Review Komik Grimm Fairy Tales #3 (Zenescope, 2005)

Di cerita sebelumnya, kita berkenalan dengan karakter Cindy yang punya hubungan dengan dongeng Cinderella. Juga muncul karakter bernama Sela Mathers yang sepertinya bakal berpengaruh besar dalam jagat Grimm Fairy Tales. Lalu bagaimana dengan edisi kali ini? Mengusung tema “Hansel And Gretel”, sepertinya sudah bisa ditebak ya siapa-siapa saja yang akan dibahas. Benar tidaknya mari sama-sama kita simak sinopsis komik Grimm Fairy Tales #3 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #3 (Zenescope, 2005)

Fed up with their parents’ rules two runaway teens hitchhike their way out of their rural town. After being picked up by a beautiful yet mysterious driver their ride takes an unexpected turn out of town and into the world of Grimm Fairy Tales; Hansel and Gretel soon find that the problems they left behind at home are nothing compared to the horror that awaits them on their ill-advised journey.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: Alexandre Benhossi (Pencils) / Blake Wilke (Inks)
Color: Eric Rodriguez
Letter: –
Judul Edisi: Hansel and Gretel
Tanggal Rilis: Desember 2005

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tidak tahan lagi dengan kedua orang tuanya yang keras, kakak beradik Gina Bark dan Hank Bark memutuskan untuk kabur dari rumah. Mereka bahkan nekat melakukannya di malam hari walau tahu rumah mereka berlokasi di area pinggiran kota yang terpencil.

Setelah berjalan di tengah hutan selama 20 menit, akhirnya sebuah mobil melintas. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Gina meminta izin untuk menumpang hingga ke kota. Pengemudi mobil, yang ternyata adalah Sela Mathers, memperbolehkannya.

Di dalam mobil, Hank menemukan sebuah buku bersampul merah yang diakui Sela sebagai bahan pengajarannya di kampus. Isinya adalah dongeng-dongeng klasik, namun versi asli, bukan versi anak-anak yang beredar luas. Salah satunya adalah “Hansel And Gretel”.

Gretel masih belum bisa menerima Laura sebagai ibu tirinya. Ayahnya, Thomas, juga sepertinya lebih mengutamakan Laura ketimbang dirinya. Sebuah insiden membuat Gretel memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah. Saudara laki-lakinya, Hansel, ikut dengannya. Laura hendak mengejar mereka, namun Thomas mencegahnya. Ia yakin bahwa kedua putra putrinya itu akan segera kembali pulang.

Hansel mengikuti langkah Gretel dengan sengaja meninggalkan potongan roti di tanah agar nantinya mereka bisa kembali pulang. Tak lama ia berhasil menyusul saudarinya. Kendati demikian, meski sudah berusaha membujuknya, Gretel tetap berkeras untuk tidak akan pulang ke rumah selagi ada Laura di sana. Mereka lantas menghabiskan malam di tengah hutan.

Esok harinya, Hansel kaget begitu menyadari remahan roti yang ia tinggalkan telah habis dimakan burung gagak. Tidak lagi tahu arah, keduanya berjalan begitu saja hingga malam kembali tiba. Di saat itulah terlihat ada sebuah rumah di kejauhan.

Keduanya lalu menghampiri rumah tersebut. Seorang wanita muncul dari dalam rumah dan menanyakan keperluan mereka. Setelah tahu Hansel dan Gretel tersesat, tanpa ragu wanita yang mengaku bernama Sela itu mempersilahkan keduanya masuk dan beristirahat di dalam.

Hansel girang begitu melihat sekeranjang penuh berisi permen di meja makan. Sela meminta mereka untuk tidak sungkan menghabiskannya. Ia juga mempersiapkan minuman bagi keduanya.

Beberapa waktu kemudian, Hansel terbangun dari tidurnya. Ia terkejut mendapati dirinya sudah berada di dalam kurungan. Begitu pula dengan Gretel, yang tengah terikat di sebuah kursi yang ada di hadapan Hansel.

Sela muncul dan memberitahu Hansel bahwa mereka berdua bakal baik-baik saja selama Gretel melakukan apa yang ia minta. Ia bahkan berjanji akan membebaskan keduanya dalam waktu dekat. Sela ternyata memerintahkan Gretel untuk bekerja membersihkan rumah. Di saat ada kesempatan, diam-diam Gretel memberitahu Hansel bahwa nanti malam ia akan berusaha mencuri kunci kurungan yang ada di kalung Sela.

Saat sedang bersih-bersih, Gretel mendapati tengkorak manusia di sebuah kamar. Sela tiba-tiba muncul di belakangnya dan hendak menyerang Gretel . Secara reflek Gretel mendorong Sela hingga membentur tembok. Hal tersebut tampak berakibat fatal karena terlihat darah mengalir dari kepala Sela.

Tanpa membuang waktu, Gretel mengambil kalung Sela lantas membuka kurungan Hansel. Keduanya segera berlari menuju pintu keluar. Tidak disangka, Sela dengan sosok aslinya yang mengerikan muncul dan langsung menggigit leher Hansel. Hansel meminta Gretel untuk meninggalkannya, namun Gretel tidak bisa melakukannya. Ia kembali dan untuk kedua kalinya mendorong Sela, kali ini ke dalam perapian yang tengah menyala. Tubuh Sela pun terbakar.

Hank sedikit ketakutan mendengar cerita Sela. Gina yang awalnya mengejek Hank mulai ikut ragu saat Sela mengajak mereka untuk menginap terlebih dahulu di rumahnya sebelum melanjutkan perjalanan esok harinya ke kota. Gina lalu mengatakan bahwa ia dan Hank akan pulang saja karena tidak mau orang tua mereka khawatir. Dengan tenang Sela menghentikan mobilnya dan memberitahu halte bus terdekat yang rutenya melewati rumah keduanya.


Jujur saya pikir Hank bakal tewas sama seperti karakter Hansel dalam dongeng di atas. Eh ternyata malah baik-baik saja seperti halnya Gina. Jadi makin penasaran dengan karakter Sela. Di edisi sebelumnya ia proaktif terdapat Cindy, namun di sini hanya terkesan sambil lalu saja. Untuk artworknya sendiri sudah jauh lebih baik ketimbang dua edisi pertama.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply