Review Komik Grimm Fairy Tales #32 (Zenescope, 2008)

Di cerita sebelumnya, boneka kayu Gepetto yang diberi nama Pinocchio mendadak bisa berbicara dan bertingkah laku seperti layaknya manusia. Pun begitu, Pinocchio berharap agar bisa menjadi manusia seutuhnya. Keinginannya itu membuat ia harus berurusan dengan banyak orang. Salah satunya lantas melemparkan Pinocchio dari atas tebing karena kesal Pinocchio sudah membunuh temannya. Gepetto yang melihatnya tanpa berpikir panjang ikut melompat dari atas tebing. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Simak jawabannya sinopsis komik Grimm Fairy Tales #32 di bawah ini, ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #32 (Zenescope, 2008)

The conclusion to the terrifying story of the wooden puppet who longed to by a real boy is here! Gepetto searches for his son and will not give up on him. But a viscous evil stirs inside of Pinnochio, and it might be too late for Gepetto to help him. Can a father’s love prove to be enough to save Pinnochio, or will evil prevail and doom Gepetto once and for all?

Story: Ralph Tedesco, David Seidman
Art: Dave Hoover
Color: Garry Hendeson
Letter: Crank!
Judul Edisi: Pinocchio Part 2
Tanggal Rilis: November 2008

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sebelumnya. Terry, istri Mark, menelpon ibunya dan membicarakan sesuatu tentang Jacob. Ada sesuatu yang aneh darinya namun Terry tidak bisa menjelaskannya. Mark juga sibuk dengan pekerjaannya sendiri.

Karena sudah terlambat, Terry lantas mengakhiri telponnya. Ia sempat kaget begitu tahu Jacob ternyata ada di dekatnya. Kendati demikian, Terry mengira Jacob tidak tahu apa yang ia bicarakan dan ia langsung mengajak putranya untuk bergegas.

Saat ini. Mark memanggil Jacob yang sedang berada di luar untuk segera bersiap masuk kembali ke sekolah. Di luar terlihat ada seekor rubah yang tergeletak berlumuran darah. Sembari sarapan, Mark kembali mencoba menanyakan perihal Sarah pada Jacob. Mark sempat emosi karena Jacob tidak menjawab. Pun begitu, ia kemudian meminta maaf karena sudah bersikap kasar kepadanya.

Setelah Jacob meninggalkan rumah, Mark masuk ke kamar Jacob dan mengambil buku yang masih tersimpan di bawah tempat tidur. Ia melanjutkan membaca kisah Pinocchio sebelumnya.

Pinocchio dan Gepetto terjatuh ke laut. Tepat setelah Gepetto berhasil meraih Pinocchio, keduanya ditelan oleh seekor ikan paus. Setelah menemukan lentera dalam perut ikan paus dan menyalakannya, Gepetto mulai mengajak Pinocchio, yang hidungnya sudah kembali normal, berbicara. Begitu tahu keinginan Pinocchio, Gepetto minta maaf karena tidak mengajukan permintaan yang spesifik selama ini.

Gepetto lantas mengatur rencana untuk mengeluarkan Pinocchio dari dalam perut ikan paus. Sebelum itu, ia meminta agar Pinocchio berjanji kepadanya. Gepetto berharap Pinocchio mau menjalani sisa hidupnya dengan bahagia dan berbaik baik pada siapa saja. Pinocchio mengiyakan, namun hidungnya terlihat kembali memanjang.

Rencana Gepetto berhasil. Pinocchio berhasil keluar dan mendapati dirinya berada di dekat sebuah taman hiburan di pinggir pantai. Sayangnya, saat ia menuju ke sana, lagi-lagi orang-orang justru ketakutan. Mereka mem-bully-nya dan mengusirnya menjauh.

Tak lama si belalang datang. Pinocchi merasa menyesal dan berharap bisa tetap tinggal di dalam perut ikan paus bersama ayahnya. Si belalang tidak setuju. Cinta kasih dari Gepetto mungkin bisa membuat Pinocchio merasa hidup, namun bukan itu takdir Pinocchio sesungguhnya.

Si belalang lantas menceritakan mengenai asal usul pohon yang kayunya digunakan oleh Gepetto untuk membuat Pinocchio. Pada intinya, sejak awal pohon tersebut sudah membawa musibah bagi orang lain. Sudah sewajarnya jika kemudian Pinocchio juga ikut melakukannya. Itulah takdir Pinocchio menurut si belalang. Setelah terdiam, tanpa disangka Pinocchi merespon dengan membunuh belalang tersebut.

Beberapa saat kemudian, muncul Cat yang kaget melihat Pinocchio berada di sana.

Gepetto sudah pasrah harus mengakhiri hidupnya di dalam perut ikan paus. Tiba-tiba muncul seorang wanita dengan pakaian serba putih di hadapannya. Bercahaya. Wanita tersebut memberita Gepetto bahwa Pinocchio masih membutuhkan bantuannya. Ia harus menunjukkan pada Pinocchio rasa kasih sayangnya sebelum hati Pinocchio sepenuhnya tertutup oleh kegelapan. Wanita itu lalu menunjukkan jalan keluar dari perut ikan paus.

Di pantai, Gepetto mendapati taman hiburan dalam kondisi terbakar. Mayat-mayat bergelimpangan. Si wanita tidak membuang waktu dan meminta Gepetto menuju sebuah tenda tempat Pinocchio berada.

Benar ada Pinocchio di sana. Sembari memangkunya, Gepetto mencoba menyadarkan Pinocchio kembali. Kendati demikian, Pinocchio seolah tidak mendengarkan dan terus mengatakan bahwa ia spesial dan sangat mencintai ayahnya. Hal itu membuat hidungnya terus memanjang dan pada akhirnya menusuk jantung Gepetto hingga tewas.

Sesaat kemudian muncul si wanita berbaju putih, mengaku sebagai teman Pinocchio. Ia bangga atas apa yang sudah dilakukan oleh Pinocchio. Ia berjanji bakalan mengubah Pinocchio menjadi manusia. Namun sebelum itu, ada beberapa hal lain yang harus Pinocchio lakukan untuknya.

Mark syok membaca akhir dongeng tersebut. Tiba-tiba terdengar sirene mobil pemadam kebakaran lewat di depan rumahnya. Sadar ada yang tidak beres, Mark bergegas mengikuti mobil tersebut, yang ternyata mendatangi bangunan sekolah Jacob yang tengah terbakar.

Tanpa basa basi, Mark masuk ke dalam untuk mencari Jacob. Ia berhasil menemukannya. Kaki kiri Jacob tertimpa balok kayu sehingga tidak bisa berjalan. Jacob terus merengek minta agar ayahnya menolongnya. Di saat itu, sebuah pemantik api terjatuh dari tangan Jacob. Bentuknya yang unik langsung membuat Mark mengenalinya. Ya, itu adalah pemantik milik Sarah.

Mark menanyakan kenapa Jacob tega melakukannya. Tidak itu saja, Mark ternyata sudah tahu bahwa Jacob-lah yang telah membunuh ibunya sendiri. Kamera ibunya yang disebut Jacob diambil pencuri ternyata selama ini tersimpan di dalam ransel Jacob.

Mark keluar dari dalam sekolah dengan menggendong seorang anak perempuan. Ia mengaku tidak menemukan anak lain di dalam. Tampak pemantik api Sarah ada di balik saku belakang celananya.

Belinda masuk ke dalam kamar Jacob dan mengambil buku dongeng miliknya. Ketika masuk ke dalam mobil, dari pantulan kaca terlihat bahwa Jacob sebenarnya adalah Pinocchio.


Yah, seperti dugaan, alurnya tidak jauh berbeda dengan beberapa edisi sebelumnya. Timmy kalau tidak salah nama anaknya. Meski sebenarnya juga bisa ditebak, di sini saya kecolongan dan kaget begitu tahu ternyata Jacob adalah Pinocchio. Mungkin gegara sosok Belinda dalam cerita dongengnya digambarkan berambut putih. Jadi sedikit lupa kalau itu si penyihir jahat, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply