Review Komik Grimm Fairy Tales #30 (Zenescope, 2008)

Di cerita sebelumnya, ada kisah tentang pria yang masuk ke dalam dunia kriminal dengan menjadi pembunuh bayaran. Setelah bertahun-tahun dan menghabisi banyak orang, ia memutuskan untuk keluar dari dunia gelap tersebut. Sayangnya terlambat. Salah satu di antara korbannya yang saat itu tidak tega ia habisi ternyata membalas dendam. Tidak secara langsung, melainkan dengan cara membunuh putri si pria tersebut. Tepat di depan mata kepalanya sendiri. Makanya deh, kepepet seperti apapun mending jangan main-main dengan hal-hal seperti itu. Imbasnya bisa panjang. Setuju, gaes?

Lalu cerita apalagi yang akan dihadirkan kali ini? Simak jawabannya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #30 berikut. Cuss.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #30 (Zenescope, 2008)

What ever happened to Sela? Sacrificing herself so that an innocent life might be spared, she was sent to an icy grave by Belinda. But is she gone for good? The classic story of ‘Rip Van Winkle’ sheds some light on Sela’s fate and offers intriguing clues on what’s to come in the Grimm universe. You simply can’t afford to miss this revealing issue of one of the hottest independent titles in comics!

Story: Raven Gregory
Art: Vic Drujiniu
Color: Garry Henderson
Letter: Crank!
Judul Edisi: Rip Van Winkle
Tanggal Rilis: Agustus 2008

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Death menghampiri tubuh Sela Mathers yang terbujur kaku di balik balok es. Ia lalu mengambil buku dongeng bersampul merah di sana dan membacakan sebuah dongeng untuk Sela. Dongeng berjudul Rip Van Winkle.

Alkisah, sejak bertemu dengan Rip Van Winkle, seorang pria tampak dan berkelakuan baik, hidup Sela menjadi berubah. Sedikit demi sedikit ia bisa melupakan kekuatannya dan tidak lagi ingin menggunakannya. Ia lebih memilih menjalani hari-harinya yang bahagia dengan keluarga kecilnya sebagai manusia biasa.

Suatu hari, saat sedang terlelap di bawah pohon, Sela terbangun dan melihat ada patung-patung berukuran raksasa di hadapannya. Seseorang yang entah siapa, anggap saja namanya peri hijau (karena bersayap dan tubuhnya berwarna hijau), menyatakan bahwa patung-patung tersebut adalah perwujudan dari hal-hal yang bersifat gila (madness), sihir (magic), ilmu pengetahuan (science), kebaikan (good), dan kejahatan (evil).

Tiba-tiba terlihat ada meteor meluncur deras dari langit. Peri hijau menyatakan bahwa itu adalah Belinda, salah satu murid terbaik dari iblis. Ia datang ke bumi dengan tujuan untuk menggeser keseimbangan antara elemen-elemen di atas dan menghadirkan kejahatan di muka bumi. Pun begitu, semuanya itu membutuhkan waktu.

Meteor Belinda kemudian menghantam patung-patung di hadapan Sela. Ledakannya membuat Sela ikut tak sadarkan diri. Peri hijau melanjutkan bahwa dunia bakalan berakhir seperti itu. Setidaknya Sela sudah tidak ada untuk melihatnya secara langsung.

Beberapa saat kemudian Sela terbangun di tengah-tengah sebuah bangunan yang terbakar. Tubuhnya terlihat sudah menua. Saat keluar, ia kaget mendapati kota sudah dalam keadaan kacau balau. Monster dimana-mana. Orang-orang berlarian panik. Sela langsung menyadari bahwa ia sudah terlambat.

Peri hijau mengkonfirmasi hal tersebut. Ia datang bersama monster Cheshire Cat. Ia menyatakan bahwa Belinda sudah menang dan seperti itulah kondisi bumi di masa depan. Dan semua itu terjadi akibat Sela memutuskan untuk mengorbankan dirinya demi menyelamatkan orang lain.

Sela mengaku sudah tidak kuat lagi jika harus menjalani tanggung jawabnya dengan kekuatan yang ia miliki. Pun begitu, peri hijau menyatakan bahwa itu sudah menjadi tugas Sela. Ia tidak bisa lari dari tanggung jawabnya itu.

Sesaat kemudian Sela terbangun. Mengira itu hanya mimpi, Sela berdiri dan menghampiri Rip yang tengah bermain dengan anak-anak mereka.

Di belakang pohon, terlihat peri hijau bersama Shang. Mereka berdua berharap bahwa pesan yang baru saja mereka sampaikan bisa mengubah hati Sela.

Death menutup ceritanya dengan menutup buku dongeng dan melemparkannya kembali ke samping Sela. Tak lama setelah Death pergi, Sela membuka matanya.


Sama seperti edisi sebelumnya, kisah dongeng yang diangkat di edisi ini juga sama-sama tidak jelas hubungannya dengan cerita utama. Pada intinya edisi ini hanya hendak menyampaikan bahwa Sela bakalan kembali lagi, entah di edisi keberapa, untuk melawan Belinda. Yah, setidaknya ada informasi baru bahwa Belinda adalah salah satu murid terbaik iblis. Tidak terlalu mengejutkan sih, mengingat sifat Belinda yang sedemikian rupa selama ini. Saya lebih terkejut dengan gambaran seorang pria yang kepalanya nyantol di lampu jalan dalam satu frame, hehehe.

Oh by the way, edisi ini menutup Grimm Fairy Tales volume 5. Berikutnya kita akan memasuki volume 6 yang terdiri atas episode #31 hingga #36.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply