Review Komik Grimm Fairy Tales: Inferno #4 (Zenescope, 2010)

Di cerita sebelumnya, Mercy Dante tiba di gereja yang diinformasikan oleh Sela Mathers. Di sana ia bertemu dengan seorang pendeta yang sebelumnya menjadi korbannya. Alih-alih mendapat petunjuk darinya, justru seorang ibu yang kebetulan tengah berdoa di sana yang memberitahu bahwa Brian Watson kini berada di bagian neraka yang paling dalam. Dapatkah Mercy menyelamatkannya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales: Inferno #4 berikut ini. Cusss.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Mercy Dante has battled through hordes of demons and been victorious each time with her soul and mind still intact. Worn down and tired she must now face her most difficult test yet…her own inner demons.

As Mercy enters into the next ring of hell she comes face to face with her past actions and she must fight the urge to succumb to the insanity that surrounds her. She must either accept and to carry the burden of her past or succumb to the pits of hell for all eternity. Redemption is within her reach but the Inferno is relentless and no one before her has ever survived its evil…

Story: Ralph Tedesco
Art: Gabriel Rearte
Color: Milen Parvanov
Letter: Jim Campbell
Judul Edisi: Issue Four
Tanggal Rilis: 6 Oktober 2010

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Setelah lama berjalan, Mercy tiba di sebuah sungai besar. Terlihat ada bagian kota lain di seberang. Melihat ada seseorang berjubah hitam tengah mengayuh rakit, Mercy memanggilnya dan memintanya untuk mengantarkannya ke seberang. Tanpa berkata apa-apa, orang berjubah tersebut membuka tutup kepalanya dan merebut pistol Mercy. Anehnya, ia lalu menutup kembali kepalanya dan mulai mengayuh rakitnya. Ia bahkan tidak mempedulikan Mercy yang sudah mengenggam pistol lain yang sudah ia siapkan.

Setibanya di seberang, Mercy mendapati orang-orang sengaja menjatuhkan diri mereka dari atas gedung, lalu naik kembali ke atas dan berulang kali melakukan hal yang sama. Salah satu di antaranya memberitahu bahwa itu adalah tempat bagi mereka-mereka yang melakukan bunuh diri di dunia. Mereka harus terus menjatuhkan diri mereka jika tidak ingin dibawa ke tempat lain yang lebih mengerikan. Menduga bahwa Mercy juga meninggal karena bunuh diri, orang tersebut memperingatkan Mercy agar berhati-hati terhadap harpie.

Melanjutkan langkahnya, Mercy kini tiba di sebuah hutan. Terlihat banyak orang yang terperangkap di atas dahan-dahan pohon yang ada di sana. Seorang wanita yang tengah dikejar oleh harpie tiba-tiba muncul dan meminta Mercy menolongnya. Mercy lantas menembak kepala harpie hingga tewas.

Saat ditanya arah jalan keluar, wanita itu berjanji akan menunjukkannya jika Mercy mau membawanya. Mercy mengiyakan.

Apes, dalam perjalanan, keduanya tertangkap oleh dahan-dahan pohon. Mercy mencoba melepaskan diri, namun dahan pohon tersebut justru makin kuat menjeratnya. Seseorang tiba-tiba memberitahunya agar relaks. Tanpa disangka, orang tersebut adalah Grace.

Melihatnya, Mercy bertekad untuk melepaskan diri dan menyelamatkan Grace, yang saat itu tidak ingat siapa dirinya. Ia meminta bantuan Grace untuk mengambilkan pisau yang ada di sepatu bootnya. Setelah mendapatkannya, Mercy kemudian menusukkan pisau tersebut ke dahan pohon yang menjeratnya.


Cerita di edisi kali ini tidak terlalu berarti. Bahkan mungkin bisa disingkat menjadi separuh edisi saja. Terasa sekali dipanjang-panjangin untuk memenuhi target 5 edisi. Artwork masih tetap menjadi kendala utama dalam menikmati kisah perjalanan Mercy. Penasaran dengan pria berjubah hitam yang menyeberangkan Mercy. Apakah itu Death / Morrigan?

gambar #22738

Leave a Reply