Review Komik Grimm Fairy Tales #5 (Zenescope, 2006)

Di cerita sebelumnya, Sela membantu memberi masukan pada Milly yang sedang galau mengenai bayi yang dikandungnya. Usai mendengar dongeng mengenai Rumplestiltskin, Milly sepertinya sudah mendapat jawaban akan apa yang seharusnya ia lakukan. Bagaimana dengan edisi kali ini? Siapa lagi yang akan ditemui oleh Sela? Simak sinopsis komik Grim Fairy Tales #5 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #5 (Zenescope, 2006)

Brett has a huge crush on Haley, the hottest girl in school, and when she asks him to do her a risky favor he decides it’s worth it for a chance to win her over. His decision calls on a mysterious stranger who introduces him to the world of Grimm Fairy Tales… A beautiful yet narcissistic princess becomes the victim of a terrible curse. A handsome servant soon realizes he might have the ability to break the spell and marry the girl of his dreams but he quickly realizes that sometimes it’s best to let sleeping dogs lie.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: John Toledo (Pencils) / Marc Deering (Inks)
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: Sleeping Beauty

Tanggal Rilis: Maret 2006

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Untuk kesekian kalinya Brett memberi contekan pada Haley Tarlo, gadis paling cantik di sekolahnya. Temannya mencoba mengingatkan bahwa Haley hanya memanfaatkan Brett saja, namun Brett tidak mengindahkannya karena sudah kadung jatuh hati.

Pulang sekolah, Haley menghampiri Brett dan temannya. Ia meminta tolong pada Brett untuk mengambilkan narkoba yang sudah ia pesan dari seseorang di suatu tempat. Haley bahkan berjanji akan mengajak Brett dan temannya untuk ikut di pestanya nanti jika ia mau melakukannya. Lagi-lagi Brett tidak mampu menolaknya.

Karena teman Brett tidak mau ikut campur, Brett pergi sendiri ke alamat yang diberikan oleh Haley. Ia sempat berpapasan dengan sosok seorang wanita (Sela) yang melangkah masuk ke dalam sebuah mobil. Sebuah buku berwarna merah terlihat jatuh dari tas Sela. Brett hendak mengembalikannya namun mobil yang ditumpangi Sela sudah keburu melaju.

Sembari menunggu orang yang dimaksud Haley tiba di TKP, Brett membaca buku milik Sela yang terjatuh. Saat dibuka, isinya ternyata tentang dongeng Sleeping Beauty.

Putri Sophia gembira karena besok adalah hari ulang tahunnya yang ke-16. Ayahnya, sang raja, tiba-tiba menghampirinya dan menceritakan bahwa saat perayaan kelahirannya dulu ada penyihir bernama Ophelia yang membuat kutukan. Dalam kutukannya, saat usia Sophia menginjak umur 16 tahun, jarinya akan tertusuk dan sejak itu ia akan tertidur pulas selama 100 tahun. Satu-satunya yang bisa melepaskan kutukan itu adalah jika ia dicium oleh seorang pria yang mencintainya setulus hati. Tidak itu saja, pria tersebut juga harus mencintainya selamanya.

Mendengarnya, Sophia tidak percaya dan menganggap Ophelia hanya membual. Ia meminta agar ayahnya tenang saja dan tetap mengadakan pesta ulang tahunnya esok hari.

Di hari H, Putri Sophia sibuk berdansa dengan pria-pria tampan dari penjuru negeri. Dari sudut ruangan, seorang pelayan bernama Tristan memperhatikannya. Ia jatuh cinta pada Sophia dan yakin Sophia punya perasaan yang sama kepadanya. Kawan Tristan, Marcus, mengingatkan Tristan bahwa bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Tiba-tiba saja datang seorang wanita tua menghampiri Sophia. Ia memberikan sekuntum bunga mawar kepadanya, mengaku diutus oleh seorang pengagum rahasia Sophia. Dengan gembira Sophia menerima bunga mawar tersebut. Beberapa saat kemudian terdengar jeritan Sophia dan tubuh Sophia pun terbaring di lantai.

Ternyata benar kutukan dari Ophelia. Tujuh hari berlalu, Sophia masih belum juga tersadar dari tidurnya. Dokter kerajaan bahkan sudah memastikan bahwa tubuh Sophia baik-baik saja alias tidak menderita penyakit apapun.

Raja lantas mengutus seseorang untuk memanggil Pangeran George dari kerajaan tetangga. Ia yakin bahwa George benar-benar mencintai anaknya. Setelah menceritakan tentang kutukan tersebut pada George, raja mempersilahkan George mencium putrinya. Tanpa disangka, begitu George usai melakukannya, tubuhnya tiba-tiba meleleh begitu saja hingga menyisakan tengkoraknya.

Pasca kejadian tersebut, raja membuat pengumuman ke seantero negeri dan mempersilahkan pria mana pun untuk mencoba membebaskan Sophia dari kutukannya. Namun demikian, tidak ada yang berani melakukannya karena takut mengalami hal yang sama seperti pangeran George.

Berbeda dengan Tristan. Begitu mendengar mengenai hal itu dari Marcus, dengan pede ia langsung menemui raja. Raja berjanji akan menikahkan Tristan dengan putrinya apabila ia berhasil membuatnya tersadar. Dan benar, begitu Tristan mencium Sophia, Sophia langsung bangun dari tidurnya.

Pun begitu, segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan Tristan. Hingga H-1 hari pernikahannya, ia merasa Sophia tidak benar-benar mencintainya. Saat memberitahukan hal tersebut pada raja, raja meminta agar Tristan bersabar.

Malam harinya tanpa sengaja Tristan mendengar suara-suara dari dalam kamar Sophia. Ternyata selama ini diam-diam Sophia berselingkuh dengan pria lain bernama Alexander. Tristan kesal dan mengkonfrontasi keduanya. Setelah akhirnya mendengar sendiri pernyataan Sophia bahwa ia tidak pernah mencintai Tristan, Tristan pun dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak lagi punya perasaan terhadap Sophia.

Tanpa disangka, sesaat kemudian tubuh Tristan meleleh seperti halnya pangeran George. Begitu pula dengan Sophia, yang kembali tertidur. Kondisi tersebut berlangsung hingga 100 tahun, hingga Sophia pun mati dalam tidurnya.

Usai membaca dongeng tersebut, Brett memutuskan untuk tidak jadi menemui pengedar narkoba yang dimaksud Haley. Tidak itu saja, ia bahkan mendatangi Haley di rumahnya dan menyatakan tidak akan lagi menuruti kemauannya.

Melangkah kembali ke mobil, Sela mendadak muncul di hadapan Brett. Dengan tersenyum ia meminta Brett mengembalikan barang miliknya.


Sama seperti edisi sebelumnya, cerita pendamping terasa biasa-biasa saja. Pun begitu, twist tragis yang dihadirkan dalam dongeng Sleeping Beauty yang diusung di edisi ini cukup menghibur. Serem juga ya jika dipikir-pikir kalau harus selamanya mencintai seseorang sepenuh hati tanpa boleh sekali pun berkurang. Serem kalau ada konsekuensinya seperti di cerita di atas maksudnya. Kalau gak ada konsekuensinya ya gak serem, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply