Review Komik Grimm Fairy Tales #6 (Zenescope, 2006)

Di cerita sebelumnya, “Sleeping Beauty”, kita diperkenalkan dengan kisah cinta tragis seorang pelayan bernama Tristan dengan putri Sophia yang mengalami kutukan. Twist dongeng apalagi yang kali ini bakal kita temukan? Simak sinopsis komik Grimm Fairy Tales #6 berikut untuk mengetahui jawabannya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #6 (Zenescope, 2006)

Two beautiful sisters compete for the attention of the hottest guy at school. When he chooses one over the other a nasty fight erupts between the two siblings, threatening to shatter their sisterly bond. A trip to the world of Grimm Fairy Tales teaches them that blood is literally thicker than water.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: Josh Medors
Color: Mark McNabb
Letter: –
Judul Edisi: The Robber Bridegroom
Tanggal Rilis: Mei 2006

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tara datang ke sebuah pesta bersama dengan sahabatnya, Betsy. Ia berharap John, cowok yang ia taksir, juga ada di sana. Setibanya di tempat pesta, Tara segera mencari keberadaan John, yang disebut oleh kekasih Betsy ada di lantai atas. Betapa kagetnya Tara saat mendapati John ternyata tengah bermesraan dengan Michelle, saudarinya sendiri.

Tara lantas mengungkapkan kekesalannya pada Michelle, mengingat ia sudah pernah memberitahunya mengenai rasa sukanya terhadap John. Michelle tidak terima lantaran justru John yang menggodanya, bukan dia yang sengaja merebut pria impian Tara.

Saat keduanya tengah saling mengolok, Sela tiba-tiba muncul sembari membawa buku berwarna merah miliknya. Ia menawarkan sebuah dongeng yang ia yakini bisa membantu keduanya menyelesaikan masalah mereka.

Kakak beradik Mischa dan Tendra sedang berjalan-jalan di desa saat mereka bertemu dengan seorang pria tampan berkuda yang mengaku bernama Pangeran Ivan. Ivan menanyakan arah menuju pandai besi untuk membenarkan tapal kudanya. Belum sempat Tendra menjawab, Mischa sudah lebih dulu menyambar dengan menawarkan untuk mengantarkan Ivan ke pandai besi.

Sembari menunggu pandai besi menyelesaikan pekerjaannya, Ivan mengajak Mischa dan Tendra untuk ngobrol bersama di taman. Mischa yang mendominasi pembicaraan membuat Tendra yang menyukai Mischa menjadi kesal. Apalagi setelah Ivan mengaku mewarisi tahta dari ayahnya dan saat ini sedang mencari pendamping, yang kebetulan sudah ia temukan di depan matanya (Mischa).

Tanpa membuang waktu, Ivan kemudian menemui ayah Mischa dan melamar putrinya. Pernikahan direncanakan berlangsung beberapa hari kemudian karena Ivan minta ijin untuk pulang terlebih dahulu ke kerajaannya untuk mengabarkan berita gembira tersebut.

Menjelang hari H, Tendra mengajak Mischa untuk piknik bersama di atas tebing. Tanpa disangka, Tendra menyatakan bahwa Mischa tidak pantas untuk bersanding dengan Ivan, lantas mendorong saudarinya sendiri hingga terjatuh dan tewas.

Kematian Mischa kemudian dimanfaatkan oleh Tendra untuk merebut hati Ivan. Singkat cerita, kedua pun menikah. Setelah berpamitan dengan ayahnya, Tendra kemudian ikut bersama Ivan menuju istananya.

Setibanya di sana, Ivan mempersilahkan Tendra untuk bersiap-siap dengan ditemani oleh dayang-dayang. Setelah selesai mandi dan berganti gaun yang indah, Tendra menghampiri Ivan yang sudah duduk di meja makan bersama beberapa penghuni istana lainnya. Tanpa ia duga, Ivan dkk ternyata adalah kelompok kanibal dan tujuan Ivan membawanya ke istana adalah sebagai makanan bagi mereka semua.

Tara dan Michelle merenung pasca mendengarkan dongeng tersebut. Tanpa mereka sadari, Sela sudah tidak ada lagi di hadapan mereka. Pun begitu, mereka jadi tidak lagi bermusuhan dan saling meminta maaf atas apa yang telah terjadi.


Twist yang benar-benar mengejutkan dihadirkan dalam “The Robber Bridegroom”. Sayangnya, di luar twist tersebut, cerita yang ada lumayan berbeda dari cerita aslinya. Mungkin karena ada beberapa bagian dari kisah aslinya yang mirip dengan dongeng “Hansel and Gretel”, yang sudah pernah dibahas di edisi #3 seri komik Grimm Fairy Tales. Oh ya, untuk artworknya, cocok sekali dengan nuansa horor yang diusung.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply