Review Komik Grimm Fairy Tales #53 (Zenescope, 2010)

Di cerita sebelumnya, atas petunjuk dari Morrigan, Sela memulai perjalanannya mencari kunci menuju limbo (alam kematian). Di tengah perjalanan, lagi-lagi ia dihadang oleh Morgarzera. Berhasilkah Sela lolos dari serangan Morgarzera? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #53 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

grimm53 1

Trapped in the fairy tale realm Myst, Sela continues her quest to free her true love’s soul from Death himself. Along her journey she meets a new ally. One who reveals the origins of Death’s powers and the reason behind his allegiance with the Dark Horde…

Story: Joe Brusha
Art: Alisson Rodrigues, Roberto Viacava
Color: Studio Cirque
Letter: Jim Campbell
Judul Edisi: The Fairy and The Dwarf
Tanggal Rilis: 15 Desember 2010

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sela berusaha menghindar dari serudukan Mordarzera dengan bersembunyi di balik tunggul pohon. Apes, kerasnya serudukan membuat Sela terpelanting dan nyaris terjatuh ke jurang. Untung Pyros datang dan menerbangkannya kembali ke daratan.

Sesaat kemudian datang seorang kurcaci bertubuh kekar. Belakangan diketahui bernama Bolder, kurcaci tersebut berhasil menjatuhkan Morgarzera ke jurang dengan kemampuan sihirnya. Ia lantas mengaku dipanggil oleh Pyros untuk membantu Sela.

Bolder mengajak Sela mengikutinya. Tak lama mereka tiba di rumah Delphina. Kendati demikian, ia sudah tidak lagi tinggal di sana. Bolder sendiri dulunya adalah pembantu Delphina.

Setelah mengetahui Morrigan yang mengirim Sela ke tempat tersebut, Bolder menceritakan sebuah kisah pada Sela.

Pada jaman dahulu kala. Morrigan saat itu adalah seorang manusia biasa. Lebih tepatnya seorang tentara kerajaan yang berpangkat kapten. Diam-diam ia menjalin hubungan asmara dengan putri kerajaan, Esmerelda. Menyadari perbedaan status sosial di antara mereka, keduanya berencana untuk kabur dan menikah.

Rencana mereka tanpa sadar didengar oleh seorang prajurit. Ia melaporkan hal tersebut pada raja, yang merespon dengan meminta prajurit tersebut memanggilkan Blagg. Blagg adalah seorang kurcaci yang memiliki sifat buruk dan keji. Ia memerintahkan Blagg untuk melenyapkan Morrigan. Untuk imbalannya, Blagg mengajukan jabatan sebagai tangan kanan raja. Raja menyetujuinya.

Malam harinya, ketika Morrigan tengah menunggu kedatangan Esmerelda, Blagg memerintahkan seorang peri untuk datang dan menghipnotis Morrigan. Aksinya sukses. Peri tersebut lantas meninggalkan secarik surat dan membawa Morrigan pergi. Dalam surat tersebut, seolah-olah Morrigan lebih memilih pergi bersama peri ketimbang Esmerelda. Hati Esmerelda hancur jadinya.

Beberapa hari kemudian, Blagg menghampiri Esmerelda. Ia memberitahu Esmerelda bahwa ayahnya yang telah mengutus peri untuk menculik Morrigan. Morrigan sendiri saat ini disekap di benteng si peri yang ada di dalam hutan. Bersama Blagg, Esmerelda lalu pergi menuju benteng tersebut.

Di tengah perjalanan, Esmerelda merasa tidak mampu lagi menghadapi monster-monster yang menghadang. Blagg menawarkan diri untuk seorang diri menyelamatkan Morrigan. Namun untuk itu ia meminta imbalan dari Esmerelda. Besarnya rasa cinta pada Morrigan membuat Esmerelda berjanji akan memberikan apa pun bagi Blagg.

Tak lama Blagg tiba di benteng si peri yang kebingungan kenapa Blagg berada di sana. Tanpa basa basi, Blagg membunuh si peri dan membebaskan Morrigan. Tanpa disangka, Blagg langsung menyiram wajah Morrigan dengan cairan asam sulfat hingga wajahnya rusak parah. Morrigan berlari sampai akhirnya bertemu dengan Esmerelda. Begitu melihat wajah Morrigan, Esmerelda berteriak ketakutan dan pergi meninggalkannya.

Blagg datang menghampiri Esmerelda dan meminta maaf karena ia sedikit terlambat menghentikan siksaan peri terhadap Morrigan.

Sekembalinya ke istana, Blagg menagih perjanjiannya dengan Esmerelda. Ia ternyata ingin agar Esmerelda menikahinya. Terjebak oleh tipuan Blagg, Esmerelda yang kecewa pada ayahnya menerima permintaan Blagg.

Pasca menikah dengan Esmerelda, Blagg diam-diam mulai menghipnotis pembantu dan prajurit istana untuk berada di pihaknya. Ia juga meracuni raja hingga menderita penyakit misterius, plus menyingkirkan pejabat-pejabat istana yang loyal terhadap sang raja.

Menyadari kerajaan bisa hancur jika Blagg tidak dihentikan, raja mengutus seorang prajurit untuk mencari Morrigan. Setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi, Morrigan mulai mengumpulkan beberapa orang untuk membantunya. Kendati demikian, kalah jumlah membuat usaha mereka untuk merebut istana dari tangan Blagg sia-sia.

Raja akhirnya meninggal dunia. Telah mendapatkan jabatan raja yang ia inginkan, Blagg mempersilahkan anak buahnya untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan pada Esmerelda. Ia juga memerintahkan mereka untuk mengeksekusi Morrigan di penjara bawah tanah.

Saat Morrigan hendak dieksekusi, tanpa disangka datang bantuan dari The Dark One. Ia menawarkan kekuatan pada Morrigan agar ia bisa membalaskan dendamnya. Morrigan menerimanya. Sosoknya langsung berubah menjadi Death. Begitu pula dengan kekuatannya, yang tidak lagi sebanding dengan manusia biasa.

Sayangnya, walau sudah membunuh Blagg dan anak buahnya, Morrigan gagal menyelamatkan Esmerelda, yang sudah terlanjur tewas di tangan anak buah Blagg. Sejak itu, Morrigan menjadi tangan kanan The Dark One. Ia pun sampai sekarang terus menyimpan dendam pada kaum peri, yang ia anggap bertanggung jawab terhadap apa yang sudah terjadi kepadanya dan Esmerelda.

Sela menanyakan apakah yang diceritakan Bolder benar adanya dan bukanlah mitos. Bolder memastikan bahwa cerita itu benar karena ia adalah saudara Blagg. Dan alasannya untuk menjadi pembantu Delphina adalah untuk memulihkan nama baik keluarganya.

Gruel mendapati tubuh Morgarzera di dasar jurang, tertancap pada dahan pohon. Dengan nafas terakhirnya, Morgarzera memberitahu bahwa Sela yang telah membunuhnya dan Gruel harus membalaskan dendamnya. Gruel mengiyakan.


Gak nyangka kalau masa lalu Morrigan bakal setragis ini. Kalau berada di posisinya bisa jadi saya juga akan menerima tawaran The Dark One. Tapi setidaknya ini konsisten dengan sosok Death / Morrigan yang sejak awal penampilannya tidak terlihat benar-benar jahat. Setidaknya menurut pengamatan saya pribadi.

gambar #23901

Leave a Reply