Review Komik Grimm Fairy Tales #33 (Zenescope, 2008)

Di cerita sebelumnya, Wilhelm melakukan segala cara untuk mendapatkan cinta Zahra. Pun begitu dengan mantan majikan Wilhelm. Ujung-ujungnya malah Zahra yang jadi korban, tewas saat menyelamatkan Wilhelm. Tidak terima, Wilhelm berjanji akan melakukan segala cara untuk menghidupkan kembali Zahra. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak akhir kisah masa lalu Wilhelm dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #33 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #33 (Zenescope, 2008)

Part 2 of the very first Grimm Fairy Tales/1001 Arabian Nights summer crossover event! A man searching for a cure to his dying wife’s illness may find that the remedy is far worse than the disease itself as he discovers a little known fairy tale courtesy of Belinda. ‘The Three Snake Leaves’ tells the story of a man who is willing to do anything to bring back his dead wife, and the dire price he must pay. Revealing the full origin of Wilhelm from The Adventures of Sinbad, this final part of the crossover is one not to be missed!

Story: Dan Wickline
Art: Jordan Gunderson
Color: Kieran Oats
Letter: Crank!
Judul Edisi: Three Snakes Leaves
Tanggal Rilis: Desember 2008

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Billy dan Alex sedang bermain dengan kucing Billy yang bernama Whiskers saat ayah Alex, professor Ben, pulang dari tempat kerjanya. Masuk ke dalam rumah, Ben langsung menemui istrinya, Annette, yang tergeletak lemah di tempat tidur. Ia ternyata menderita kanker dan merasa sudah tidak memiliki harapan untuk sembuh. Ben tidak berminat membiarkan Annette pergi begitu saja dari hidupnya.

Tak lama kemudian, Ben sudah berada di laboratorium pribadinya yang berada di basement rumahnya. Selama ini ia diam-diam melakukan percobaan untuk mencari obat kanker bagi Annette. Tidak dijelaskan detil seperti apa penelitian yang dilakukan, yang jelas berhubungan dengan ular.

Exotic Pet Store yang dituju Ben untuk membeli ular sebagai bahan percobaan berikutnya ternyata sedang tutup untuk makan siang. Seorang wanita berambut merah yang tengah duduk di meja tak jauh dari Ben mengajaknya untuk bergabung sembari menunggu toko tersebut buka kembali. Begitu tau Ben berniat untuk membeli ular, wanita berambut merah tersebut kemudian membacakan sebuah cerita dongeng yang berhubungan dengan ular.

Berhari-hari Wilhelm berjaga di altar tempat jenazah Zahra berada. Ia masih belum bisa menerima kepergian wanita yang ia cintai itu.

Melihat ada seekor ular menyusup masuk dari balik tembok, Wilhelm langsung menebasnya menjadi tiga bagian hingga tewas seketika. Tiba-tiba muncul ular lain dengan membawa tiga lembar daun di mulutnya. Dua lembar daun ia letakkan di bagian ular yang terpotong oleh tebasan pedang Wilhelm. Tanpa disangka, tubuh ular tersebut kembali tersambung dan ia kembali hidup.

Sepeninggal kedua ular tersebut, Wilhelm yang melihat kejadian aneh itu lantas mengambil ketiga lembar daun dan meletakkan di tubuh Zahra. Seperti si ular, Zahra kemudian hidup kembali.

Penjaga toko pulang dari makan siangnya. Wanita berambut merah memberikan buku dongengnya agar Ben bisa melanjutkan membaca ceritanya nanti.

Di dalam toko, Denny, si penjaga toko tersebut, sudah menyiapkan ular koral pesanan Ben.

Saat Ben sedang melanjutkan penelitiannya, Alex tiba-tiba masuk ke dalam laboratorium dan memintanya untuk mengikutinya. Ternyata Annette tengah kesakitan. Ben sadar bahwa ia tidak punya banyak waktu lagi untuk menyelesaikan penelitiannya. Mau tidak mau, serum anti kanker yang belum sempat ia uji cobakan itu ia suntikkan pada Annette.

Sambil menunggui Annette di samping tempat tidur, Ben membaca kelanjutan dongeng yang tadi diberikan wanita berambut merah.

Agar tidak menimbulkan kecurigaan, Wilhelm mengajak Zahra untuk pergi meninggalkan Baghdad. Perjalanan pun dilakukan dengan kapal. Namun semakin hari sifat Zahra semakin berubah. Semakin dingin dan seolah menjaga jarak dengan Wilhelm. Hingga suatu malam Wilhelm terbangun dan tidak mendapati Zahra di sampingnya.

Di dek, Wilhelm mendapati wanita yang ia cintai tengah bermesraan dengan nahkoda kapal. Zahra dan seluruh kru kapal ternyata diam-diam sudah bersekongkol untuk menyingkirkan Wilhelm. Dan malam itu mereka membunuh Wilhelm serta melemparkan jasadnya ke laut.

Akibat tubuh Wilhelm terjatuh ke air, tiga lembar daun (yang sebelumnya digunakan menghidupkan kembali Zahra) yang ada dalam saku pinggangnya ikut terlempar keluar. Salah satunya menyentuh tangan kanan Wilhelm, yang langsung hidup kembali.

Ben terbangun dan mendapati Annette sudah dalam keadaan segar bugar seperti sebelum ia sakit. Ia hendak melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada Annette, namun Annette memilih untuk berhubungan intim ketimbang melakukannya. Ben tidak menolak.

Esok harinya, Ben pulang ke rumah untuk mengambil buku dongeng dan mengembalikannya pada si wanita berambut merah. Di luar terlihat Billy tengah bersedih. Kucingnya, Whiskers, ternyata sedang dirawat di dokter hewan karena habis digigit binatang buas.

Setelah menghibur Billy, Ben menemui Annette yang menyambutnya dengan riang. Terlihat ada perban di lengan kanan Annette. Saat ditanya, Annette mengaku itu bukan apa-apa, hanya sedikit lecet saat mengambil sesuatu dari dalam lemari.

Tak lama Alex datang sambil berlari. Saking bersemangatnya, Alex terjatuh. Annette langsung memarahinya dengan suara kencang. Hal itu membuat Ben heran. Istrinya tidak pernah melakukan hal itu sama sekali.

Ben menemui wanita berambut merah dan menyerahkan buku dongengnya. Setelah tahu Ben belum menyelesaikan bacaannya, si wanita berambut merah memutuskan untuk membacakannya pada Ben.

Suatu hari, saat Zahra tengah memadu kasih dengan kekasihnya yang baru (alias nahkoda kapal Wilhelm sebelumnya), seseorang menyusup masuk. Ia adalah Wilhelm. Tubuhnya sudah berubah total. Menjadi hijau dan bersisik seperti ular. Pun begitu dengan wajahnya.

Adalah tiga lembar daun yang menghidupkan dirinya (dan Zahra) kembali penyebabnya. Jika Zahra mewarisi sifat ular, Wilhelm mewarisi penampilan fisiknya. Zahra yang syok melihat penampilan Wilhelm saat ini terkena serangan jantung dan meninggal.

Wajah Ben pucat mendengar akhir dongeng tersebut. Sesaat kemudian Denny muncul, memberitahu Ben bahwa ular yang sebelumnya ia berikan bukanlah ular koral, melainkan Scarlet Kingsnake (saya tidak tahu apakah ada istilahnya dalam bahasa Indonesia) yang penampilannya sekilas sulit dibedakan dengan ular koral. Meski bukan ular berbisa, Denny mengingatkan bahwa ular tersebut suka memangsa ular lain yang lebih kecil atau lebih muda.

Dengan panik Ben bergegas pulang ke rumah. Ia lega melihat Alex ada di teras rumah. Ia segera meminta Alex untuk pergi ke rumah Billy hingga nanti ia menjemputnya. Alex sempat hendak mengatakan sesuatu tentang Billy, namun Ben mengabaikannya.

Ben mulai mencari istrinya di dalam rumah. Ia akhirnya berhasil menemukan Annette di laboratoriumnya. Di lantai. Dengan tubuh menggembung besar. Terlihat topi dan sepatu Billy tergeletak di sampingnya.


Sebelum membacanya, saya sempat bertanya dalam hati, bakal seperti apa crossover dari Grimm Fairy Tales dan The Adventures of Sinbad ini. Ternyata boleh juga, tidak mengecewakan. Pengambilan kisah masa lalu Wilhelm sebagai jembatan penghubung tema pun cocok, tidak terkesan dibuat-buat. Ada yang sependapat?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply