Review Komik Grimm Fairy Tales #51 (Zenescope, 2010)

Di cerita sebelumnya, invasi The Dark One dan pasukan Dark Horde ke Myst memakan korban. Shang tewas terpenggal sedang Sela terpaksa harus membunuh Nissa agar pasukan Dark Horde tidak bisa menyeberang ke bumi. Sementara itu, The Dark One yang tiba di bumi harus menerima kenyataan pahit bahwa seluruh pasukannya yang berhasil menyeberang langsung diserap oleh Baba Yaga yang sudah menunggu kedatangannya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dapatkah Sela menyelamatkan pangeran Erik? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #51 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

grimm51

In the aftermath of last issues battle Sela finds her self trapped in the fairy tale realm…possibly forever. On top of that she is alone and the only one who bring Prince Erik back from beyond the gates of Death’s realm. The journey to save her true love starts here in part one of “The Glass Coffin”.

Story: Joe Brusha
Art: Anthony Spay, David Miller
Color: Tom Smith
Letter: Bernie Lee
Judul Edisi: The Glass Coffin
Tanggal Rilis: 6 Oktober 2010

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Orcus bersama pasukan Dark Horde yang tertinggal di Myst tiba di bekas istana Orcus. Ia segera memerintahkan prajurit Dark Horde untuk merenovasi istana tersebut agar kembali layak huni. Kepada Morgarzera, Orcus minta agar dibantu membuat rencana perang karena Orcus berniat untuk mengambil alih Myst dan menguasainya seperti dahulu kala.

Morgarzera yang sebelumnya telah dijanjikan untuk menjadi penguasa bumi oleh The Dark One kesal karena cita-citanya berantakan gara-gara ulah Sela. Ia mengutus pengikutnya, Gruel, untuk menggantikan dirinya membantu Orcus, sementara ia akan balas dendam pada Sela.

Pasca pertempuran, Thane ternyata menghilang. Blake berasumsi bahwa rekan seperjuangannya itu telah meninggal. Sela menanyakan apakah mungkin ada cara agar ia bisa kembali ke bumi. Blake tidak yakin. Memang ada kemungkinan masih ada portal yang tersembunyi atau artifak sihir yang bisa digunakan, tapi ia sendiri tidak tahu dimana keberadaannya. Sela merespon bahwa seandainya ada pun ia tidak akan meninggalkan tempat tersebut sebelum Erik pulih.

Blake lantas meminta Kozak, dokter kurcaci yang tengah merawatnya, untuk memeriksa Erik. Beberapa saat kemudian, Kozak meminta maaf karena ia tidak mampu menyembuhkan Erik. Ia menyatakan jiwa Erik saat ini berada di tempat lain, tidak lagi di tubuhnya. Sebagai gantinya, ia memanggil anak buahnya untuk bersama-sama membuat pelindung sihir berupa peti mati kaca bagi tubuh Erik agar tetap utuh hingga suatu saat nanti jiwanya kembali.

Sela menyendiri sembari merenungkan apa yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tanpa disangka, Morgarzera tiba-tiba muncul di hadapannya. Dengan sihirnya, Morgarzera langsung berubah menjadi sosok ular raksasa. Ia pun mulai menyerang Sela.

Di suatu tempat, tiga monster serigala (sepertinya sih) yang merupakan anggota Dark Horde memutuskan untuk tidak lagi bergabung dengan The Dark One. Mereka sudah ilfil gegara rencana The Dark One gagal total. Apalagi mereka justru tertinggal di Myst. Di saat sibuk mengghibah The Dark One, seseorang yang sepertinya memiliki kekuatan di atas mereka dan juga merupakan anggota Dark Horde muncul. Ia memaafkan ulah mereka. Kendati demikian, mereka harus melakukan sesuatu baginya untuk membuktikan kesetiaan mereka terhadap The Dark One.

Sempat terbelit oleh Morgarzera, Sela menggunakan sihirnya untuk menyerang Morgarzera. Serangannya tepat mengenai tubuh Morgarzera, yang langsung berubah kembali menjadi manusia. Meski heran kenapa ia bisa terluka oleh serangan Sela, Morgarzera berusaha memanfaatkan momen Sela yang kehabisan tenaga. Ia mulai menghampirinya dan hendak menggunakan pisaunya untuk membunuh Sela.

Tanpa disangka, tiga monster serigala muncul dan mencegah aksi Morgarzera. Kalah jumlah dan menyadari bahwa ketiga serigala tersebut ada hubungannya dengan The Dark One, Morgarzera memilih untuk berubah menjadi burung dan terbang menjauh. Sepeninggal Morgarzera, ketiga serigala tersebut ikut pergi meninggalkan Sela yang kebingungan.

Sela menceritakan apa yang terjadi pada Blake. Mendengarnya, Blake mengatakan bahwa satu-satunya orang yang ia tahu memiliki kemampuan sihir semacam itu adalah Morgarzera, seorang penyihir yang hebat. Blake menduga bahwa Morgarzera menyalahkan Sela atas gagalnya rencana The Dark One dan berniat untuk membunuh Sela. Untungnya, Blake juga mengetahui kelemahan Morgarzera. Semakin besar dan kuat sosok monster yang ia jadikan obyek transformasi, semakin banyak pula energi yang harus ia gunakan. Itu sebabnya ia memilih untuk kabur saat dihadang oleh trio serigala.

Sela kemudian mengungkapkan rencananya untuk mencari dimana jiwa Erik disekap. Sayangnya Blake tidak tahu dimana Sela bisa mencarinya. Tanpa disangka, Morrigan tiba-tiba muncul dan menawarkan diri untuk membantu Sela.


Dengan hadirnya Morrigan, sepertinya sosok yang sebelumnya memerintahkan ketiga serigala untuk membantu Sela adalah Morrigan. Tidak seperti biasanya, penampilan Morrigan di edisi ini cukup garang. Sesuai dengan artwork yang secara keseluruhan berhasil memuaskan mata. Dan dengan Sela yang terperangkap di Myst, sepertinya butuh waktu lama sebelum ia bisa kembali ke bumi. Kira-kira bagaimana ya nanti caranya?

gambar #23895

Leave a Reply