Review Komik Grimm Fairy Tales: Inferno #5 (Zenescope, 2010)

Di cerita sebelumnya, dalam perjalanannya mencari Brian Watson, Mercy Dante malah bertemu dengan Grace, adiknya. Ia pun bertekad untuk membawa Grace keluar dari neraka bersamanya. Berhasilkah ia melakukannya? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales: Inferno #5 berikut ini. Cekidot, ges!

Sinopsis Komik *SPOILER*

After making her way through and wreaking havoc inside the realm of pure evil, Mercy has finally found the soul she was sent to rescue.
With time against her, she must escape hell before the portal closes and all hope is lost. But nothing comes easy inside the Inferno and Mercy is about to find that she’s in for a terrifying battle against a powerful and unforgiving enemy.
In a world where no hope exists and only horror permeates, one woman must dig deep and find the will to finish the job she was meant to do and redeem the life that went straight to the pits of hell. Don’t miss the thrilling, action-packed conclusion to Grimm Fairy Tales’ INFERNO!

Story: Ralph Tedesco
Art: Gabriel Rearte
Color: Jason Embrury
Letter: Jim Campbell
Judul Edisi: Issue Five
Tanggal Rilis: 15 Desember 2010

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Mercy dan Grace berusaha kabur dari kejaran sekelompok Harpie. Mereka tiba di ujung sebuah jurang. Tidak ada pilihan lain, keduanya memutuskan untuk melompat ke sungai yang ada di dasar jurang. Beberapa monster di sana sempat menyerang mereka, namun semuanya berhasil dibunuh oleh Mercy.

Naik ke daratan, Mercy memberitahu Grace bahwa mereka hanya punya waktu kurang dari 1 hari lagi untuk menemukan Michael Barnaby dan bertemu Sela. Grace bingung kenapa Mercy membawanya serta. Mercy meyakinkan Grace bahwa ia adalah saudarinya walau untuk saat ini hal itu bisa dikesampingkan terlebih dahulu.

Setelah berjalan beberapa waktu, keduanya tiba di depan sebuah bangunan yang merupakan pusat dari neraka. Ada dua iblis yang berjaga di depan gerbang. Mercy mencoba menanyakan apakah mereka boleh masuk ke dalam. Salah satu menjawab hanya orang-orang yang diundang oleh majikan mereka saja yang boleh masuk. Mendengarnya, Mercy sempat hendak mulai menyerang. Grace mencegahnya. Ia menyatakan bahwa mereka sudah diundang oleh sang majikan. Setelah mengkonfirmasi bahwa mereka benar-benar ingin masuk ke dalam, kedua iblis tersebut memperbolehkan Mercy dan Grace masuk.

Di dalam hanya ada sebuah lift yang menuju ke bawah. Keduanya pun turun ke lantai dasar. Pintu terbuka dan di hadapan mereka adalah semacam ruang penyiksaan. Ada banyak orang yang tengah disiksa di sana. Semua berteriak kesakitan dan meminta pertolongan.

Tanpa disangka, pemimpin di ruangan tersebut mengenali Mercy. Ia langsung mengajak Mercy (dan Grace) mengikutinya ke tempat lain untuk berbicara secara privat. Di sana, ia mengenalkan diri sebagai Belia, atau biasa disebut sebagai Satan oleh orang-orang di bumi. Tugasnya adalah mengawasi ruangan tersebut. Atau lebih tepatnya hukuman untuknya.

Belia menjelaskan bahwa ia dulunya adalah salah satu malaikat tuhan. Hingga suatu saat tuhan memutuskan untuk menciptakan manusia. Sebagian malaikat tidak menyetujuinya dan mempertanyakan ciptaan tuhan tersebut. Sebagai balasannya, tuhan lantas mengusir para malaikat yang tidak setuju dengan keberadaan manusia. Termasuk dirinya.

Sampai batas waktu yang tidak ditentukan, Belia ditempatkan di neraka terdalam untuk mengawasi jalannya hukuman pada manusia. Belia pasrah menerima keputusan tersebut dan berharap suatu saat nanti bisa kembali ke surga.

Mercy tidak peduli dengan cerita Belia. Dengan tegas ia minta agar Belia menyerahkan Michael kepadanya. Belia ternyata juga sudah mengetahui akan hal itu. Ia meminta anak buahnya untuk membawakan orang yang diminta.

Melihat kondisi Michael yang matanya sudah terluka parah, Mercy menjadi emosi. Ia mencoba menyerang Belia, namun bisa dipatahkan oleh Belia dengan mudah. Belia lalu menyatakan bahwa Mercy boleh saja pergi dengan membawa Michael, tapi tidak dengan Grace. Grace harus tetap berada di neraka seperti orang-orang yang lain.

Mercy mendadak teringat dengan jam tangan pemberian Virgil, yang menjaganya tetap waras di tengah dunia neraka yang gila. Ia lalu memberikan penawaran pada Belia. Grace dan Michael pergi dari neraka, sementara ia tetap di sana untuk membantu Belia. Belia menyetujuinya.

Sepeninggal Grace dan Michael, Mercy menanyakan apa yang hendak ia lakukan sekarang bersama Belia. Belia tersenyum dan menjawab bahwa ia punya beberapa ide.

Beberapa waktu kemudian, di bumi, 2 orang tengah menyeret tubuh seorang gadis dan hendak menenggelamkannya di sungai. Mercy tiba-tiba muncul dan membunuh mereka berdua.


Saya terganggu sekali dengan penamaan karakter yang plin plan di sepanjang miniseri Inferno ini. Adalah Brian Watson a.k.a Michael Barnaby penyebabnya. Setahu saya, nama karakter yang dimaksud adalah memang yang disebut belakangan. Entah kenapa, di keempat edisi awal Inferno, yang dicantumkan adalah nama Brian Watson. Mbuh iku sopo. Atau mungkin itu nama asli dari Michael Barnaby? Entahlah. Yang jelas itu tadi, mengganggu banget.

Dari segi cerita, secara keseluruhan miniseri ini cukup lumayan. Yah, masih khas komik-komik di jagad Grimm Fairy Tales. Artworknya saja yang sangat mengecewakan. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran jajaran direksi Zenescope Entertainment sampai sampai mempercayakan Gabriel Rearte di departemen desain dan ilustrasi. Semoga saja tidak ada nama yang bersangkutan di dalam proyek miniseri Inferno yang lain (Rings of Hell, Resurrection, dll).

gambar #22745

Leave a Reply