Review Komik Grimm Fairy Tales Presents: Neverland #1 (Zenescope, 2010)

Di cerita sebelumnya, kita sedikit diperkenalkan dengan karakter Wendy Darling dan dua keponakannya, John Darling serta Michael Darling. Ada juga Nathan Cross (Hook) dan Pan. Pun begitu, untuk ceritanya sendiri masih samar. Hanya terlihat bahwa Pan, dengan bantuan Fenton, berniat untuk menjadikan Wendy sebagai istrinya. Benarkah seperti itu? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales Presents: Neverland #1 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Neverland was once a magical paradise until it fell under the rule of the evil being. It has now become a world that haunts children’s nightmares.

Present day Manhattan, a haunted and disturbed Nathan Cross is a grown man with a past he cannot shake and a future that looks hopeless. Wendy Darling is a loyal aunt who takes care of her two nephews whose parents have passed away. But when an evil entity known as Pan enters Wendy’s world, she must seek out the one man who can help her save her family.

Story: Joe Brusha
Art: Jean-Paul Deshong
Color: Jason Embury
Letter: Shawn Depasquale
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 17 Maret 2010

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

20 tahun yang lalu, saat Nathan masih berusia 10 tahun. Ia tengah terperangkap dalam dunia yang sama sekali tidak ia kenali. Bagaikan mimpi buruk, ia terus-menerus dikejar oleh sosok seperti reptil dengan kulit berwarna hijau, berlidah panjang, dan berkuku tajam. Hingga sekarang momen tersebut acap muncul dalam mimpinya.

John minta ijin untuk tidur larut untuk menonton film nanti malam. Wendy tidak memperbolehkan. Sebagai penggantinya, ia akan membacakan buku lebih lama dan John serta Michael boleh tidur pukul setengah 10 malam. Keduanya setuju.

Di tengah kota. Nathan berusaha mencopet dompet milik seorang pria. Aksinya ketahuan. Tidak hanya itu, ia berhasil tertangkap oleh beberapa orang polisi yang kebetulan berada di dekat TKP.

Dokter Harlow menemui Nathan di penjara. Nathan mengaku mimpi-mimpi buruknya masih terus datang walau sudah minum obat dari Harlow. Meski tahu bahwa hal tersebut dipicu oleh trauma masa kecil Nathan, namun Harlow yakin bahwa itu semua hanyalah khayalan Nathan. Bukan kejadian yang sesungguhnya. Nathan kesal dan mengusirnya.

Usai dibacakan cerita oleh Wendy, John dan Michael sama-sama mengungkapkan rasa rindu mereka pada orang tua mereka. Dengan menahan tangis Wendy menenangkan kedua keponakannya.

Tengah malam, Wendy terbangun karena mendengar suara-suara dari kamar John dan Michael. Ada seseorang yang mengajak John dan Michael untuk pergi ke suatu tempat yang bisa mengabulkan mimpi mereka. Penasaran, Wendy pun masuk ke dalam kamar. Terlihat tubuh John dan Michael yang tengah melayang bersama dengan Pan dan Tinker Bell.

Dengan panik Wendy meminta agar mereka menurunkan John dan Michael yang saat itu tampak tak sadarkan diri. Pan tidak menghiraukannya. Alih-alih, ia menggoda Wendy untuk sekalian ikut bersama mereka. Belum sempat Wendy menjawab, Pan dan Tinker Bell sudah pergi dengan membawa John serta Michael.


Bila saat kecil Nathan tersesat di Neverland, berarti Pan sedari awal memang menguasai tempat tersebut. Mungkin ya. Jika iya, satu lagi pembeda kuat dari dongeng Peter Pan yang asli. Di sini terungkap pula bahwa Michael dan John berturut-turut duduk di kelas satu dan lima SD. Makin menguatkan kegalauan saya terhadap wajah mereka yang digambarkan terlalu dewasa dalam komik ini.

rk neverland1

Leave a Reply