Review Komik Grimm Fairy Tales #37 (Zenescope, 2009)

Di cerita sebelumnya, Sela Mathers yang sebelumnya terkurung di dalam bongkahan es tiba-tiba muncul kembali. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana ia bisa terlepas dari ‘penjara’ es tersebut? Simak deh jawabannya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #37 yang ceritanya masih berkaitan dengan Little Miss Muffet di Grimm Fairy Tales #16 lalu.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #37 (Zenescope, 2009)

Everyone’s favorite fairy tale girl is back. For over two hundred years Sela has carried her fairy tale book, wielding the powers that came with it. She has helped dozens of strangers and punished her fair share as well. But where did her powers come from and what is her ultimate purpose? At last the origin of Sela’s book and her powers is revealed in this landmark issue. This is one book true fans cannot afford to miss!

Story: Joe Brusha
Art: Clint Hilinski
Color: Julius Ohta
Letter: Bernie Lee
Judul Edisi: Little Miss Muffet Part 2
Tanggal Rilis: April 2009

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tubuh Sela Mathers tergeletak di atas sebuah altar di tengah hutan. Tepatnya di dalam sebuah kotak kaca yang transparan. Seorang pria, Robert, datang dan langsung menciumnya. Sela terbangun. Ia sempat melihat sosok Robert di hadapannya sebelum sesaat kemudian Robert menghilang begitu saja.

Sela terbangun di tempat yang sama. Es yang menyelimuti tubuhnya terlihat sudah mencair. Alih-alih Robert, yang ada di hadapannya adalah Shang. Tanpa banyak basa basi, Shang meminta Sela mengikutinya karena ia hendak menceritakan sumber kekuatan Sela yang sebenarnya.

Di pinggir sebuah dunia, Shang (dan juga Nissa) memberitahu Sela bahwa buku dongengnya berasal dari dunia / dimensi (realm) sihir. Selain dunia sihir (Myst, realm of magic), masih ada 4 dunia lagi. Yaitu dunia harapan dan kehidupan (Oz, realm of hope and life), dunia mimpi (Wonderland, realm of dreams), dunia imajinasi (Neverland, realm of imagination), dan bumi. Bumi merupakan jembatan atau titik tengah dari keempat dunia yang lain.

Masing-masing dunia memiliki pemimpin. Raja atau ratu. Mereka lah yang mengatur siapa siapa saja yang bisa berpindah dunia, baik menuju bumi atau ke dunia lain. Umumnya yang memiliki loyalitas tinggi terhadap sang pemimpin itu sendiri. Untuk memastikan hal itu, diletakkan para penjaga di pintu gerbang menuju bumi.

Salah seorang penduduk dunia sihir, yang dikenal dengan nama The Dark One, belakangan mengetahui keberadaan bumi. Ia membunuh penjaga pintu gerbang di dunianya dan menuju dunia yang baru baginya. Melihat bumi yang tampak lemah karena tidak adanya unsur sihir, ia pun melakukan banyak kerusakan di sana.

The Dark One sempat tertangkap namun berhasil kabur dan kembali ke dunianya. Sementara itu, berita tentang sosoknya di bumi membuat sebagian orang jadi takut dan memujanya. Sifat jahat manusia ternyata menjadi sumber kekuatan baginya. Semakin lama ia pun menjadi semakin kuat, begitu pula dengan pengikutnya yang semakin masif. Ia dikenal dengan beberapa nama. Seperti Lucifer, Hades, atau Satan. Cita-cita The Dark One adalah untuk menjadi penguasa keempat dunia yang ada dan sekaligus menghancurkan kebaikan dari muka bumi.

Satu demi satu coba ditaklukkan oleh The Dark One. Wonderland (kini dikuasai oleh Jabberwocky dan Queen of Hearts) dan Neverland (kini dikuasai oleh Pan) sudah berada di tangan The Dark One. Sementara itu, Oz hingga sekarang masih terus berada dalam masa pertempuran antara kebaikan dan keburukan. Belum ada pemenangnya. Sedang untuk Myst masih belum tersentuh sama sekali mengingat The Dark One sebenarnya dulu adalah salah satu makhluk terlemah di dunianya sendiri.

Death (Morrigan), anak buah pertama The Dark One, ditugasi untuk menjadi penguasa bumi. Jika keempat dunia lainnya sudah berhasil dikuasai, bumi lah yang terakhir dihancurkan mengingat sudah tidak ada manfaatnya lagi.

Sela ternyata adalah orang yang terpilih sebagai penjaga bumi sekaligus pemilik akses ke dunia sihir. Ia sempat menanyakan kenapa ia yang dipilih untuk tugas berat itu. Sayangnya, Nissa belum mau menjelaskannya sekarang.

Berbeda dengan Sela yang merupakan manusia seutuhnya, Belinda adalah perpaduan dari dunia sihir dan bumi. Itu sebabnya ia memiliki kekuatan yang berbeda dengan Sela. Sebagai agen dari Death, Belinda ditugaskan untuk merebut atau menghancurkan buku milik Sela.

Sembari menyerahkan buku dongeng merah milik Sela, Shang menyatakan bahwa pertempuran akhir sudah semakin dekat. Dan Sela harus mempersiapkan diri untuk itu.


Agak kecewa karena edisi ini tidak sepenuhnya memberikan penjelasan atas sumber kekuatan Sela Mathers seperti yang diiming-imingi oleh Shang dan Nissa di awal. Semuanya masih sekilas saja. Alias kulit luarnya. Lebih mirip rangkuman dari potongan-potongan informasi mengenai latar belakang Sela (dan Belinda) selama 36 edisi sebelumnya. Tapi bagi yang sempat vakum membaca serial ini selama beberapa bulan seperti saya, edisi ini bisa dibilang cukup membantu me-refresh cerita utama sekaligus karakter-karakter yang ada. Serial spin-off Neverland sepertinya bakal krusial untuk dibahas dalam waktu dekat ini. Mulai bulan depan aja mungkin ya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply