Review Komik Grimm Fairy Tales #4 (Zenescope, 2006)

Di cerita sebelumnya, yang diusung adalah dongeng anak populer “Hansel and Gretel”. Selain seperti biasa menghadirkan twist dari dongeng tersebut, edisi lalu juga memperkenalkan kita pada dua karakter baru dalam jagat Grimm Fairy Tales, Gina dan Hank. Bagaimana dengan edisi ini? Kisah apa yang akan diputarbalikkan endingnya? Gak pake lama, simak deh sinopsis komik Grimm Fairy Tales #4 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #4 (Zenescope, 2006)

A mother resents her infant son, a young girl is in jeopardy of losing her unborn child and a mysterious stranger connects the women’s souls through an abiding tale…

When a desperate father lies about his daughter’s gifted ability it immediately puts the girl’s life in danger. Her only salvage may be found in a deal with a hideous dwarf who offers to help her for a tremendous price.

The classic story of Rumpelstiltskin gets the Zenescope treatment and delivers yet another shocking twist for fans of this intriguing series.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: HG Young
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: Rumplestiltskin
Tanggal Rilis: Januari 2006

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Milly dan Eric tengah duduk berdua di sebuah taman. Milly memberitahu Eric bahwa ia telah hamil, buah dari perbuatan mereka di pesta beberapa waktu lalu. Eric yang belum siap menjadi seorang ayah meminta Milly untuk menyerahkan bayi tersebut nantinya pada orang lain agar bisa diadopsi oleh pasangan yang menginginkan anak. Milly berat melakukannya karena bagaimanapun itu adalah darah dagingnya.

Tak lama setelah Eric pergi, Sela menghampiri Milly. Ia mengaku kebetulan mendengar percakapan Milly dengan kekasihnya dan menawarkan sebuah bantuan dalam bentuk cerita.

Beberapa orang pria minum-minum di bar. Masing-masing membanggakan anak perempuan mereka. Tidak mau kalah, seorang tukang giling mengaku bahwa putrinya bisa menggiling jerami dan mengubahnya jadi emas. Tanpa disangka, pembicaraan tersebut didengar oleh seorang prajurit istana yang lantas menginformasikannya pada raja.

Raja kemudian memanggil tukang giling dan putrinya ke istana. Ia menanyakan apakah benar putrinya bisa menggiling jerami menjadi emas. Tanpa memikirkan nasib putrinya, si tukang giling mengiyakan begitu saja, berharap bisa mendapatkan harta dan tahta dari sang raja.

Pun begitu, raja tidak percaya begitu saja. Ia kemudian membawa putri tukang giling ke sebuah ruangan yang sudah penuh berisi jerami serta alat penggiling. Ia memerintahkan wanita itu untuk mengubah semuanya menjadi emas dalam waktu semalam. Jika gagal, maka ia dan ayahnya akan dihukum mati.

Saat sedang kebingungan harus berbuat, seorang kurcaci tiba-tiba muncul dari balik jerami. Ia menawarkan bantuannya apabila wanita itu bisa memberikan sesuatu miliknya. Karena tidak punya apa-apa, putri tukang giling menawarkan gelangnya. Kurcaci tersebut menerimanya.

Sesuai janji, malam itu juga ia mengubah semua jerami yang ada di dalam ruangan menjadi emas. Raja gembira melihatnya. Namun karena serakah, ia belum mau membebaskan wanita tersebut. Ia memintanya melakukan hal yang sama hingga 3 malam berturut-turut. Terakhir, ia berjanji akan menikahinya dan menjadikannya permaisuri.

Di malam terakhir, wanita tersebut sudah tidak punya perhiasan lagi di tubuhnya. Si kurcaci lantas mengajukan penawaran. Ia akan mengubah jerami menjadi emas apabila wanita itu mau menyerahkan anak pertamanya nanti kepadanya. Wanita itu setuju.

Waktu berlalu. Raja memenuhi janjinya. Putri si tukang giling pun kini menjadi seorang ratu. Berbulan-bulan kemudian, anak pertamanya lahir.

Saat sedang sendirian di taman bersama bayinya, si kurcaci menghampiri ratu dan menagih janjinya. Ratu menolak untuk menyerahkan anaknya. Si kurcaci kemudian memberi kesempatan kepadanya untuk menebak namanya dalam jangka waktu tiga hari. Jika berhasil, maka ia tidak akan mengambil bayinya.

Ratu pun sepanjang hari mencoba menebak-nebak nama kurcaci tersebut. Di waktu malam, si kurcaci datang untuk mendengarkan tebakan sang ratu. Namun hingga dua malam berturut-turut, belum ada satu pun jawaban yang benar.

Menjelang hari ketiga datang, di sebuah bar, seorang pria berjubah memanggil seorang prajurit kerajaan ke mejanya. Prajurit tersebut ternyata tengah disuruh oleh sang ratu untuk mengumpulkan nama-nama mistis dan misterius di seantero kerajaan. Pria berjubah kemudian menyatakan bahwa ia tahu nama yang sedang dicari oleh ratu.

Esok harinya, setelah mendapat informasi dari prajurit suruhannya, ratu pun menyebutkan sebuah nama di hadapan si kurcaci, Rumpelstiltskin. Ternyata kali ini tebakannya benar. Rumpelstiltskin kaget mendengarnya, lantas menghilang di balik kabut hijau.

Tahun demi tahun berlalu. Di perayaan ulang tahun pangeran ke-13, seorang pria berjubah hitam datang ke istana. Di hadapan seluruh penghuni istana, ia bercerita mengenai adanya sebuah kutukan dari seorang penyihir di masa lalu. Kutukan tersebut menimpa pangeran kerajaan dan mengubahnya menjadi sosok kurcaci yang buruk rupa. Satu-satunya cara agar kutukan tersebut bisa hilang adalah dengan menurunkannya kepada pangeran kerajaan yang lain. Agar itu bisa terjadi, sang ratu, ibu dari si pangeran, harus dengan keinginannya sendiri menyebutkan nama pangeran yang dikutuk. Dan nama itu adalah ‘Rumpelstiltskin’.

Ratu syok mendengarnya. Ia pun hanya bisa melihat dengan panik saat pria berjubah hitam, yang ternyata adalah Rumpelstiltskin, memindahkan kutukannya kepada putranya.

Milly meneteskan air mata mendengar cerita Sela. Sebagai penutup, Sela mengingatkan bahwa anak adalah harta yang paling berharga di dunia.


Di dongeng aslinya, cerita berakhir saat ratu mengucapkan kata ‘Rumpelstiltskin’ dan kurcaci tersebut musnah. Komik ini memberikan twist yang lebih tragis kepada sang ratu dan putranya. Sayangnya, latar cerita Milly sendiri tidak terlalu menarik. Memang berbeda tapi terasa sama saja dengan yang dialami Britney di edisi #1. Untuk artwork kembali lagi ada peningkatan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply