Review Komik Grimm Fairy Tales #8 (Zenescope, 2006)

Cerita sebelumnya menghadirkan sesuatu yang berbeda dari edisi-edisi Grimm Fairy Tales sebelumnya. Yaitu hadirnya sosok kurcaci dari kisah “Snow White And The Seven Dwarves” dalam dunia ‘nyata’. Apakah bakal ada kejutan lagi di edisi kali ini? Untuk tahu jawabannya, yuk simak sinopsis komik Grimm Fairy Tales #8 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #8 (Zenescope, 2006)

A small time drug dealer hustles in order to take his wife and daughter out of a bad neighborhood but when he steps on the toes of a local gang leader he realizes that the life of his family is in danger. And the only refuge he might find is through a fairy tale!

Jack’s family is starving and he does the only thing he knows in order to solve the problem, he sells their last cow for… magic beans!? But when the beans in fact prove to be enchanted, Jack finds more treasure than he would ever need. Has his luck changed for the best or will his newfound greed prove to be fatal?

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: Chris Moreno
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: Jack and the Beanstalk
Tanggal Rilis: Juli 2006

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Untuk kesekian kalinya, Jim hendak menemui bandar narkoba dan mengedarkannya kembali dengan harga lebih mahal. Istri Jim yang tahu mengenai hal itu mencoba mencegahnya. Ia merasa uang tabungan mereka sudah cukup untuk pindah ke apartemen yang lebih baik. Jim tidak setuju. Ia ingin agar istri dan anaknya bisa tinggal di rumah sendiri dengan lingkungan yang jauh lebih baik. Itu sebabnya ia ingin melanjutkan usaha ilegalnya tersebut.

Beberapa waktu kemudian Jim tiba di apartemen Manny. Anehnya, yang ada justru Sela Mathers. Alih-alih memberikan narkoba yang dipesan, Sela memberikan sebuah buku berwarna merah sembari mengingatkan bahwa apa yang dilakukan Jim membahayakan keselamatan keluarganya. Sebelum semuanya terlambat, Sela menunjukkan sebuah dongeng dalam buku tersebut pada Jim dan mempersilahkannya membacanya.

Hidup miskin membuat Jack terpaksa menjual Betsy, sapi miliknya satu-satunya, agar bisa memberi makan untuk istri (Mary) dan anaknya (Sarah). Setibanya di pasar, Mr. Potts menyatakan bahwa sapi itu tidak akan banyak menghasilkan uang seandainya dijual. Alih-alih, ia menawarkan biji buncis ajaib yang ia peroleh dari penyihir gypsy. Jack sempat enggan menerimanya. Namun bujuk rayu Mr. Potts membuat Jack akhirnya mau menukarkan sapinya dengan biji buncis tersebut.

Kembali ke rumah, Mary marah begitu tahu Jack pulang tanpa membawa uang. Ia tidak peduli perkataan Mr. Potts mengenai biji buncis tersebut. Mary bahkan membuangnya ke halaman begitu saja.

Esok harinya, Jack terkejut mendapati ada tanaman buncis raksasa tumbuh di halaman rumahnya. Batangnya menjulang menembus awan di angkasa. Penasaran, Jack lantas mendaki tanaman tersebut hingga sampai ke sebuah istana di balik awan. Sebuah istana berukuran super besar. Saking besarnya, tubuh Jack hanya seukuran celah di pintunya saja.

Perlahan Jack menyusuri ruangan demi ruangan yang ada di dalam istana. Ia terkejut mendapati sebuah kamar penuh berisi emas perhiasan. Tanpa membuang waktu, Jack mengumpulkan sebanyak yang ia bisa.

Tiba-tiba terdengar suara keras yang menyatakan bahwa ia tahu ada penyusup masuk ke dalam istana. Untungnya, kali ini Jack berhasil meloloskan diri dengan emas-emas yang ia curi. Ia pun menyerahkan semuanya kepada Mary, yang menerimanya dengan gembira.

Entah bagaimana, Jack tahu bahwa sumber harta si raksasa adalah seekor angsa yang bisa bertelur emas. Ia pun kembali lagi ke istana awan untuk mencuri angksa tersebut. Namun semuanya masih belum cukup bagi Jack. Ia merasa sayang apabila tidak mengambil emas demi emas yang masih tersisa di istana si raksasa.

Apes, kali ini tindakannya ketahuan. Si raksasa bergegas mengejarnya. Jack yang lebih dulu tiba di daratan segera mengambil kapak serta meminta Mary dan Sarah bersembunyi di dalam rumah. Dengan diburu waktu, Jack mengerahkan tenaganya untuk menebang tanaman buncis raksasa yang ada di halaman rumahnya.

Usahanya berhasil. Tanaman tersebut rubuh dan raksasa terjatuh. Sayangnya, raksasa tersebut terjatuh persis menimpa rumah Jack, menewaskan anak dan istrinya.

Jim tersadar. Sebelum pergi Sela kembali mengingatkan bahwa ada harta yang lebih berharga di dunia ketimbang uang. Jim menurutinya. Ia pergi meninggalkan apartemen Manny tanpa mengambil koper berisi narkoba yang sudah ia pesan.


Setelah 8 edisi, akhirnya tim penulis serial ini ceroboh juga. Atau mungkin lebih tepatnya kurang teliti. Tidak dijelaskan kenapa Jack bisa tahu mengenai angsa bertelur emas di dalam istana raksasa. Sedikit merusak kenyamanan cerita. Twist-nya sendiri untuk kali ini sudah bisa ditebak. Yah, sejak dulu mendengar dongeng klasik “Jack and the Beanstalk” ini saya pribadi sudah mempertanyakan kenapa si raksasa tidak jatuh menimpa Jack. Kemungkinan itu rasanya lebih besar ketimbang Jack lolos dengan selamat.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply