Review Komik Grimm Fairy Tales #39 (Zenescope, 2009)

Di cerita sebelumnya, Sela Mathers kembali lagi ke pekerjaannya sehari-hari. Membantu orang-orang yang tengah dilema untuk mengambil keputusan yang tepat. Dan yang kemarin ia bantu adalah Michael Lyons, seorang petarung MMA ternama yang hendak pensiun. Ia dihadapkan pada pilihan antara mengakhiri karirnya dengan ketenaran atau justru keterpurukan namun bisa membantu orang yang sudah bersamanya selama 20 tahun terakhir. Lalu siapa lagi yang akan ditemui Sela kali ini? Simak jawabannya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #39 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #39 (Zenescope, 2009)

Sela and Belinda have been enemies for decades. How did they first meet and what started their rivalry? Find out in this issue as Grimm Fairy Tales presents the Scorpion and the Frog. As she tries to help a young woman Sela reflects back on her history with Belinda and the lesson she has learned and knows well; a scorpion can never change its nature. Fans can’t afford to miss this landmark issue.

Story: Joe Brusha
Art: Cliff Richards
Color: Thomas Chu
Letter: Bernie Lee
Judul Edisi: The Scorpion And The Frog
Tanggal Rilis: 24 Juni 2009

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Diana datang menemui Janine di sebuah rumah. Janine ternyata tengah bekerja sebagai baby sitter di rumah tersebut sampai beberapa minggu ke depan. Dengan kelakuan Diana yang buruk, awalnya Janine menolak Diana masuk ke dalam rumah. Pun begitu, pada akhirnya mereka berdua malah kembali akrab seperti sebelumnya. Janine bahkan mempersilahkan Diana untuk menginap di sana.

Hari berikutnya, Diana mendengar Janine berbincang dengan kekasihnya, Brandon. Brandon kesal karena Janine masih belum bisa meninggalkan rumah tersebut. Padahal ia sudah kangen. Diana kemudian meyakinkan Janine untuk pergi saja dan berkencan dengan Brandon sementara ia menggantikan tugas Janine di rumah.

Usai berbelanja baju seksi untuk persiapan kencannya, Janine mampir ke sebuah cafe. Sela tiba-tiba sudah ada di sebelahnya dan menawarkan sebuah dongeng untuk Janine. Mendengar Sela memastikan bahwa itu ada hubungannya dengan Diana, Janine mau membacanya. Dan yang ia baca adalah kisah berjudul “The Scorpion and The Frog” (Kalajengking dan Kodok).

Seekor kodok tengah berdiri di pinggir sungai. Seekor kalajengking muncul dan minta diantarkan bolak balik menyeberangi sungai tersebut. Ia berjanji tidak akan membunuh si kodok karena jika hal itu ia lakukan, ia pasti bakal tenggelam dan mati. Setelah berpikir lama, kodok tersebut mau membantunya.

Tanpa disangka, di tengah jalan, si kalajengking benar-benar menyengat kodok tersebut. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, si kodok menanyakan mengapa kalajengking tersebut melakukan hal itu. Ia menjawab bahwa itu sudah menjadi sesuatu yang alami baginya. Tak lama keduanya pun tenggelam.

Usai membacanya, Janine bergegas kembali ke rumah. Ternyata benar. Diana yang mabuk mengakibatkan sofa terbakar dan merembet ke penjuru rumah. Untungnya, Janine masih bisa menyelamatkan anak-anak yang ada di sana. Sesaat kemudian Sela datang dan membantu menyelamatkan Diana.

Pasca kejadian tersebut, Sela jadi ingat kembali dengan sosok Belinda. Wanita tersebut sudah berulang kali bersamanya dan berulang kali pula berusaha membunuhnya. Ia pun bertekad untuk tidak akan mengulangi lagi kesalahannya, percaya pada Belinda. Belinda sendiri yakin bahwa ia pasti bisa memanfaatkan rasa simpati Sela untuk menjebaknya agar percaya kepadanya.


Lagi-lagi sinopsis yang sedikit menipu seperti halnya edisi #37 lalu. Dari keterangan resminya, sinopsis ini menjanjikan kisah awal pertemuan Sela dan Belinda. Nyatanya tidak ada hal baru yang disajikan di sini. Semuanya sudah terungkap di edisi-edisi sebelumnya. Volume 7 (edisi #37-#42) dari Grimm Fairy Tales sepertinya bakal jadi volume yang paling membosankan sekaligus mengesalkan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply