Review Komik Injustice: Gods Among Us #1 (DC Comics, 2013)

Sesuai janji, di tahun 2021 saya hadirkan review dan sinopsis komik rutin untuk serial yang baru, yaitu Injustice: Gods Among Us. Bagian pertama dari serial ini — yang terdiri dari Year Zero, Year One, Year Two, Year Three, Year Four, hingga Year Five — sendiri bisa dibilang sudah berakhir dan berlanjut ke seri Injustice 2. Untuk urutan pembahasannya akan saya sesuaikan dengan urutan rilisnya. Dimulai dari Year One atau hanya disebut sebagai Injustice: Gods Among Us. Berikutnya nanti Year Two hingga Year Five dan ditutup dengan Year Zero. Selamat menikmati!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Injustice: Gods Among Us #1 (DC Comics, 2013)

The Man of Steel’s at a happy point in his life–he’s got some good news to share with Batman. But tragic times are just around the corner, as one of Batman’s deadliest foes is in Metropolis on a surprise visit!

When someone close to Superman disappears–apparently a kidnapping victim–the Man of Steel summons his fellow Justice League members to help him search. But why can’t Superman find this person himself? And will their efforts be in time?

Superman battles one of his most deadly foes while an innocent life is in danger. Tragic events are about to unfold that will change the course of history for the heroes of the DC Universe. It all kicks into high gear here!

Story: Tom Taylor
Art: Jheremy Raapack, Axel Gimenez, Diana Egea, Mike Miller
Color: Andrew Elder
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 30 Januari 2013

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Clark Kent (Superman) terbangun di tengah malam. Ia tiba-tiba mendengar sesuatu yang berbeda dari Lois Lane yang ada di sampingnya. Alih-alih satu detak jantung, ia mendengar ada dua detak jantung sekaligus.

Clark segera memberitahu Lois bahwa ia telah hamil. Sayangnya tak lama kemudian Lois mendapat informasi mengenai berita yang sedang ia liput, sehingga ia langsung bersiap untuk bertugas. Sebelum pergi, Lois minta agar Clark tidak perlu terlalu khawatir dengan dirinya dan bayi yang ada dalam kandungannya.

Superman bertemu dengan Bruce Wayne (Batman) tanpa sengaja. Ia heran kenapa Batman bisa ada di kota Metropolis. Batman mengaku kebetulan sedang ada perlu di Star Labs. Superman lalu meminta Batman untuk menemuinya jika urusannya sudah selesai.

Superman menghampiri Batman yang sudah menunggunya di rooftop sebuah bangunan. Tanpa disangka, Batman sudah bisa menebak dengan tepat bahwa Lois hamil. Superman pun berharap Batman mau menjadi ayah baptis dari anaknya kelak.

Lois bersama Jimmy Olsen menunggu di suatu tempat di pelabuhan untuk diam-diam meliput anggota dewan yang diduga korup. Tak lama dua orang datang. Melihat perawakan mereka, Lois curiga bahwa itu bukanlah si anggota dewan. Tanpa disangka, salah satu di antaranya tanpa basa basi menembakkan pistolnya ke arah kepala Jimmy hingga ia tewas seketika.

Sesaat kemudian keduanya membuka mantel yang mereka kenakan. Mereka adalah Joker dan Harley Quinn.

Pagi harinya, Superman mendapati tubuh Jimmy yang sudah tidak bernyawa. Ada kartu Joker tergeletak di sampingnya.

Di Star Labs. Batman memeriksa kondisi laboratorium yang berantakan. Ternyata ada yang menyusup masuk dan mencuri persediaan kryptonite mereka. Tiba-tiba Superman muncul dengan panik dan memberitahu Batman bahwa ia tidak bisa menemukan Lois. Ia juga menunjukkan kartu Joker yang ia temukan di samping tubuh Jimmy.

Superman langsung pergi kembali untuk mencari Lois. Sementara Batman segera menghubungi Justice League dan meminta rekan-rekannya untuk mencari Lois yang ditengarai diculik oleh Joker. Princess Diana (Wonder Woman), Oliver Queen (Green Arrow), Victor Stone (Cyborg), dan Barry Allen (The Flash) merespon pesan tersebut dan tanpa membuang waktu berbagi tugas.

Sesaat kemudian The Flash muncul dan mengajak Batman mengikutinya ke suatu tempat. Ada tubuh Jonathan Crane (Scarecrow) di sana, sepertinya sudah dalam keadaan tewas. Sementara itu, dari seseorang yang ia temui di pelabuhan, Wonder Woman mendapat informasi bahwa Joker dan Harley Quinn telah membajak sebuah kapal selam.

Mendengarnya, Superman langsung menyusuri lautan untuk mencari jejak mereka. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menemukan kapal selam tersebut. Superman segera mengangkat kapal selam itu dan meletakknya di daratan.

Di dalam, ia menemukan Joker dan Harley tengah membedah Lois. Saat hendak mencegah mereka, muncul gas berwarna hijau yang disusul oleh sosok Doomsday.

Sementara Superman menghadapi Doomsday, Joker mengajak Harley untuk kabur meninggalkan TKP. Di luar mereka dihadang oleh Hal Jordan (Green Lantern) serta Wonder Woman. Tak lama Batman datang bersama The Flash.

Melihat kondisi di dalam kapal selam, Batman langsung tahu bahwa gas berwarna hijau tersebut adalah racun milik Scarecrow yang menyebabkan orang merasa takut (fear toxin). Di dalam sudah tidak terlihat lagi tubuh Lois.

Joker memberitahu Batman bahwa ia sudah menjadikan Lois sebagai pemicu. Mendengarnya, Batman bergegas meminta The Flash untuk memeriksa apakah misil dalam kapal selam masih ada di tempatnya. Ia juga langsung menyadari bahwa gas berwarna hijau yang ada di dalam kapal selam bukan hanya merupakan racun Scarecrow, melainkan sudah dicampur dengan krpytonite. Dengan demikian, gas tersebut bisa masuk ke dalam tubuh Superman.

Secepat mungkin Batman menghubungi Superman dan memberitahukannya bahwa apa yang ia lihat saat ini tidak nyata, hasil dari pengaruh fear toxin. Superman, yang saat itu sudah berada di luar angkasa bersama Doomsday, menghentikan aksinya. Di saat itulah ia baru sadar bahwa yang ia lihat sebagai Doomsday sedari tadi sebenarnya adalah Lois.

Tepat begitu jantung Lois berhenti berdetak, misil kapal selam yang sudah dipindahkan oleh Joker ke pusat kota Metropolis meledak dan menghancurleburkan kota tersebut.


Bagi saya pribadi, Injustice: Gods Among Us adalah salah satu karya terbaik dari DC Comics. Apa yang terjadi di dalamnya terasa lebih sesuai dengan kenyataan. Tidak seperti cerita cannon dimana kebanyakan superhero-nya keukeuh untuk tidak membunuh para supervillain. Padahal sudah jelas penjahat-penjahat tersebut tidak pernah bertobat. Selalu dan selalu berbuat ulah. Begitu pula dengan penjahatnya. Di cannon, aksi-aksi jahat mereka terasa nanggung. Kurang sadis. Tidak sesuai dengan reputasi mereka yang seharusnya.

Edisi pertama ini sendiri cukup sukses menggambarkan bakal seperti apa jagat Injustice yang akan kita jelajahi di sepanjang serial ini. Artowrk pun, meski tidak fantastik, lumayan nyaman untuk disimak. Gak sabar untuk mereview edisi-edisi berikutnya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply