanggal Rilis: 22 Juli 2014

Guy dkk dihadang oleh 2 orang Sinestro Corps. Mau tidak mau rencana menyelinap masuk ke bumi dibatalkan. Guy juga memutuskan untuk tidak ada gunanya lagi menghubungi Dinah.

Perkiraannya tepat. Di bumi, Superman mengirimkan pengumuman ke seluruh dunia bahwa esok hari akan ada perang besar-besaran. Ia menyatakan bahwa Green Lantern Corps hendak menyerang bumi dan merusak perdamaian yang sudah ia jaga selama ini. Tanpa disangka, Superman juga mengajak penduduk bumi untuk ambil bagian dari perperangan tersebut dan tidak tinggal diam begitu saja.

Oracle yang menyaksikan siaran tersebut bersama Dinah terkejut mendengar ajakan Superman. Namun mereka lebih terkejut lagi begitu mendapatkan file rahasia yang dikirim melalui siaran tersebut oleh rekan mereka yang ada di Watchtower.

Zatanna Zatara tiba-tiba muncul dan memberitahu waktunya telah tiba. Dinah menitipkan Connor pada Oracle lalu mengajak Zatanna untuk pergi menuju Tower of Fate.

Batman berusaha untuk berjalan, namun dengan tulang punggung yang belum pulih sepenuhnya, usahanya sia-sia. Sadar diri tidak bisa melakukan apa-apa untuk saat ini, ia kemudian menghubungi Oracle dan memintanya membukakan jalur komunikasi ke seluruh rekan-rekan mereka.

Batman lalu menguatkan rekan-rekannya sebelum mereka berperang melawan Superman dkk esok hari. Ia juga meminta maaf karena tidak bisa ikut bergabung dengan mereka.

Dengan sihirnya, Zatanna mengirim Alfred, Dinah, dan Catwoman ke Batcave. Batman mengingatkan Zatanna agar tidak turun tangan apa pun yang terjadi karena jika rencana utama mereka gagal, Zatanna bakal dibutuhkan untuk rencana cadangan. Ia pun meminta agar Zatanna mengirimkannya ke tempat Oracle.


Terus terang sama sekali gak ada bayangan bakal seperti apa pertarungan pihak Superman dan Sinestro Corps melawan pihak Batman dan Green Lantern Corps nanti. Apalagi planet Mogo juga dibawa-bawa. Saya memang tidak mengikuti cerita-cerita Green Lantern. Tapi kalau dilihat dari ukurannya, seperti jelas tidak boleh dianggap remeh si Mogo ini. Makin penasaran jadinya.

gambar #24744

Leave a Reply