Review Komik Grimm Fairy Tales #35 (Zenescope, 2009)

Di cerita sebelumnya, kisah tentang Puss in Boots mengajarkan kita bahwa cara cepat untuk meraih mimpi belum tentu merupakan cara yang terbaik. Bisa jadi ujung-ujungnya bikin ambyar. Lebih baik menggunakan cara yang apa adanya dan tetap di jalur aman. Biar selamat sampai akhir. Nah, pesan moral apalagi yang bakal bisa kita resapi dalam cerita berikutnya? Simak langsung deh, sinopsis komik Grimm Fairy Tales #35 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #35 (Zenescope, 2009)

Who really wants to live forever? In the twisted style you’ve come to expect, Grimm Fairy Tales present Oscar Wilde’s Dorian Gray. Rockstar Don and his beautiful wife Stephanie seemed to have everything, success, love – and immortality! Like Dorian Gray years before him, Don’s life is forever young thanks to a mysterious portrait that hangs over his fireplace. But immortality is not the gift you might think as grief grips Don as those around him pass away over time. Again, the mysterious Belinda works her warped magic, sharing the secrets of the strange painting with Don and sending the story spiraling toward its heartbreakingly deadly conclusion.

Story: Dan Wickline
Art: Axel Machain
Color: Jason Embury
Letter: Bernie Lee
Judul Edisi: Dorian Gray
Tanggal Rilis: Februari 2009

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Waktu berlalu semenjak Claire membunuh Stephanie dan menggunakan identitas Stephanie untuk berkencan dengan Don, si pemilik toko gitar. Kini keduanya telah menikah selama 5 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, Don telah sukses menjadi seorang penyanyi rock. Tentu saja berkat bantuan patung kucing bersepatu boot.

Suatu hari, Claire minta agar Belinda membuat lukisan wajah Don. Diam-diam Claire memberitahu Belinda bahwa kali ini ia tidak ingin kehilangan Don karena umur. Ia minta agar yang menua biarlah wajah Don yang ada dalam lukisan saja, bukan wajah aslinya. Belinda merasa hal itu bukanlah masalah selama Claire bisa memenuhi permintaan patung kucing.

Pun begitu, dimabuk cinta membuat Claire agak keteteran. Ia terpaksa membunuh rekan band Don, Mike, demi memberi makan patung kucing. Kematian Mike membuat Don cukup terpukul. Di upacara pemakamannya, Don minta agar Claire pulang terlebih dahulu bersama Sarah, seorang reporter, karena ia masih ingin tinggal di sana lebih lama.

Sepeninggal Claire, Belinda menghampiri Don. Ia menanyakan kenapa Don terlihat begitu terpukul. Don menjawab bahwa ia dan Mike sudah berteman sejak SMA. Namun yang lebih membuatnya sedih sekaligus heran, walau Mike (dan teman-temannya yang lain) bertambah tua, wajahnya sendiri masih tetap tampak seperti pria berusia 25 tahun.

Belinda kemudian menanyakan apakah Don pernah mendengar cerita Dorian Gray.

Tahun 1890. Dorian Gray sedang dilukis wajahnya oleh temannya, Basil. Ada seorang lagi di sana, tidak diketahui namanya. Dorian menceritakan sesosok wanita yang ia cintai. Tidak itu saja, ia juga kagum karena wanita tersebut bisa memainkan peran karakter apapun secara natural. Ia mengajak kedua temannya untuk ikut menonton pertunjukan drama wanita itu bersamanya untuk mengenalkannya pada mereka. Terlebih karena ia juga baru saja telah melamar wanita tersebut.

Catherine, wanita yang disukai Dorian, mengintip ke deretan penonton dari balik layar teater. Ia mencari keberadaan Dorian, pria yang ia cintai. Robert, kakaknya, memastikan bakal membunuh Dorian jika sampai ia menyakiti hati Catherine.

Pada saat pertunjukan drama dimulai, Catherine malah jadi grogi melihat kehadiran Dorian dan teman-temannya. Aktingnya berantakan. Dorian kecewa berat dan malu karena sudah mengajak teman-temannya menonton. Alhasil, ia memutuskan untuk berpisah dengan Catherine.

Esok harinya, Dorian mendapat kabar bahwa Catherine semalam bunuh diri. Dorian kaget mendengarnya. Untuk menenangkan hati Dorian, Basil menunjukkan lukisan Dorian yang sudah selesai ia buat. Anehnya, wajah Dorian di dalam lukisan tersebut berubah menjadi lebih jelek dari aslinya. Terlihat sedikit menua.

Basil menawarkan untuk melukis ulang dari awal karena ia sendiri yakin hasil lukisannya tidak seperti itu. Pun begitu, Dorian tidak mempermasalahkannya dan menerima lukisan tersebut.

Sejak itu, Dorian mulai menyadari bahwa segala perbuatan buruk yang ia lakukan bakalan mengubah wajahnya yang ada di dalam lukisan menjadi makin tua. Kendati demikian, ia sama sekali belum berniat untuk mengubah hidupnya. Perbuat amoral satu dan lainnya terus ia lakukan. Apalagi, fakta lain yang ia dapati adalah, wajahnya sama sekali tidak mengalami perubahan. Masih tetap tampan dan kencang seperti layaknya pemuda berusia 25 tahun.

18 tahun sejak kematian Catherine, Robert tiba-tiba datang menemui Dorian. Saat itu Dorian tidak mengaku bahwa ia adalah pria yang dicari Robert. Melihat wajah Dorian yang masih muda, Robert percaya pada dalih Dorian.

Setelah Dorian pergi, seorang wanita berambut merah memberitahu Robert bahwa pria tersebut benar adalah Dorian Gray, pria yang dicari-cari Robert. Wanita itu juga memberitahu Robert bahwa dalam sepuluh tahun terahir wajah Dorian memang tidak mengalami perubahan sama sekali.

Di rumah, Dorian mengeluarkan lukisan wajahnya yang ia sembunyikan di balik lemari. Meski sebelumnya bertindak cuek saat dikonfrontasi oleh Robert, sebenarnya hati Dorian galau. Ia merasa tidak sanggup lagi menjalani hidup dengan kondisi seperti itu. Dengan menggunakan sebilah pisau, ia lantas merobek kanvas lukisan tersebut.

Di saat hampir bersamaan, Robert muncul. Ia kaget melihat sosok pria tua tengah duduk di depan lukisan wajah Dorian Gray muda dengan memegang sebilah pisau. Tanpa basa basi, sembari menangis, pria tua itu meminta Robert untuk menarik pelatuk pistol yang ia bawa. Dan sesaat kemudian terdengar bunyi letusan pistol.

Di depan lukisan Don yang tampak sudah tua, Claire membunuh Sarah sebagai tumbal bagi patung kucing. Tanpa disangka, Don muncul dari balik pintu. Ia langsung teringat cerita dari Belinda dan mengkonfirmasi apakah memang seperti itu yang dilakukan Claire, membunuh seseorang agar mereka berdua bisa tetap awet muda. Claire tidak membantahnya.

Dengan penuh emosi Don menghancurkan patung kucing yang kebetulan berada di dekatnya. Pecahannya ia gunakan untuk merobek kanvas lukisan wajahnya. Ia mengira hal itu akan membuat mereka berdua menjadi tua, sama seperti wajahnya yang ada di lukisan. Yang tidak Don ketahui, usia Claire jauh lebih tua darinya. Yang terjadi di luar dugaannya. Tubuh Claire langsung berubah menjadi abu.

Beberapa waktu kemudian, seorang petugas CSI mendatangi Belinda dengan membawa sebuah bungkusan. Ia memberitahu bahwa itu semua adalah pecahan patung kucing yang berhasil ia kumpulkan. Alih-alih menerima, Belinda meminta agar petugas tersebut memperbaikinya karena patung tersebut bisa membantunya mewujudkan semua impian.


Lah, saya baru sadar bahwa Claire adalah pelayan si wanita pencuri di jaman Mesir kuno pada cerita dongeng Puss in Boots. Baru ngeh setelah melihat Claire ternyata kenal dengan Belinda. Pantes aja langsung hancur gak cuma berkeping-keping, tapi straight jadi abu saat lukisannya dirusak Don.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply